' Menyantap Surabi Durian - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Menyantap Surabi Durian

Menyantap Surabi Durian

Written By dodi on Tuesday, June 19, 2012 | 4:04 PM

RASANYA tak akan terlupakan. Kuliner tradisonal Surabi atau serabi. Salah satu makanan khas Sunda yang terbentuk seperti pancake namun lebih kecil, dan dibuat dari tepung terigu. Menjadi khas dari surabi isinya yang segala macam rasa, salah satunya durian.

Di Kedai Surabi milik Iwan berlokasi dekat pusat perbelanjaan Eka Lokasari dan menuju ke arah Sukasari, surabi diisi dengan durian, menjadikan usaha Iwan dipadati kaum muda-mudi Bogor untuk melepas lelah sembari mengemil jajanan ringan dan bercengkrama dengan kawan. Memang cukup menguntungkan dan dapat bersaing dengan penjual surabi lain.

Iwan mengawali usaha surabi ini sudah lama, berawal dari tempat kedai yang kecil tapi ternyata banyak peminat. “Ternyata surabi duren ini banyak diminati dan banyak yang ikut coba usaha surabi duren, saya yang pertama kali usaha surabi duren ini di Bogor,” kata Iwan di kedainya Jalan Sukasari I, Pajajaran, Bogor.

Dengan bermodalkan tenda sederhana yang terletak di pinggir jalan raya juga alat-alat masak tradisional yang terbuat dari tanah liat serta kursi juga meja yang tidak terlalu banyak, namun surabi duren ini tetap dibeli walau pembelinya rela makan di pinggir trotoar jalan jalan raya.

Tak heran jika setiap hari 3 – 4 karung arang dengan berat total kurang lebih 70 kg dihabiskan untuk pembuatan surabi ini. Salah satu kunci rasa dari surabi ini ditentukan oleh bara yang harus selalu menyala tak boleh padam, untuk itu semua kru dari tempat ini sudah tanggap jika bara api hampir padam, arang pun segera dimasukkan.

Cara pembuatan surabi ini tak beda dengan jenis surabi lainnya. Bahan dasarnya juga sama, tepung beras dipadu dengan santan yang dibuat adonan. Yang membedakan adalah toppingnya saja. Rasa dari surabinya juga gurih, mungkin ini yang membuat penikmat makanan ringan ini rela untuk mengantri.

Kedai Surabi Iwan menyediakan berbagai macam rasa dan isi. Salah satu surabi andalan adalah surabi durian. Perpaduan rasa manis dari fla dan gurih yang dicampur dengan durian, membuat rasa khas ketika suapan surabi durian tiba di mulut anda.

“Surabi durian yang saya tampilkan disini memang hanya surabi disertai dengan lapisan vla durian, tidak ada penambahan daging durian. namun rasanya boleh diadu, dengan harga yang cukup variatif berkisar dari Rp.4000-Rp.8000 tergantung topping yang anda pilih,” ujar Iwan.

Tapi bagi anda yang tidak menyukai durian, anda tidak perlu khawatir, karena kedai ini masih menyediakan berbagai macam surabi. Ada surabi oncom mayonnaise, sosis telur, ayam keju, coklat keju, pisang, dan masih ada 69 jenis surabi yang ditawarkan.

Banyak para pembeli lebih menyukai topping berasa asin seperti topping dengan sosis dan mayonaisenya yang sedapnya sampai ke ubun-ubun, yang rasanya lebih pas bila disandingkan dengan surabi. Tapi bagi pencinta durian, tentu tidak dapat berkilah dari godaan vla durian yang cukup manis dan ngeblend dengan pelengkap lain seperti coklat maupun keju.

“Selain surabi, juga dapat mencicipi colenak (tape/peuyeum dengan taburan aneka topping) maupun roti bakar bahkan jajanan seperti siomay/batagor. Cukup kenyang dan praktis untuk menemani sore maupun malam anda,” pungkasnya.ALI

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger