' Presiden dan KPK, Tumpuan untuk Memperbaiki Negeri - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » , » Presiden dan KPK, Tumpuan untuk Memperbaiki Negeri

Presiden dan KPK, Tumpuan untuk Memperbaiki Negeri

Written By dodi on Wednesday, June 27, 2012 | 2:14 PM

Jendral TNI Purnawirawan Susilo Bambang Yudhoyono yang populer dengan sapaan SBY, sebagai Presiden Indonesia sudah seharusnya menunjukkan keseriusan, bersemangat dalam membersihkan negeri dari segala kebobrokan. Itu karena Negara kita yang selama ini dikenal memiliki kekayaan berlimpah yang terpendam di perut bumi, keindahan alam, serta berbagai kelebihan lainnya, kini hanya dipandang sebelah mata oleh masyarakat dunia karena beragam permasalahannya yang tak kunjung tuntas diselesaikan.

Tak sedikit media massa dan organisasi kemasyarakatan di luar negeri memberikan julukan berbagai gelar yang menyakitkan perasaan kita sebagai warga bangsa. Julukan itu antara lain, negara pelanggar hak asasi manusia (HAM), gagal menegakkan hukum, negara terkorup, negara pengekspor pembantu, dan terbaru masuk dalam daftar indeks negara gagal 2012. Hal ini dipastikan akan mengubah pandangan masyarakat dunia terhadap negara kita tercinta ini.

Julukan demi julukan yang dipublikasikan media internasional itu jelas memengaruhi pandangan dunia terhadap Indonesia. Apa yang terjadi bukan lagi peringatan, tetapi sudah merupakan pukulan, vonis, yang harus dibayar mahal. Presiden SBY, sepatutnya merupakan orang yang paling bertanggung jawab atas semua itu. Artinya, SBY harus berusaha maksimal untuk memperbaiki negeri ini dari pandangan buruk dunia.

Jangan ada tebang pilih dalam membersihkan negeri, apakah itu dari sisi HAM, penegakan hukum. Sebagai presiden, SBY harus menepati janji-janji yang pernah dilontarkan, termasuk terkait janji menyejahterakan rakyat, memberikan pendidikan dan kesehatan bermutu dan murah bagi masyarakat. Dalam penegakan hukum harus ada gebrakan, melakukan terapi kejut yang tidak saja dapat membuat jera, tetapi juga mampu meyakinkan dunia.

Pandangan buruk dunia terhadap Indonesia tentu harus disikapi, bukan untuk diratapi. Khusus untuk kasus korupsi, misalnya, jangan ada lagi pembenaran dengan membanding-bandingkan korupsi yang satu dengan lainnya. Indonesia sudah terlalu parah dalam hal korupsi. Berjuta kasus korupsi tersebar di negeri ini, karena itu perlu kesungguhan pemerintah menyikapinya.

Sepantasnya, para pemimpin lembaga negara dan elite partai politik memberikan keleluasaan kepada penegak hukum dalam memproses, menghukum para koruptor. Apakah itu kelas teri, maupun kelas kakap yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jangan ada ikut campur pemerintah, jangan halangi hukum menegakkan kebenaran demi tegaknya pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

Jadikan KPK sebagai ujung tombak membongkar berbagai kasus korupsi, apakah itu kasus Wisma Atlet SEA Games Palembang, kasus proyek kompleks olahraga di Hambalang Bogor, kasus Bank Century, serta berbagai tindak korupsi lainnya yang tersebar di seluruh Nusantara. Berilah hak penuh kepada KPK untuk menetapkan siapa pun sebagai tersangka, terdakwa-apakah rakyat biasa, oknum penegak hukum, pejabat negara atau menteri-jika memang punya bukti.

Kita berharap KPK memanfaatkan segala wewenangnya untuk membersihkan Indonesia dari berbagai rongrongan. Jangan ulur-ulur waktu jika memang sudah punya bukti. Jangan terbentur oleh nama besar, atau oleh keperkasaan partai di mana para koruptor coba berlindung. Buktikan KPK betul-betul bekerja dan dapat dipercaya. Abraham Samad dan empat pimpinan KPK lainnya, anda andalah tumpuan terakhir rakyat untuk menegakan supremasi hukum yang selama ini dilaksanakan secara gamang oleh Polri dan Kejaksaan.
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger