' Puluhan Rumah Muarajaya Terancam Longsor - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Puluhan Rumah Muarajaya Terancam Longsor

Puluhan Rumah Muarajaya Terancam Longsor

Written By dodi on Friday, June 1, 2012 | 2:30 PM

KAB.BOGOR (LJ) - Pada tahun 2009 lalu, tercatat 6 rumah warga di Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin ambruk tertimpa longsor. Karena letak pemukiman warga berada di atas dan bawah tebingan serta aliran sungai. Seperti di Kampung Nyenang RT 3 dan 4 di wilayah RW 2, sedikitnya terdapat 20 rumah warga yang berdiri di tepian tebing rawan longsor.
    Sekretaris Desa (Sekdes) Muarajaya, Wahyudin menuturkan, di kampung tersebut terdapat sekitar 100 rumah warga. Sebagian diantaranya bermukim ditepi dan di bawah tebingan setinggi 8 meter dengan panjang 200 meter. ”Kami hanya bisa mengingatkan, agar warga selalu waspada, terlebih saat musim hujan tiba. Apalagi di wilayah itu, kontur tanahnya labil, dan saluran irigasi yang tidak berfungsi,” ujar Wahyu kepada LINGKAR JABAR, Kamis, (31/5).
    Menurut dia, saat hujan turun, air telah mengikis tebingan tersebut. Akibatnya, rumah warga tertimbun erosi. "Pada tahun 2009 lalu, sedikitnya 6 rumah warga di kampung Nyenang dan Lebak Pari hancur tergerus longsor. Saat itu, Muspika langsung memperbaiki rumah para korban serta swadaya dari warga,” ucapnya.
    Lanjut Wahyu, tercatat ada 3 titik wilayah rawan longsor, diantaranya, kampung Nyenang, Lebak Pari dan Kampung Sukamaju. Selain rawan erosi, warga yang tinggal di tepi tebingan juga terancam musibah puting beliung, karena berada di atas ketinggian. “Setiap kali turun hujan disertai angin kencang, sudah bisa dipastikan, pasti ada kejadian yang melanda desa ini,” tuturnya.
    Meski demikian, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) mengaku tak bisa berbuat banyak. Karena umumnya warga beralasan, tak memiliki lahan lagi untuk mendirikan rumah mereka. Bahkan, salah satu rumah milik Bibin, warga Kampung Lebak Pari, RT 2/2, sejak setahun lalu dikosongkan karena pondasi rumahnya yang berada di tepi tebing sebagian terkikis tebing.
    “Sebagian rumahnya nyaris ambruk karena pondasinya terbawa longsor tahun lalu. Khawatir terjadi longsor susulan, akhirnya rumah dibiarkan kosong,” kata Wawan Darmawan, Babinsa Muarajaya kepada LINGKAR JABAR. ASP
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger