' Melukis dengan Payudara - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Melukis dengan Payudara

Melukis dengan Payudara

Written By dodi on Thursday, June 21, 2012 | 1:16 PM

PERTUNJUKAN yang sangat berani. Bahkan acaranya menuai kontroversi karena ulah salah satu kontestannya. Soalnya seorang seniman yang menunjukkan talentanya dalam melukis tiba-tiba membuat kehebohan dengan membuka baju dan pakaian dalamnya, lalu mulai melukis dengan menggunakan payudaranya.

Wanita berusia 23 tahun yang bernama Duangjai Jansauoni tersebut memancing respon negatif dari para penonton di studio hingga Menteri Kebudayaan, Sukumol Kunplome. Kejadian yang sangat mengejutkan ini dianggap tidak pantas untuk konsumsi publik via Televisi, terlebih di ajang Thailand's Got Talent.

Betapa tidak, protes keras lahir dari Menteri Kebudayaan Thailand Sukumol Khunploem. Ia terkejut bukan kepalang setelah menyaksikan klip videonya.

Mendadak atas kejadian memalukan itu, sang menteri lantas melakukan pertemuan khusus dengan penyelenggara program. Pasalanya khawatir, tayangan itu berimbas buruk karena ditonton banyak pemirsa anak-anak. Apalagi Thailand’s Got Talent merupakan program televisi popular yang digemari masyarakat. 

“Seharusnya ada pembatasan ekspresi artistic. Saya sangat terkejut ketika menyaksikan klipnya. Kementerian akan melakukan pertemuan pertemuan dengan para penyelenggara Thailand’s Got Talent  untuk mendapatkan penjelasan,” ujar sang menteri yang juga perempuan. 

Untung saja, acara tersebut merupakan hasil rekaman dan bukan tayangan langsung. Dengan demikian, penyelenggara dapat mengedit aksi nekat seniwati kontroversial tersebut.  Dalam klip yang sempat diunggah di situs YouTube oleh akun bernama DuangAesthetic, seorang gadis yang berusia 23 tahun tampil bak pelukis hebat. Sang kontestan melucuti pakaiannya sendiri, melumuri payudaranya dengan cat, lantas menggosokkan tubuhnya di atas kanvas. 

Satu dari tiga juri menilai aksi tersebut sangat tidak pantas ditampilkan di negara yang berbudaya. Sang juri menyatakan kekecewaan pada para pemirsa yang mendukung kontestan tersebut. Dua juri lainnya justru mendukung aksi sang kontestan. Mereka menyebut aksi pelukis payudara itu sebagai bentuk lain ekspresi artistik. Tapi anehnya si pelukis tak merasa bersalah, Ia malah mengaku kepada juri bahwa jika melukis dengan normal tidak ada yang istimewa.RED
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger