' PDAM Sedot Air Bendungan, Sawah Petani Terancam Kering - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » PDAM Sedot Air Bendungan, Sawah Petani Terancam Kering

PDAM Sedot Air Bendungan, Sawah Petani Terancam Kering

Written By dodi on Monday, June 18, 2012 | 5:39 PM

KAB.CIREBON (LJ)-Sejumlah kuwu dan petani yang berada di wilayah Kecamatan Gempol, Ciwaringin, Arjawinangun dan Susukan kabupaten Cirebon dibuat geram, mereka merasa dirugikan oleh keberadaan pipa PDAM Sumber, yang telah menyedot air irigasi dari Bendungan welahar dengan debit air mencapai 20 liter / detik. AKibatnya, sawah-sawah di 4 kecamatan terancam kekeringan dan gagal panen.
    Para petani dan sejumlah kuwu mengancam, bila dalam waktu dekat ini, PDAM dan pemerintah kabupaten Cirebon tidak segera menghentikan perbuatan itu, mereka akan mengambil tindakan tegas dengan menutup sluan pipa tersebut.
    “Kami butuh realisasi bukan janji-janji dan kami menolak segala bentuk kordinasi dari PDAM maupun Pemda kabupaten Cirebon, pipa PDAM harus ditutup,“ jelas warga petani kepada LINGKAR JABAR, kemarin.
    Keberadaan pipa PDAM yang sengaja mengambil ari dari Bendungan Welahar, meski sifatnya ujicoba tetapi sudah menimbulkan kerugian buat petani, apalagi sekarang ini sudah mendekati musim kemarau." Dalam musim tanam tahap kedua saja, kami sudah kekurangan air," ujar para petani disela-sela acara pertemuan petani dan kuwu-kuwu 4 kecamataan di kantor kuwu desa Winong kecamatan Gempol,kemarin.
    Menurut para petani, pihak PDAM sudah melanggar perjanjian yang dalam ujicoba hanya melakukan kegiatan selama 4 s/d 5 jam perhari, ternyata justru sampai 24 jam per harinya. “Kalau begini terus, kami para petani bisa bangkrut dan bisa jadi tidak makan pak . Soalnya, bila kekurangan air, maka kami tidak dapat mengolah sawah," ujar Tasari petani asal desa Bringin kecamatan ciwaringin dan H.Sarkiya petani asal desa winong kecamatan gempol.
    Hal senada juga di sampaikan, Parmo, Kaur Ekbang (Raksa Bumi), Desa Galagamba Kecamatan Ciwaringin kepada LINGKAR JABAR. Menurut dia, untuk wilayahnya saja, seluas 85 hektar sawah petani terancam kekeringan, dan dipastikan mengalami gagal panen. "Saya sebagai Raksa Bumi,sering menjadi sasaran kemarahan para petani, saya di kejar-kejar para petani karena telah di tuding tidak bisa mengatur air," ujar Parmo.
    Oleh sebab itu, dia berharap, pemerintah mau memperhatikan rakyatnya para petani khususnya di desa Galagamba maupun desa-desa diwilayah lainnya.
    "jujur saja, kami sempat dibuat sakit hari oleh perlakuan PDAM maupun dinas PSDA dan dinas terkait lainnya. Mereka, bukannya bertemua langsung dengan rakyat petani, tapi justru berteriak-teriak melalui koran. Padahal sebelumnya, mereka sudah diperingatkan untuk melakukan kordinasi dengan para petani, tetapi malah diabaikan begitu saja," ujar Tasripun, Kuwu Desa Geyongan, kec Arjawinangun kepada LINGKAR JABAR di dampingi Marsono kuwu desa winong kec.gempol dan beberapa kuwu-kuwu lainnya.
    Sementara saat berlangsungnya acara dialog dibalai desa Winong, Kecamatan Gempol, sempat diwarnai aksi penolakan atas kehadiran Dirut PDAM Kabupaten Cirebon, Ir.H. Nasija. belum saja Nasija memasuki pintu aula, para petani langsung berteriak menolak dan menyuruh direktur utama itu pulang kembali.
    ”Untuk apa dia datang, tolong suruh dia pulang lagi. Kami tidak butuh penjelasan-penjelasan dari dia lagi, yang Kami butuhkan adalah air untuk sawah Kami,” tegas Kuwu Geyongan Tasripun, Kecamatan Arjawinangun Kab. Cirebon.
    Dalam dialog itu, enam Kuwu yang hadir dari beberapa kecamatan mewakili masyarakatnya dan para petani yang hadir secara tegas menyepakati memberi  dua opsi kepada PDAM yang disampaikan kepada Camat Gempol, Drs. Aab  Abdullah. Opsi pertama,jika PDAM bisa memberi solusi yang tidak merugikan petani, maka PDAM jalan terus (diperbolehkan mengambil air disaluran irigasi tersebut).
    Kapolsek Gempol, Kompol.I N.Wiguna Y, yang hadir dalam dialog turut andil memberi pengarahan guna meredam emosi para petani.”Saya tegaskan disini agar dalam menyampaikan aspirasi ini masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban. masyarakat jangan sampai bertindak anarkis dan main hakim sendiri, Kita harus tetap tertib hukum. Aspirasi masyarakat dengan situasi dan kondisi seperti ini akan Kami sampaikan ke Kapolres Cirebon guna mencari solusi terbaik,” ujar Kapolsek.LIL/WAS/IIS/C.12
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger