' Membangun Kampung Konservasi Otsuka - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Membangun Kampung Konservasi Otsuka

Membangun Kampung Konservasi Otsuka

Written By dodi on Thursday, June 21, 2012 | 12:43 PM

MEMPRODUKSI minuman isotonik bermerk Pocari Sweat, PT Ameta Indah Otsuka, kemarin menandatangani kerjasama dengan Konsorsium Gedepahala dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Kerjasama itu untuk membangun Kampung Konservasi Otsuka di Kampung Kuta, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Acara penandatanganan digelar di Brilliant Hall PT Amerta Indah Otsuka dihadiri Direktur Corporate Affair (Pratiwi Juniarsih) dan Senior Corporate Affair Manager (Boby Santoso), Badan Lingkungan Hidup, Distamben, Dinas Kehutanan, Japan Environment Education Forum (JEEF) dan Muspika Cicurug.

Belum hilang dalam ingatan beberapa bulan lalu, perusahaan ini telah menggelar kegiatan satu hati di Pantai Citepus Pelabuhan Ratu melibatkan Pemkab Sukabumi, Muspika Citepus dan dunia pendidikan serta masyarakat sekitar untuk membersihkan pantai yang menjadi jantung Pelabuhan Ratu.

Lalu sejak Selasa (19/6), PT Amerta Indah Otsuka kembali membuktikan diri sebagai perusahaan yang peduli lingkungan. Ditandai dengan penandatanganan kerjasama dengan TNGHS dalam membangun Kampung Konservasi Otsuka. Sesuai dengan Keputusan Menteri Kehutanan PT Amerta Indah Otsuka menetapkan Kampung Kuta Desa Kutajaya yang berada di lereng Gunung Salak dan tidak jauh dari perusahaan ini dijadikan Kampung Konservasi Otsuka. Kampung Konservasi Otsuka ini pilot project untuk dikembangkan ke seluruh wilayah Indonesia dalam hal pelestarian lingkungan dan hutan.

Pada kesempatan itu, setelah penandatanganan kerjasama, PT Amerta Indah Otsuka menyerahkan tanaman endemik sebanyak dua puluh lima ribu pohon yang akan ditanam di Kampung Konservasi Otsuka dan TNGHS.

Direktur Corporate Affair PT Amerta Indah Otsuka, Pratiwi Juniarsih dalam pres rilisnya menyebutkan perusahaan ini terus membuktikan diri sebagai perusahaan yang peduli dengan lingkungan dan hutan di mana ketika terjadi kerusakan lingkungan tentunya akan berdanpak buruk terhadap kehidupan manusia. Melalui Kampung Konservasi Otsuka yang memprakarsai dibangunnya sebuah wadah mediasi mandiri, konservasi lingkungan dan penanaman pohon setelah di observasi dan evaluasi diharapkan menjadi pilot projeck untuk dikembangkan ke seluruh Indonesia. "Kampung Konservasi Otsuka ini akan dijadikan pilot projeck untuk dikembangkan ke seluruh wilayah Indonesia.” Kata Pratiwi Juniarsih.

Sementara itu Perwakilan Balai TNGHS, Ir Agus Priambudi MSc menyebutkan, taman nasional dengan kawasan konservasi seluas 113.357 hektar sangat strategis. Mengingat kawasan ini berfungsi sebagai daerah tangkapan air bagi kabupaten-kabupaten disekelilingnya. Selain sebagai daerah tangkapan air, kawasan eks hutan produksi perum perhutani memerlukan kepedulian banyak pihak agar fungsinya sebagai kawasan konservasi jauh lebih optimal. “Saya berharap inisiatif PT Amerta Indah Otsuka ini mampu menginspirasi perusahaan lain dalam pelestarian hutan mencegah terjadinya pemanasan global,” Kata Agus.WHD/HEP
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger