' Memasuki Base Camp Priangan di Tasik - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » » Memasuki Base Camp Priangan di Tasik

Memasuki Base Camp Priangan di Tasik

Written By dodi on Friday, June 29, 2012 | 1:30 PM

MENGENANG berdirinya Kota Tasikmalaya sebagai daerah otonomi tidak terlepas dari sejarah berdirinya kabupaten Tasikmalaya sebagai daerah kabupaten induknya. Sebelumnya, kota ini merupakan ibukota dari kabupaten Tasikmalaya, kemudian meningkat statusnya menjadi kota administratif tahun 1976. Saat itu A Bunyamin menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya, dan kemudian menjadi pemerintahan kota yang mandiri pada masa Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya dipimpin oleh bupatinya saat itu H Suljana WH.

Dari pendataan baru baru ini oleh Arkeolog dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Serang bersama tim dari Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Tasikmalaya, ada lima belas titik bangunan dan benda cagar budaya (BCB) di Kota Tasikmalaya.

Masing masing tiga monumen (Monumen Siliwangi di Jalan Otto Iskandardinata, Monumen Juang, Monumen Koperasi di Jalan Moh. Hatta). Lalu ada empat makam (Makam Tubagus Abdullah di Purbaratu, Makam Prabudilaya di Situgede, Makam Mbah Karembong di Jalan Bantar, dan Makam Syekh Abdul Ghorib di Kawalu). Termasuk delapan bangunan seperti Markas Kodim, Stasiun Tasikmalaya, Bangunan Bank Bukopin, Hotel Sunda di Jalan Tarumanagara, Toko Mebel Murah di Jalan dr Sukarjo, Vihara di Jalan Pemuda, Gedung FKPPI di Jalan Pemuda, dan Kantor BPPT Kabupaten Tasikmalaya.

Hingga saat ini, BCB di Kota Tasikmalaya yang baru terregistrasi sebagai BCB nasional adalah Situs Lingga Yoni di Indihiang yang kini dipelihara oleh BP3 Serang sebagai penanggung jawab BCB tingkat nasional. Sisanya belum teregistrasi, apakah termasuk kewenanangan pemerintah Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, atau pemerintah pusat.

Kota ini sedari dahulu, gencar mengadakan berbagai macam festival berskala nasional maupun internasional seperti Tasik Festival (TAFFEST), Tasik Open 2010 dalam bidang olahraga tingkat nasional, Festival Kuliner Tasikmalaya, Tasikmalaya Craft and Culture Festival, dan festival-festival lainnya yang rutin diadakan tiap tahun di kota ini. Hal ini membuat perekonomian di Kota Tasikmalaya benar-benar menggeliat dan maju. Sebab banyaknya antusiasme para pengunjung dari seluruh Indonesia yang hendak menyaksikan langsung kemeriahan festival-festival tersebut. Tentunya festival-festival tersebut memperkenalkan Tasikmalaya di mata Indonesia dan mancanegara serta mengangkat perekonomian warga Tasikmalaya. Karenanya, kini nama Tasikmalaya dikenal sebagai kota modern yang menjunjung tinggi kearifan budaya lokal, budaya Sunda khas Tasikmalaya.

Kota Tasikmalaya memiliki segudang potensi pariwisata, diantaranya adalah wisata alam, kerajinan, wisata belanja, wisata religi, seni, budaya, UKM, dan lainnya. Dalam potensi UKM dan kerajinan masyarakat, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya memiliki jumlah UKM terbesar setelah Bandung Raya (Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat) di Jawa Barat. Kota ini memiliki segudang kerajinan beraneka bentuk dan rupa yang mampu menyerap ribuan tenaga kerja.

Dengan banyaknya UKM yang tersebar di kota ini, Kota Tasikmalaya disebut juga sebagai Kota UKM. Kerajinan khas Tasikmalaya antara lain adalah Bordir Tasikmalaya yang telah mendunia, Payung Geulis yang telah menjadi ikon Jawa Barat, Kelom Geulis, sandal tradisional asli buatan bangsa Indonesia, batik Tasikmalaya yang tidak kalah dari batik-batik lainnya di Pulau Jawa dengan ciri khasnya, dan kerajinan–kerajinan lainnya. Kota ini memiliki panorama alam seperti Situ Gede, Gunung Galunggung, Cipatujah, dan objek wisata lainnya ditata menjadi objek wisata alam yang menawan, sehingga sangat potensial dijadikan sebagai kota tujuan wisata di Indonesia.

Kota Tasikmalaya berada persis di tengah-tengah jantung bumi Priangan Timur dan Selatan, diapit oleh Ciamis dengan objek wisata Pangandarannya yang telah melegenda, Sumedang dengan objek wisata museum yang menyimpan sejarah perkembangan bumi priangan, dan Garut dengan objek wisata Cipanas-nya yang tersohor. Dengan Posisi Kota Tasikmalaya yang sangat strategis tersebut menjadikan kota ini sebagai Pusat MICE terbesar di Jawa Barat setelah Kota Bandung dan Kota Bogor.

Banyak para pelaku tujuan bisnis, wisata, industri, pendidikan, dan lain-lain menjadikan Kota Tasikmalaya sebagai tempat yang tepat untuk memulai aktivitasnya. Terlebih telah dijadikan Base Camp dari seluruh penjuru Pulau Jawa yang hendak ke Bumi Priangan.ALI
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger