' Puluhan Ton Mujair Mati "Dugaan Pencemaran Tambak Ikan di Subang Disangkal" - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Puluhan Ton Mujair Mati "Dugaan Pencemaran Tambak Ikan di Subang Disangkal"

Puluhan Ton Mujair Mati "Dugaan Pencemaran Tambak Ikan di Subang Disangkal"

Written By Ginanjar Pradipta on Sunday, June 3, 2012 | 5:25 AM


KAB SUBANG (LJ) - Dinas Kelau-tan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Subang menyangkal jika matinya berton-ton ikan mujair di tambak milik warga yang terletak di Desa Patimban Kecamatan Pusakanagara, diakibatkan tercemar limbah dari ak-tifitas survey seismik yang dilakukan pihak Pertamina.Kepada LINGKAR JABAR di ruang kerjanya, kemarin, Kasi Pengendalian Perikanan Air Tawar dan Payau pada Dinas Kelautan dan Perikanan Subang, Agus Darojat mengungkapkan, berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan pada Balai Pengem-bangan Budidaya Air Payau dan Laut (BPBAPL) Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat menunjukkan bahwa kualitas air di tambak-tambak yang terduga terce-mar itu parameternya berada di luar batas standar budidaya.
“Dulu kita sempat ambil sample air tambak untuk diuji di laborato-rium, sample ikannya sendiri gak sempat diambil karena saat itu udah membusuk. Setelah diuji laborato-rium, ternyata kadar nitrit (NO2) dan nitrat (NO3) dalam kandungan air tambak tersebut melebihi ambang batas standar budidaya yang diduga disebabkan oleh tingginya bahan or-ganik. Selain itu, kadar oksigen ter-larut (DO) juga sangat rendah. Besar kemungkinan faktor-faktor ini yang mengakibatkan ikan-ikan itu mati,” papar Agus.
Lebih lanjut  Agus  mengatakan bahan organik yang terdapat di tam-bak kemungkinan berasal dari pakan 
ikan maupun bahan lainnya yang terbawa air masuk ke tambak. Pihaknya juga mengaku heran jika ikan mujair yang dikenal punya daya tahan kuat itu bisa mati, sementara organisme lainnya tidak ikut mati.“Gak benar kalau mujair yang mati nyampe puluhan ton. Setelah kita lihat ke lokasi, paling cuma be-rapa kwintal saja. Kita juga heran yang mati cuma ikan mujaer saja, ikan lainnya tidak. 
Karena itu secepatnya kita akan lakukan penelitian lanjutan, khu-sus untuk sample ikan mujaer yang masih hidup”, katanya.Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Subang, H. Anang Jauharudin menegaskan insiden kematian berton-ton ikan mujaer di wilayah Patimban tidak ada kaitannya dengan kegiatan sur-vey seismik Pertamina. “Mungkin itu faktor alam. Karena pada saat peristiwa itu terjadi, aktifitas seismik Pertamina sudah seminggu berakhir, jadi kecil kemungkinan jika itu diaki-batkan survey seismik”, ujarnya.Sebelumnya dilaporkan, sekitar 50 hektaran tambak berisi ikan mu-jaer yang terletak di 3 dusun, yakni Dusun Galian, dusun Siwalan dan dusun Genteng, Desa Patimban Ke-camatan Pusakanagara, ditemukan   mati. 
Para petani tambak menduga akibat kematian ikan nya itu  terce-mar limbah sehingga mengakibatkan ikan-ikan didalamnya mati. Puluhan petani pemilik tambak pun mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Peristiwa itu terjadi perten-gahan April lalu dan berlangsung se-cara bertahap saat terjadi banjir rob yang diduga mengandung limbah berasal dari aktifitas sesmik Pertam-ina. Petambak yang menjadi korban sekitar 30-an orang, masing-masing mengalami kerugian tak kurang dari Rp. 3,5 jutaan. Q ADE
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger