' Perdagangan Herbal Meningkat - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Perdagangan Herbal Meningkat

Perdagangan Herbal Meningkat

Written By dodi on Friday, June 1, 2012 | 5:30 PM

DEKAN Fakultas Farmasi Universitas Pancasila (UP), Wahono Sumaryono mengatakan, saat ini transaksi perdagangan obat-obatan herbal di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir meningkat tajam dari sebelumnya Rp 400 miliar menjadi Rp10 triliun. "Kenaikan herbal per tahun mencapai 20 persen. Sedangkan obat non herbal rata-rata kenaikan antara 11-12 persen," katanya, baru-baru ini di Kampus UP Depok, Jawa Barat.
  Menurut Wahono, obat herbal mulai diminati karena dari sisi ekonomi, keilmuan, dan pemanfaatan potensi tumbuhan, sangat baik. "Penggunaan obat herbal tidak memiliki efek samping, sehingga menarik bagi masyarakat untuk menggunakannya," katanya.
    Hal itu membuat obat herbal naik tajam, dan industri pengolahan obat herbal juga mengalami peningkatan. Apalagi faktor kekayaan nabati yang melimpah di Indonesia.
    Wahono menuturkan, pada tahun 2011 transaksi perdagangan kimia sintetik mencapai Rp43 tiliun, sedangkan industri obat herbal Rp 10 triliun. Melihat tren yang meningkat setiap tahun, ia meyakini industri herbal akan melampaui industri obat kimia yang selama ini mendominasi obat-obatan di Tanah Air. "Saya yakin sewaktu-waktu akan beralih industri herbal akan mendominasi," ungkapnya.
    Ia menilai industri obat herbal di China meningkat tajam sehingga kita perlu belajar dari negara tirai bambu tersebut. "Mereka selalu mendokumentasikan pengobatan herbal dari nenek moyangnya," ujarnya.
    Selain itu, kata dia, ilmu pengetahuan industri herbal di negara yang terletak di asia timur ini semakin diminati, dengan adanya pilihan pengobatan tradisional ataupun pengobatan dengan metode pengetahuan barat.
   Lebih lanjut ia mengatakan, Indonesia mempunyai spesies tumbuh-tumbuhan untuk pengobatan herbal terkaya nomor 2 di dunia setelah Brazil. "Potensi ini sangat memadai untuk menjadikan industri herbal memimpin pasar obat herbal," ujarnya.
   Menurut dia, melesatnya pertumbuhan obat farmasi karena pada 1967 pemerintah memberikan kemudahan untuk mendirikan pabrik obat farmasi sehingga tumbuh subur. "Industri herbal baru-baru ini saja sehingga pertumbuhannya memang lebih cepat dari industri herbal," kata Wahono. WHJ/AKI



   
   
   
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger