' Mengejar Potensi Kerajinan di Tasikmalaya - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Mengejar Potensi Kerajinan di Tasikmalaya

Mengejar Potensi Kerajinan di Tasikmalaya

Written By Ginanjar Pradipta on Saturday, June 2, 2012 | 11:19 PM


TASIKMALAYA (LJ) - Produk industri kerajinan di Kota Ta-sikmalaya, Jawa Barat masih perlu banyak pembenahan. Bahkan produk yang dihasilkan masih sulit bersaing karena terkendala masalah kualitas dan harga.Hal ini menggambarkan bahwa po-tensi industri kerajinan Kota Tasikma-laya belum tergali dengan maksimal. 
Terlihat dengan perkembangan kerajinan Kota Tasikmalaya yang terbawa dengan produk massal dengan meninggalkan produk eksklusif. Selain itu, lemahnya pemasaran yang dilakukan oleh pelaku usaha.Seperti gambaran yang disampai-kan Wakil Ketua Kamar Dagang Indo-nesia (Kadin) Jawa Barat Bidang Data dan Indormasi, Januar P Ruswita dalam pertemuan Kadin Jabar dengan Kadin se-Priangan Timur di Graha Kadin Kota Tasikmalaya, baru-baru ini.
Menanggapi produk eksklusif  seperti bordir, menurutnya para pelaku usaha telah meninggalkan bordir manual. Be-lakangan cenderung beralih pada bordir dengan sistem komputerisasi yang nota-bene kalah dengan bordir komputer dari wilayah lain.Faktor kedua, kata Januar, yaitu pada segi pemasaran. Banyak pelaku usaha yang tidak memanfaatkan pameran-pa-meran yang diselenggarakan di tingkat nasional. Kebanyakan mereka menunggu fasilitas pemerintah. Bahkan terkadang meski sudah dibiayai oleh pemerintah, mereka tidak mau mengisinya karena enggan mengeluarkan biaya operasional.
Terkait dengan keterbatasan pelaku usaha dalam pemasaran, Ia menganggap perlu sebuah wadah atau lembaga untuk memfasilitasi pemasaran produk asal Kota Tasikmalaya. Lembaga tersebut bisa memanfaat-kan peran Kadin atau memasukan dalam program pemerintah.Sementara itu, Ketua Kadin Kota Ta-sikmalaya Wahyu Tri Rahmat mengakui, produk Kota Tasikmalaya sulit bersaing karena terkendala masalah kualitas dan harga. Dengan demikian harus segera dibenahi.“Kita harus menjaga dan mengan-tisipasi agar brand Tasikmalaya seba-gai kota kerajinan tidak tergusur. Harus jujur, bahwa bordir manual kita masih 
kalah dengan Padang, bordir mesin juga kalah sama China, batik kalah brand. Be-lum lagi disain kelom kalah sama Yogya, kerajinan mendong terkendala bahan baku, dan payung geulis minim kaderi-dasi,” kata Wahyu menegaskan.  Q KUH
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger