' Perkenalkan Tarling Sejak 1968 - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Perkenalkan Tarling Sejak 1968

Perkenalkan Tarling Sejak 1968

Written By dodi on Friday, June 1, 2012 | 2:00 PM

SENI PERTUNJUKAN Tarling dibawah pimpinan Subagyo, dengan dua alat musik gitar dan suling ternyata terus eksis dari dahulu hingga kini di kota Cirebon. Lagu 'Kembang Olet' bahkan sangat populer dinyanyikan Sinden Tarling puluhan tahun silam itu.

Sampai saat ini, lagu-lagu tersebut kerap dinyanyikan, di samping Naga Sakti, Pengantin Baru, Mertua Tega, Cerai Kawin yang asli Cirebonan. "Sejak dahulu sampai kini, jika seni pertunjukan sedang manggung, maka ada 50 orang yang ikut memainkan peran. Mulai dari pemain gitar, suling, sinden, penari, badut-badutan dan pementasan drama kolosal," jelas Bagyo, dalam satu kesempatan ngobrol seputar budaya Cirebonan dengan LINGKAR JABAR, Kamis (31/5).

Memperhatikan pertunjukan Tarling mirip dengan pertunjukan Ludruk di Jawa dan Opera Batak di Sumatera Utara. Banyak orang yang memainkan perannya masing-masing.     

Kembali kepada Bagyo, kelahiran Cirebon, 11 Juli 1938, mengisahkan bahwa awal grup Tarling yang dikomandoinya itu bernama Candra Lelana. Seiring perkembangan zaman dan bergesernya budaya dengan munculnya Organ Tunggal, Tarling di bawah pimpinannya mengalami pasang surut.

"Saya pernah mengalami masa-masa transisi yang cukup menghenyakkan dada. Tarling tergeser dari penggemarnya. Akibat munculnya Seni Pertunjukan Organ Tunggal dengan mengedepankan busanan penyanyi yang sensualitas bahkan kadang terkesan mengumbar pornografi. Tapi tahun 2010 Tarling bangkit lagi dan seleksi alam terjadi. Kita kembali mendapatkan penggemar dan panggilan manggung yang cukup lumayan," jelas Ayah dari 8 anak dan Kakek dari 29 cucu ini mengenang. 

Mengawali kebangkitannya, Candra Lelana berubah nama menjadi Candra Lelana Bangkit. Tampil dengan mengedepankan kesopanan dan seni budaya asli daerah. Menembus kerusakan moral budaya dan perlahan menyadarkan ajaran budaya keinsyafan dengan ajaran lokal yang orisinil.

Suami yang sangat sayang dengan istri tercinta, Siti Sulastri, arjawinangun Cirebon ini, meyakini Tarling akan berkembang terus dan memeliki penggemar tersendiri. Seni pertunjukan model tayuban klasik cirebonan yang sudah ada sejak zaman para wali ini, dalam fitrahnya tetap menjadi sarana pemersatu masyarakat dari segala latar belakang agama dan budaya.

Pertunjukan rakyat ini dikenal memiliki Sinden yang harus bisa menguasi 5 lagu. Baik lagu klasik (asli cirebonan), tayyuban yang mengedepankan Blampak dengan 9 gendang (seperti jaipongan), lagu nasional dan modern (seperti dangdut terkini dan campur sari). Berikut penampilan penari dengan tarian masa kini, turun-turun Sintren dan Lais.

Mengingat sejarah Sintren dan Lais, Ia menyebutkan bahwa Sintren dan Lais biasanya dari keturunan Keraton yanmg benar-benar Perawan (Sintren) dan benar-benar jejeka (Lais). Pertunjukan Sintren, diselubungi kain seorang perawan dalam kondisi tangan terikat dan diborgol, tapi ketika kain penghalang dibuka, perawan Sintren ternyata bisa berhias dan berdandan tanpa tangan. "Meski tangan terikat, Ia bisa berdandan," kata lelaki yang hingga kini juga konsen menghimpun dan melakukan pembinaan seluruh seniman yang ada di Cirebon dari segala jenis seni, termasuk Sampyong dan Debus.

Kabar terkini tentang aktivitas seni Tarling yang dikembangkan Subagyo, lewat grup Candra Lelana Bangkit telah menjalani beberapa kali masuk dalam dapur rekaman. Bahkan CD nya kini banyak tersebar di seluruh Jawa Barat. Lagu yang dipopulerkan, seperti Torong Lanang, Demplon, Sumpah 7 Turunan, Ratna, Menyawak Gendong Tepes, Getun, Pasrah, Rasida, Kancing Bedug, Puting Beliung, dan Sapu Tangan dengan penyanyi Iyeng Permata dan Maman S.
  
"Kepada seniman Tarling di wilayah, Indramayu, Kuningan, Majalengka dan Kabupaten Cirebon atau Subang serta Brebes kiranya segera nonton bareng di televisi Radar Cirebon, setiap Jumat Malam, Pukul 22.00 - 24.00 WIB. Ada pertunjukan Tarling selama 2 jam tayang dari Candra Lelana Bangkit," sebutnya.ZIZ
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger