' Menteri Ingatkan BUMN Jaminan Rendemen Minimal - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Menteri Ingatkan BUMN Jaminan Rendemen Minimal

Menteri Ingatkan BUMN Jaminan Rendemen Minimal

Written By dodi on Friday, June 1, 2012 | 4:30 PM

KABUPATEN CIREBON (LJ) - Jaminan rendemen minimal sangat penting. Sebab tidak akan ada lagi petani yang merasa ditipu pabrik. Artinya, rendahnya rendemen yang diakibatkan ketidakefisienan sebuah pabrik gula tidak lagi dibebankan kepada petani tebu.

Hal itu ditegaskan Menteri BUMN RI, Dahlan Iskan saat menghadiri giling perdana tahun 2012 di Pabrik Gula Rajawali Sindanglaut, Kecamatan Lemahabang, Cirebon, baru-baru ini.

Bahkan menurutnya, pemberlakuan rendemen minimal itu, mau tidak mau manajemen pabrik gula akan lebih disiplin. Di satu sisi, dalam aturannya diterangkan Dahlan, Direksi PTPN kini sudah diberi keleluasaan untuk memilih personil yang terbaik untuk memimpin pabrik gula. Maka tidak terbelenggu oleh aturan lama, bahwa untuk memimpin pabrik gula harus sudah pernah menjabat jabatan-jabatan tertentu di berbagai bidang dan jenjang.

"Ternyata, setelah saya cek, peraturan tersebut hanyalah peraturan direksi. Karena itu saya minta peraturan tersebut diubah. Dengan demikian kini direksi bisa lebih banyak pilihan untuk mengangkat seorang kepala pabrik (disebut Adm). Tenaga-tenaga yang potensial di PTPN tidak lagi terlalu lama antre yang ketika antrean sudah dekat usianya sudah terlalu tua," jelasnya.

Sebelumnya, Meneg BUMN Dahlan Iskan menyempatkan mampir di kantor Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) DPD Jawa Barat. Diterima langsung Ketua DPD APTRI Jawa Barat H Anwar Asmali. Kemudian, Dahlan Iskan dengan menyetir sendiri mobilnya menuju PG Rajawali Sindanglaut untuk melihat proses giling tebu perdana tahun 2012 dan juga berdialog langsung dengan para petani tebu.

Di dalam pabrik, Dahlan Iskan didampingi H Anwar Asmali secara simbolik menaruh tebu-tebu yang akan diproses giling, dan kemudian melihat proses giling tebu dari mulai proses memasukkan tebu sampai menjadi gula. Selain itu juga melihat ruang proses pembuatan uap sebagai sumber energi yang menggerakkan seluruh mesin-mesin pabrik gula tersebut.

Seusai meninjau keseluruhan pabrik, Dahlan Iskan melakukan dialog langsung dengan para petani tebu yang ada di sekitar Cirebon. Dalam dialog tersebut, para petani tebu lebih banyak mengemukakan masalah rendemen, revitalisasi pabrik yang sudah berusia sangat tua dan standar harga gula yang tidak cenderung naik.

Menanggapi pertanyaan petani mengenai revitalisasi pabrik, dirinya tidak begitu saja menyetujui. Pihaknya ingin mengetahui hasil perbedaan rendemen dari tahun ke tahunnya, apakah ada peningkatan atau tidak. Bahkan Meneg BUMN lebih megutamakan revitalisasi manajemen pabriknya dahulu. Sebab telah menjadi acuan, pabrik lama dengan manajemen yang baik bisa meningkatkan rendeman.

“Bila orang-orang yang duduk mengelola pabrik adalah orang-orang yang tidak bisa dipercaya, meskipun pabrik dilakukan revitalisasi maka pabrik akan hancur. Rendemen bukan ditentukan oleh pabrik, namun yang lebih menentukan adalah bagaimana para petani mengelola tebunya dengan baik, meskipun dirinya juga tidak menampik bahwa mesin lama dengan bahan bakar uap yang mencapai 70 ton tersebut sangat menyedot biaya produksi,” ungkapnya.WAS/ PIP/ C12
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger