' Menggenjot Produksi Susu Sapi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » » Menggenjot Produksi Susu Sapi

Menggenjot Produksi Susu Sapi

Written By dodi on Wednesday, June 27, 2012 | 2:00 PM

PRODUKSI Susu Sapi Segar dari hasil peternakan di Jawa Barat, khususnya Bandung terus digenjot. Berdasarkan data dari Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan menargetkan produksi sebanyak 140 ton per hari pada 2012, atau naik 3,7 persen dari realisasi susu tahun sebelumnya yang mencapai 135 ton per hari.

Ditandai dengan pernyataan Sekretaris Koperasi KPBS Pangalengan Kabupaten Bandung, Adang Shalahuddin. Beliau juga mengatakan bahwa peningkatan produksi susu yang telah ditetapkan dalam program kerja KPBS, sedianya akan diimbangi dengan meningkatkan jumlah populasi ternak yang telah mencapai 12.500 ekor pada 2012, naik dari tahun 2011 yang jumlah populasinya 11.500 ekor.

Adang menuturkan untuk penambahan populasi sapi di Pangalengan masih mengandalkan benih sapi dari peternak lokal. Soalnya untuk mendatangkan benih sapi impor biayanya cukup mahal. Selain meningkatkan produksi susu dan populasi sapi Adang menambahkan pihak koperasi saat ini tengah meningkatkan layanan masyarakat pada bidang kesehatan dan pinjaman bantuan modal usaha bagi peternak.

Sedangkan secara nasional sebagian besar peternak sapi perah di Indonesia belum menikmati keuntungan. Hal itu terjadi karena rata-rata kemampuan kepemilikan sapi perah rendah, hanya 2-3 ekor. Akibatnya, pendapatan dari produksi susu belum mampu menutup biaya produksi harian. 

Peternak sapi perah baru bisa menikmati keuntungan kalau mereka membudidayakan minimal delapan sapi dengan produksi susu 15-20 liter per hari. "Ketika sebagian sapi perah tidak produksi, sebagian lagi masih ada yang produksi sehingga tetap ada pendapatan bagi peternak," ujar Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan, Selasa (26/6) di Jakarta. 

Populasi sapi perah di Indonesia saat ini mencapai 603.000 ekor dengan produksi 909.000 ton susu segar setiap tahun. Produksi susu ini dikelola peternak kecil dan ditampung 95 koperasi susu. Bahkan produksinya hanya mampu memenuhi 30 persen kebutuhan konsumsi masyarakat. Sebanyak 70 persen kebutuhan susu masih mengandalkan impor dalam bentuk susu olahan.AN/FEY

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger