' Proyek Taman Hantu Belum Disentuh Penegak Hukum - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Proyek Taman Hantu Belum Disentuh Penegak Hukum

Proyek Taman Hantu Belum Disentuh Penegak Hukum

Written By dodi on Tuesday, June 26, 2012 | 1:51 PM


KAB.BOGOR – Taman Kota di komplek perkantoran Pemkab Bogor, Kelurahan Tengah, Cibinong-Kabupaten Bogor, sejak rampung dikerjakan pada Desember 2011 lalu, sampai kini belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Bahkan, taman itu kini terbengkalai alias tak terurus. Pada malam hari, lokasi taman yang proyek revitalisasinya menelan dana APBD Rp 2,3 miliar itu, terlihat gelap gulita. Beberapa bangunan kosong di areal taman yang sekelilingnya ditutupi pagar seng menambah kesan seram. Tak heran, banyak warga yang menyebutnya sebagai taman hantu.

Keberadaan taman hantu yang proyeknya dikerjakan CV Artha Norma itu, tak pelak mengundang sorotan publik. Pasalnya, uang rakyat menjadi percuma alias sia-sia lantaran taman tersebut tak bisa dimanfaatkan masyarakat luas. “Kalau benar nilai proyeknya Rp 2,3 miliar, jelas merupakan pemborosan. Pasalnya, kondisi taman tidak lebih indah dibanding dengan sebelumnya. Bahkan, tanaman yang sebelumnya ada, sekarang kondisinya berantakan. Ini kan berarti duit Rp 2,3 miliar cuma dibuang-buang saja. Masak uang sebanyak itu tak menghasilkan taman yang asri? Kan uang miliaran sayang terbuang,” kata Herman (42), warga Kelurahan Tengah-Cibinong, yang ditemui LINGKAR JABAR, Senin (25/6).

Terkait hal itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wasto Sumarno, mengaku tak habis pikir kenapa uang miliaran Rupiah tak cukup untuk merampungkan pembangunan taman. Wasto menilai dari awal konsep taman tersebut tidak jelas seperti apa penataan letak bangunan dan tujuannya. "Saya sendiri bingung kenapa bisa proyek senilai Rp 2,3 miliar tak bisa menghasilkan taman yang bagus dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Semestinya, walaupun pembangunan taman dilanjutkan dengan anggaran 2012, sebagian taman sudah bisa digunakan oleh warga. Tapi ini kan tidak, apa ada yang salah?" ujar Wasto.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu pun meminta Pemkab Bogor dapat menyelesaikan pembangunan proyek itu, sebab menyangkut nama baik institusi Kompleks Pemda Kabupaten Bogor. Menurutnya apabila alasannya karena kekurangan dana maka pihaknya akan mendukung untuk penyelesaiannya. "Saya akan forward ke komisi DPRD yang menjadi mitra kerja Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), untuk memanggil dan mengklarifikasi pimpinan DKP sebagai Kuasa Pemegang Anggaran, sehingga nantinya ada kejelasan kelanjutan pembangunan," ujarnya.

Sewaktu lelang proyek ini diluncurkan tahun lalu, kalangan LSM juga pernah melancarkan protes atas proyek taman tersebut karena dengan dana Rp 2,3 miliar, kegunaan dari pembangunan air mancur tersebut belum jelas. Dalam proses lelang yang dilaksanakan secara elektronik atau e-procurement terdapat 10 perusahaan yang mendaftar.  Dari hasil evaluasi terhadap harga penawaran, CV Artha Norma yang dimenangkan oleh panitia lelang menempati posisi ke-5 terendah  dengan nilai penawaran Rp 2,37 miliar.

Sebenarnya masih ada empat perusahaan yang mengajukan penawaran lebih rendah dibandingkan penawaran yang diajukan CV Artha Norma. Keempat perusahaan yang menawar proyek lebih rendah itu terdiri dari  CV Ramli Brother dengan penawaran Rp 2,29 miliar, PT Ardico Artha Multimoda Rp 2,24 miliar, CV Karya Anugerah Agung menawar Rp 2,24 miliar, dan  CV Maju Bersama  Rp 2,19 miliar.

"Proses lelangnya saja sudah ramai digunjingkan tidak normal. Tak heran hasil pengerjaan proyeknya pun tak jelas seperti sekarang ini. Oleh karena itu, kita berharap aparat penegak hukum segera turun tangan mengusut dugaan ketidakberesan dalam lelang tender dan pengerjaan proyek taman Pemkab Bogor ini. Sebab kalau tidak, akan menjadi preseden buruk bagi upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa serta upaya penegakan hukum itu sendiri," kata Sekretaris Komite Pemantau Pembangunan (KPP) Aldi Supriadi kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Menurut Aldi lagi, pihaknya saat ini juga tengah menghimpun data terkait proyek taman tersebut. "Mulai dari dokumen lelang, penawaran dan penetapan pemenang lelang sampai pada pengerjaannya,  KPP sedang mengumpulkan datanya. Dari situ mungkin kita bisa mengetahui apa ada unsur penyimpangan atau tidak. Kami pun mengharapkan informasi dari masyarakat bilamana memiliki data atau informasi soal kejanggalan dalam pengerjaan proyek taman hantu tersebut," tegas Aldi. CPS/BSR
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger