' MUI Tolak Sosialisasi Kondom, BKKBN Dukung Menkes - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » » MUI Tolak Sosialisasi Kondom, BKKBN Dukung Menkes

MUI Tolak Sosialisasi Kondom, BKKBN Dukung Menkes

Written By dodi on Thursday, June 28, 2012 | 8:00 AM

BANDUNG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menilai rencana sosialisasi alat kontrasepsi kondom oleh Kementerian Kesehatan dan jajaran Kesehatan di Pemerintahan Daerah tidak tepat sasaran. Menurut MUI, sosialisasi kondom tersebut malah hanya akan menimbulkan kemaksiatan di kalangan yang belum tepat atau terjadi penyalahgunaan kondom oleh kalangan remaja atau kaum hidung belang.

"Kondom itu hanya digunakan pasangan suami istri resmi, karena fungsinya sebagai alat kontrasepsi maka kondom digunakan untuk menekan angka kelahiran. Kalau di luar alat kontrasepsi, itu malah akan menimbulkan kemaksiatan," kata Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar saat ditemui di Sekretariat MUI Jabar Jalan RE Martadinata Kota Bandung, Rabu (27/6).

Dikhawatirkan, nantinya sosialisasi yang tidak tepat guna tersebut hanya akan mendorong tumbuhnya kegiatan seks bebas dan penyebaran penyakit HIV-AIDS karena adanya kesalahan dalam menangkap persepsi di masyarakat, terutama pelajar. "Apalagi jika kena pelajar. Jadi ada peluang pemakaian kondom. Saya lihat disini pemerintah memang ingin menghilangkan atau mengurangi pergaulan bebas, tapi nyatanya hanya akan melahirkan penyakit," tutupnya.

Sebelumnya, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat menyatakan tidak mempermasalahkan rencana Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi, yang mengkampanyekan penggunaan kondom karena bukanlah termasuk ke dalam barang haram. "Selain itu kondom itu merupakan bagian dari program pemerintah yakni program Keluarga Berencana (KB)," kata Sekretaris BKKBN Jawa Barat Saparudin Hidayat, Selasa (26/6).

Saparudin menuturkan tidak ada yang salah dari pernyataan Menkes soal kampanye penggunaan kondom karena bagian dari upaya pemerintah untuk menghindari lonjakan angka kelahiran terutama untuk pasangan usia subur. "Jadi apa yang salah dari pernyataan tersebut. Menurut kami tidak ada yang salah dari ucapan Menkes," katanya.

Terkait pro dan kontra pernyataan Menkes itu, dia memiliki pandangan sendiri yakni hal itu bisa disikapi secara positif.
"Ambil saja sisi positifnya. Bagi kita sendiri pandangannya gimana, oke boleh gratis. Tapi tinggal bagaimana orang menyikapi kondom itu," ujarnya.

Ia mengatakan apakah kondom mau dipakai di jalan benar atau dipakai di jalan salah, hal tersebut semua kembali kepada pribadi masing-masing. "Artinya apakah mau dipakai ke jalan yang benar atau salah," kata dia seraya menambahkan bahwa pihaknya tidak mengetahui secara teknis bagaimana nantinya pemerintah menyosialisasikan kondom itu.

Akan tetapi, dia juga mengatakan bahwa penyebaran dan sosialisasi kondom dapat tepat sasaran dan sistem yang tertata seperti yang dilakukan oleh BKKBN Jabar. "Sistemnya sudah tertata. Dari pemerintah provinsi hingga ke pemkab/pemkot dan bahkan ke klinik KB. Jadi kita tidak bagikan sembarangan," ujarnya. FER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger