' Muhammadiyah Tidak Terlibat Dalam Politik Praktis - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Muhammadiyah Tidak Terlibat Dalam Politik Praktis

Muhammadiyah Tidak Terlibat Dalam Politik Praktis

Written By dodi on Friday, June 22, 2012 | 3:43 PM


BANDUNG - Tanwir Muhammadiyah yang digelar di Kota Bandung mulai Kamis (21/6) hingga Minggu (24/6) mendatang secara resmi dibuka oleh Wakil Presiden Boediono. Gegap gempita Tanwir ormas Islam terbesar kedua di tanah air itu pun diwarnai isu akan adanya kebulatan tekad dari peserta tanwir untuk mendukung Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin menjadi calon presiden atau wakil presiden (capres-cawapres).

Namun hal itu dibantah Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin. Dia menegaskan tidak ada agenda pencapresan dirinya dalam tanwir. "Itu (pencapresan -red) bukan jadi agenda Tanwir," kata Din usai acara pembukaan Tanwir Muhammadiyah di Gedung Merdeka, Kota Bandung. Ia menyatakan, Muhammadiyah tidak akan terlibat dalam politik praktis. Sehingga dalam Tanwir tidak ada agenda pembahasan capres ataupun politik praktis.

"Konsen kami bukan itu. Makanya kami tidak bicarakan itu dan kami tidak terlibat dalam politik praktis," tegasnya. Namun ia tidak mengelak jika dalam Tanwir akan dibahas bagaimana sosok pemimpin yang cocok untuk Indonesia ke depan. "Penting sekali adanya pemimpin yang visioner, yang hadir menyelesaikan masalah, menggerakkan masyarakat, dan sebagai pencipta solidaritas yang mengayomi seluruh elemen dan komponen bangsa," paparnya.

Namun ia kembali menegaskan bahwa Muhammadiyah bukan dalam posisi yang dapat mencalonkan anggotanya sebagai capres. "Muhammadiyah tidak terlibat dalam politik praktis, tidak berada pada posisi yang dapat mencalonkan atau mendukung seseorang. Kita tahu diri," ujar tokoh lintas agama yang kerap berseberangan sikap dengan berbagai kebijakan Pemerintahan SBY itu.

Din mengatakan, Tanwir akan membahas banyak hal mulai dari sosial, politik dan ekonomi. Tak hanya membahas perbaikan internal, Tanwir juga jadi ajang untuk mencari solusi perbaikan bangsa. "Tanwir ini akan menumbuhkan pencerahan Muhammadiyah dalam pendekatan partisipatif. Kita akan berpartisipasi dalam membangun bangsa dan negara ini," katanya.

Sebab saat ini menurutnya banyak sekali permasalahan bangsa. Dan hal itu jelas perlu diperbaiki untuk memperbaiki seluruh aspek kehidupan masyarakat. Lewat Tanwir, diharapkan ada solusi nyata yang bisa direalisasikan. Salah satu hal yang menjadi perhatian Muhammadiyah saat ini adalah karena Indonesia masuk dalam daftar negara gagal yang dirilis PBB belum lama ini. Peringkat Indonesia semakin maju dari posisi 63 menjadi 62.

"Masalah-masalah itu yang kita hadapi yang memprihatinkan kami dari Muhammadiyah. Dan perlu ditegaskan, bahwa Muhammadiyah bukan berwatak pengeluh, tapi justru ingin tampil ikut menyelesaikan masalah sesuai gerakan Muhammadiyah sebagai gerakan pencerahan, membebaskan, memberdayakan dan memajukan masyarakat," ungkap Din. FER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger