' Neneng, Pintu Masuk Membongkar Banyak Praktik Korupsi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Neneng, Pintu Masuk Membongkar Banyak Praktik Korupsi

Neneng, Pintu Masuk Membongkar Banyak Praktik Korupsi

Written By dodi on Thursday, June 21, 2012 | 1:36 PM

Terlepas apapun anggapan sejumlah pihak, keberhasilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Neneng Sri Wahyuni, tersangka kasus korupsi pengadaan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di lingkungan Kemenakertrans, Patutlah dipuji. Bukan hanya karena penangkapan itu mengakhiri kerja keras KPK memburunya selama hampir setahun, tetapi Neneng juga adalah sosok sangat penting dalam hiruk-pikuk kasus korupsi sejumlah proyek kakap yang selama ini menjadi sorotan publik.

Sebagai istri M Nazaruddin yang berperan sentral dalam beberapa kasus korupsi proyek pemerintah, Neneng tentu memiliki banyak informasi berharga seputar seluk-beluk praktik korupsi berbagai proyek itu. Informasi tersebut sungguh berharga karena minimal bisa melengkapi atau menguatkan pengakuan dan keterangan Nazaruddin kepada penyidik KPK maupun di dalam proses persidangan. Bahkan karena ikut mengendalikan PT Anugerah Nusantara perusahaan Nazaruddin yang berperan besar dalam menggarap proyek-proyek pemerintah secara patgulipat jelas Neneng tahu persis praktik korupsi itu.

Karena itu, publik sangat berharap proses hukum tidak menempatkan Neneng sekadar sebagai orang yang membantu pelaku korupsi. Proses hukum justru harus menempatkan Neneng sebagai aktor penting di balik korupsi proyek-proyek kakap pemerintah, di samping Nazaruddin, Mindo Rosalina Manulang, Wafid Muharam, dan lain-lain. Artinya, proses hukum terhadap Neneng jangan sampai menjadi antiklimaks atas petualangannya menjadi buron selama ini sampai ditangkap KPK.

Proses hukum terhadap Neneng sudah semestinya bisa membuat terang-benderang praktik korupsi proyek-proyek kakap pemerintah, seperti proyek wisma atlet, proyek PLTS, proyek Hambalang, juga proyek pengadaan rumah sakit di sejumlah perguruan tinggi negeri. Itu sungguh penting terutama karena proses hukum kasus-kasus korupsi itu belum sepenuhnya tuntas. Bahkan proses hukum kasus korupsi proyek pengadaan rumah sakit, misalnya, belum bergulir hingga ke tahap pengadilan. Kasus tersebut baru menjerat tersangka, yaitu mantan anggota DPR Fraksi Partai Demokrat Angelina Sondakh. Sementara kasus proyek Hambalang baru dalam tahap penyelidikan.

 Sejumlah nama besar disebut-sebut ikut terlibat, entah dalam sebuah proyek maupun dalam beberapa proyek itu sekaligus. Sebut saja, antara lain, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam proyek Hambalang. Namun sejauh ini, tokoh-tokoh seperti Anas belum tersentuh. Proses hukum belum dapat menjamah mereka. Mungkin karena KPK belum memperoleh fakta hukum yang meyakinkan. Keterlibatan mereka baru sebatas tergambar terutama lewat penuturan Nazaruddin suatu hal yang amat mudah dipatahkan dengan dalih fitnah atau bahkan ilusi.

Jadi, KPK harus menjadikan Neneng sebagai kunci untuk membongkar lebih dalam praktik korupsi proyek-proyek pemerintah yang telah terungkap ke ranah publik. Keterangan Neneng harus bisa melengkapi sekaligus memperkuat dan memperjelas serangkaian pengakuan Nazaruddin ihwal praktik korupsi proyek-proyek pemerintah ini. Publik sangat berharap keterangan Neneng kepada penyidik KPK juga dalam proses persidangan nanti bisa membuat pengakuan Nazaruddin sama sekali bukan fitnah ataupun ilusi. Dengan demikian, KPK punya pijakan untuk memproses tokoh-tokoh yang diduga terlibat entah mereka yang sudah disebut Nazaruddin maupun yang belum terungkap.

Lebih jauh lagi, KPK juga harus menjadikan Neneng sebagai pintu masuk untuk membongkar semua kasus persekongkolan dalam penyusunan anggaran di DPR yang bukan saja melibatkan wakil-wakil rakyat, melainkan juga kalangan pejabat pemerintah maupun pengelola proyek. Sekali lagi, Neneng tentu memiliki banyak keterangan atau bahkan bukti berharga tentang itu. Dipadukan dengan keterangan Nazaruddin dan aktor-aktor lain di persidangan, keterangan Neneng niscaya bisa membongkar semua persekongkolan yang menjadi hulu praktik korupsi proyek-proyek pemerintah selama ini. Semoga...
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger