' Oknum Disdik Diduga Catut LPMP Jabar Terbitkan 18000 Kartu NUPTK - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » , » Oknum Disdik Diduga Catut LPMP Jabar Terbitkan 18000 Kartu NUPTK

Oknum Disdik Diduga Catut LPMP Jabar Terbitkan 18000 Kartu NUPTK

Written By dodi on Monday, June 11, 2012 | 12:48 PM

CIANJUR (LJ) Oknum kepegawaian Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cianjur, diduga mencatut nama Lembaga Peningkatan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Barat dan Kementerian Pendidikan Nasioanal untuk menerbitkan 18.000 kartu Nomor Unik Pendidikan Tenaha Kerja (NUPTK).Kartu tersebut, diduga asli tapi palsu.
    Informasi yang diperoleh LINGKAR JABAR menyebutkan, terungkapnya kasus ini bermula ketika tenaga sukarelawan (sukwan) guru berbondong-bondong membuat kartu NUPTK yang diterbitkan oknum Disdik Kabupaten ke kantor Pusbindik di tiap kecamatan, dengan biaya sebesar Rp25 ribu per kartu dan sebagian dana yang terpungut disetor ke LPMP Jabar.
    “Karena takut dipersulit menjadi tenaga honor nasional dan menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS), jadi sewaktu saya mendengar ada validasi, dimana para sukwan ataupun PNS wajib memiliki kartu Id Card, langsung saja sayamembuat kartu tersebut di kantor Pusbindik kecamatan dengan biaya Rp 25 ribu,”kata salah seorang tenaga sukwan yang tidak mau disebutkan identitasnya kepada LINGKAR JABAR, kemarin.
    Kartu tersebut ujar dia, gunanya untuk mempermudah kalau ada pengurusan surat-surat kelengkapan kepegawaian, tetapi kalau tidak mempunyai kartu tersebut, lanjutnya, tenaga sukwan akan dicoret dari data base. “Keinginan saya untuk menjadi CPNS, sehingga saya bersama dengan rekan-rekan segera membuat kartu NUPTK tersebut ke Pusbindik,”ujar dia.
    Ketua Forum Masyarakat Cerdas Cianjur (FMC2), R. Saudin, ketika LINGKAR JABAR menanyakan hal tersebut, terkejut dengan ulah oknum kepegawaian Disdik Kab. Cianjur. “Sungguh keterlaluan oknum tersebut, mencari keuntungan pribadi dengan menerbitkan kartu NUPTK yang tidak ada gunanya itu, bayangkan kalau jumlahnya sampai 18000 berarti hamper setengah milyar lebih, untuk apa duit tersebut, apalagi sampai menjual nama LPMP dan Kementerian Pendidikan Nasional, wah itu sudah pidana,”kata Saudin ketika ditemui di rumahnya, Minggu (10/6).
    Pihaknya meminta agar Disdik Kab. Cianjur segera mengembalikan uang yang dipungut untuk Kartu NUPTK kepada yang bersangkutan, dan meminta agar Kejaksaan Negeri Cianjur dan Kepolisian memeriksa oknum kepegawaian Disdik Cianjur.
    Sebelumnya Kepala seksi PSI LPMP Jabar, Frans Mase Pakpahan, ketika dikomfirmasi LINGKAR JABAR, Jum’at (8/6), mengaku tidak tahu menahu tentang penerbitan kartu NUPTK apalagi sampai disetor ke salah satu oknum LPMP. “Tidak benar LPMP Jabar menerbitkan kartu NUPTK, apalagi menerima setoran pungutan yang terkumpul,”bantah Frans, ketika ditemui di kantornya.
    Frans mengaku, LPMP tidak pernah mengintruksikan atau mendapat pemberitahuan mengenai kartu NUPTK. “Kalau sudah mencatut nama LPMP dan Kementerian Pendidikan Nasional, berarti itu tindakan pidana, Polisi atau pun Kejaksaan bisa memeriksa dan menangkap oknum tersebut, lagian kartu itu tidak ada gunanya kok,”tegasnya.
    Salah seorang staff Kepegawaian yang menangani NUPTK, Unang, ketika dikomfirmasi di rumahnya, Sabtu (9/6) mengatakan kalau masalah ini harus dibicarakan di kantor. “Silahkan datang saja hari Senin, kita bicarakan nanti dengan Kasubag Kepegawaian,”katanya singkat. (RUS)
   
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger