' Nikmati Teater Blantek dari Bogor - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Nikmati Teater Blantek dari Bogor

Nikmati Teater Blantek dari Bogor

Written By dodi on Tuesday, June 19, 2012 | 4:11 PM

MALAM Mingguan mengikuti perkembangan zaman dan budaya. Biasanya para muda-mudi telah bersiap diri. Berpakaian rapi hendak menyaksikan seni pertunjukan tradisional Jawa Barat dari daerah Bogor. Yakni kesenian Teater Rakyat, di antaranya yang cukup dikenal adalah "Blantek".

Seni Blantek di daerah Bogor ini termasuk rumpun seni tipeuh, maka disebut juga topeng Blantek. Maksudnya adalah campur aduk, tidak karuan, tidak semestinya atau masih dalam tahap belajar. Selain itu ada juga yang menyebutkan bahwa Blantek itu akronim dari Blan dan Tek. Blan asal kata dari musik rebanan yang dipergunakan untuk mengiri seni Blantek. Sedangkan tek asal kata dari kotek nama salah satu rebana pada alat musik kesenian tersebut.

Blantek dalam arti tidak karuan campur aduk dan tidak semestinya didasari oleh anggapan bahwa kesenian ini dalam penyajiannya memasukkan unsur-unsur kesenian lain seperti rebana, ketuk tilu, dan topeng. Demikian pula bentuk kesenian ini tidak jauh berbeda dengan topeng yang berada di Cisalak.

Kedua pengertian Blantek topeng Blantek meliputi beberapa tahapan. Tahap pertama berupa pembacaan dzikir atau puji-pujian yang diiringi rebana biang yang disajikan pada acara-acara ritual agama Islam di daerah Pondok Rajeg Ciseeng, Bojong Gedeh, Ciganjur, Bintaro, Sawangan dan Parung Bogor. Tahap kedua masuknya tari Blanggo atau Pencak Silat Betawi dan Gisauw (Pencak Cina). Dengan masuknya unsur pencak tersebut membuat kesenian Blantek tidak lagi hanya dipertunjukan pada acara ritual agama islam, tapi dipentaskan juga pada acara-acara hajatan.

Tahap ketiga masuk ronggeng topeng dengan tujuan membuat daya tarik pertunjukan. Topeng yang dimasukkannya kedalam kesenian ini merupakan tiruan dari topeng Cisalak yang hanya diambil ronggeng topengnya saja atau kembang topeng. Dengan masuknya unsure tari dan topeng maka lagu-lagunya semakin bertambah banyak. Tahap keempat masuk unsur bodor yang menampilkan lakon-lakon pendek yang tidak utuh.

Dengan masuknya unsur-unsur kesenian lain seperti tersebut diatas kedalam kesenian ini sehingga membentuk kreasi yang seperti itu. Maka karena hal tersebutlah dinamakan kesenian Blantek atau seperti Topeng Blantek.

Kesenian Blantek dewasa ini telah banyak dipengruhi oleh kesenian POP dan Dangdut. Masuknya musik POP dan Dangdut ini tidak hanya berupa lagu-lagu tapi juga alat musiknya. Demikian pula tari Jaipongan.

Secara keseluruhan pertunjukan Blantek dengan urutan, adanya penyajian dzikir dan puji-pujian. Lagu-lagu puji-pujian dan dzikir diiringi instrumen musik rebana. Lagu-lagu ini syairnya menggunakan bahasa Arab yang berisi tentang pujian kepada Alloh SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Selanjutnya penyajian lagu gending jiro. Lagi ini merupakan lagu-lagu pujian dengan musik iringan tari Blantek. Selesai penyajian lagu jiro dilanjutkan dengan penyajian tari Blantek, jail-jali dan lenggang kangkung. Selain itu ditampilkan juga lagu-lagu ketuk tilu dan kliningan termasuk lagu-lagu kreasi baru. Pada jaman sekarang ditampilkan juga lagu-lagu dangdut.

Berikutnya penyajian tari Blantek dan ronggeng topeng yang gerakannya bersumber dari tari topeng badawa dan ketuk tilu. Sebagai puncak pertunjukan ditampilkan cerita komedi. Cerita-cerita yang sering ditampilkan adalah Prabu Zulkarnaen dan Ngarah Barni.

Alat musik yang dipergunakan dalam pertunjukan Blantek adalah Rebana (Biang, Katek dan Kebuk), Kendang, Jihan/Rebab, Kecrek dan Goong. Pada jaman sekarang ditambah dengan alat musik diantonis seperti Gitar melodi, Bas dan Keyboard.WEB/ALI
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger