' Penggalian Kabel Optik Indosat Memakan Korban Jiwa - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Penggalian Kabel Optik Indosat Memakan Korban Jiwa

Penggalian Kabel Optik Indosat Memakan Korban Jiwa

Written By dodi on Friday, June 1, 2012 | 4:00 PM

INDRAMAYU (LJ) - Pelaksanaan kegiatan Proyek Galian Kabel serat Optik Indosat (kabel FO) menurut informasi dikerjakan tiga perusahaan sepanjang pinggiran ruas jalan Pantura dari wilayah Kecamatan Jatibarang dan Ruas jalan Propinsi wilayah Kecamatan Widasari Indramayu.

Proyek tersebut terkesan asal-asalan alias Siluman. Pasalnya tanpa adanya tanda Papan nama Proyek dan Rambu-rambu lalu lintas. Malah semua para pengguna jalan baik kendaraan roda empat, maupun roda dua, apalagi pejalan kaki merasa terganggu, sehingga sering kali terjadi kecelakaan baik di siang hari apalagi malam hari.

Hal itu akibat adanya tumpukan tanah bekas Lubang Galian sedalam 1,50 M, dengan panjang 1,50 M dan lebar 0,50 M yang berada di pinggiran jalan Pantura. Seperti terjadi Pekan lalu Kamis (17/5), Pukul 10.30 WIB, sebuah kendaraan Truck Engkel Toyota Tarino dengan nomor Polisi B.9726 SQ, yang dikemudikan Kusen melaju dengan kencang dari arah Cirebon tiba-tiba setiba di Desa Pilangsari, mengalami kecelakaan. Truk terjerembab di lokasi Proyek Lubang Galian Kabel yang sedang dikerjakan 2 (dua) orang pekerja.

Menurut keterangan warga dan pekerja (korban) yang selamat kepada LINGKAR JABAR, dirinya ada firasat. Tiba-tiba hendak buang air kecil. Saat berhenti, beberapa menit kemudian terdengar suara keras seperti tabrakan mobil. Ketika melihat mobil itu masuk ke lubang galian. Dirinya merasa terkejut karena masih ada temannya di dalam lubang sedang menggali.

Benar saja, akibat kecelakaan itu, temannya yang berada di dalam lubang kepalanya pecah dan seketika meninggal. Korban terkena bemper truk, bernama Jaja Sudarja asal Karangwangi Sindang Laut Cirebon. Bahkan truk yang terperosok ke lubang juga menghantam warung milik Kardiman yang kebetulan ada seorang Mandor Dana dan Tirnaman pekerja yang sedang istirahat minum. Keduanya ikut tertabrak hingga luka berat bahkan sebelum sampai di Rumah Sakit, salah satu koran luka berat meninggal, sementara Mandor masih hidup kini mengalami luka berat di bagian kakinya patah. Semua korban asal Sindang Laut Cirebon. Ironisnya setelah kejadian kecelakaan Proyek tersebut baru memasang semua tanda pengaman rambu-rambu Lalu Lintas.

Di tempat terpisah dikatakan beberapa pekerja di lokasi itu, mereka menerima pekerjaan tersebut dengan sistem borong yang per meter dibayar Rp 9 ribu sampai terpasang kabel dan sudah ditimbun dengan lubang galian panjang 1,50 meter, Lebar 0,50 meter dan kedalaman 1,50 meter. Dikerjakan 2 hingga 3 orang.

Ketika Lingkar Jabar mengkonfirmasikan bagian Pelaksana Lapangan dan Kontroling, Eko, dirinya tidak bisa memberikan keterangan tentang kegiatan proyek termasuk nama korban. Tapi diterima informasi kegiatan proyek oleh tiga perusahaan dalam satu galian, Telkom, IM3 dan XL. "Sekarang kasus kecelakaan sudah ditangani Laka Lantas Polres Indramayu jadi silahkan nama – nama korban ke Polres. Sedangkan jaminan kesejahteraan dari perusahaan telah dipenuhi. Adapun nilai biaya tidak bisa disebutkan," kata Eko.YUS       


Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger