' Pendidikan Murah di SMKN 1 Pacet, Berstatus RSBI dan ISO - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Pendidikan Murah di SMKN 1 Pacet, Berstatus RSBI dan ISO

Pendidikan Murah di SMKN 1 Pacet, Berstatus RSBI dan ISO

Written By dodi on Friday, June 1, 2012 | 2:30 PM

CIANJUR (LJ) - Meski bersatus Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) dan mendapat pengakuan ISO, tetapi SMKN 1 Pacet tidak memberikan biaya yang mahal kepada siswanya. Terbukti, pada penerimaan siswa baru tahun ajaran 2012/2013 sekarang, sengaja pihak sekolah menurunkan biaya UDT. Padahal di Kabupaten Cianjur, hanya SMKN 1 Cianjur yang menyandang berbagai predikat terbaik, dan kualitas lulusan yang bagus.

Hal tersebut dikatakan Akib Ibrahim, Kepala Sekolah SMKN 1 Pacet, kepada LINGKAR JABAR kemarin. Menurut dia, ada beberapa sekolah yang sama berpredikat RSBI dan memperoleh pengakuan ISO, tetapi untuk masuk ke sekolah tersebut biayanya sangat tinggi.
“Kami yakin meski biaya masuk sekolah kami tidak mahal, soal kualitas berani diadu. Terbukti selama ini lulusan sekolah kami diterima bekerja diberbagai perusahaan di Cianjur, Bandung, Bogor, Jakarta, bahkan di Mancanegara, terus kami sering menyabet berbagai penghargaan," kata Akib.

Seabreg penghargaan yang disabetnya, papar Akib, seperti yang baru saja diraih, mendapat juara pertama pada pameran di Jakarta, mendapat juara kedua pada pameran di Bandung, mendapat piala Adiwiasa, mendapat status sekolah sehat, dan lain-lainnya.

Tidak hanya sekolah dan muridnya yang berprestasi, tapi berkat keseriusannya itu akhirnya mencatatkan dirinya sebagai satu satunya Kepala Sekolah di Jawa Barat yang mendapatkan Penghargaan Satya Lencana Pendidikan sebagai Kepala Sekolah berprestasi dan dedikasi luar biasa tingkat nasional tahun 2011, yang diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 30 September 2011 lalu.

Penghargaan yang hanya diraih oleh lima orang se Indonesia itu diserahkan oleh Presiden Yudhoyono pada puncak hari ulang tahun (HUT) ke-66 Persaatuan Guru Republik Indonesi (PGRI) di Sentul International Convention Center. "Jelas Bangga, apalagi sekolah kami kan di kampung tapi bisa di hargai. Paling tidak ini menunjukkan bahwa lokasi sekolah dipinggiran ternyata bisa bersaing dengan yang ada di kota," kata Akib.

Dilanjutkannya, salah satu guru baru-baru ini, Nandang J, salah seorang tenaga pengajar di SMKN 1 Pacet, mendapat predikat guru berprestasi tingkat Kabupaten Cianjur. Bahkan Nandang rencananya akan mewakili Kabupaten Cianjur ke Provinsi bahkan pusat.

“Tidak sembarang guru bisa mendapat predikat guru berprestasi, selain guru tersebut bisa inovasi, wawasan luas, kebetulan Nandang, seperti itu, dia inovasi dengan produk-produk khas SMKN 1 Pacet, misalnya kripik daun singkong dan kripik wortel, terus dia bisa mengantarkan siswa untuk berwirausaha, kemampuan seperti itu sangat sulit ditemui,” ujar Akib.

Pihaknya, lanjut Akib, tidak melulu berkutat masalah uang, pasalnya SKMN 1 Pacet, tetap menerima siswa yang tidak mampu, untuk memenuhi kuota 20% RSBI bagi siswa yang tidak mampu. “Ada siswa yang 100% dibantu dalam urusan biaya, ada yang 75%, ada yang 50%, ada yang 25% saja, itu tergantung dari keadaan ekonomi orangtua siswa, bahkan Uang Dana Bulanannya pun terbilang relatif murah yaitu Rp. 50ribu perbulan untuk siswa yang tidak mampu,” kata dia.

Untuk tahun ajaran ini, ujar Akib, sekolah hanya menargetkan sebanyak 400 siswa baru dengan enam jurusan, seperti jurusan, Agro Bisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Teknologi Pengelolaan Hasil panen, Akomodasi perhotelan, Usaha perjalanan wisata, Jasa Boga, dan Teknik Jaringan Komputer.

“Orangtua harus bisa mendesain masa depan anaknya, kalau memang keuangan tidak mampu, lebih baik sekolahkan anak ke SMK, tetapi lihat dulu SMK yang bagaimana, carilah yang biaya murah tapi kualitasnya bagus,” katanya.

Lina, salah seorang alumni SMKN 1 Pacet yang pernah bekerja di negara Jepang, menuturkan, kalau dirinya merasa bangga bisa sekolah di SMKN 1 Pacet. Pasalnya, Lina pernah magang bekerja di Jepang, dan sekarang Lina bisa mendirikan rumah makan Jepang di Jakarta. “Ilmu tersebut saya dapat dari para pengajar di SMKN 1 Pacet, hingga atas bantuan sekolah, saya bisa magang di Jepang, dan ketika pulang ke Tanah Air, saya bisa berwiraswasta.”katanya. (RUS)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger