' Massa Guru dan Polisi Nyaris Bentrok - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » , » Massa Guru dan Polisi Nyaris Bentrok

Massa Guru dan Polisi Nyaris Bentrok

Written By dodi on Friday, June 22, 2012 | 3:26 PM

MAJALENGKA (LJ)- Kasus penetapan sebagai tersangka seorang guru SD Panjalin V, Aop Saopudin, yang menggunting rambut seorang siswa beberapa waktu silam berbuntut panjang,ratusan guru anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Majalengka yang mendatangi Mapolres setempat nyaris bentrok, Kamis (21/6).
    Aksi yang nyaris berujung bentrokan, dipicu karena massa merasa tak puas atas jawaban aparat kepolisian saat berdialog dengan massa. Dalam dialog, Aop Saopudin, yang hadir untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka melampiaskan kekesalannya dengan melemparkan koran tepat mengenai wajah dan dada Kabag Sumberdaya Manusia (Sumda) Polres Majalengka Komisaris Polisi Ujang Suhanda.
    Aksi ini perwira dan petugas polisi terpancing dan serta merta beberapa anggota polisi yang ada dilokasi langsung menyeret Aop Saopudin nyaris, namun beruntung, Kapolres AKBP Lena Suhayati langsung dan melarang untuk diamankan dan akhirnya yang bersangkutan kembali dilepaskan.
    Wakil Ketua PD II PGRI Majalengka Oo Sukatma mengatakan, kedatangan mereka adalah untuk mengantar sekaligus melakukan dialog untuk menanyakan kenapa rekannya dijadikan. Padahal sebelumnya ketika dilakukan pertemuan antara kepolisian, kejaksaan serta PGRI bersama Bupati Majalengka Sutrisno, sepakat kalau tindakannya itu sebagai upaya memberikan pendidikan terhadap anak didik sehingga tidak perlu dibawa ke ranah hukum.
    “Kami mempertanyakan alasannya kenapa guru yang menjalankan amanat undang-undang mendidik murid kok dijadikan tersangka, keadilan macam, “ ujarnya.
    Kapolres Majalengka, AKBP Lena Suhayati mengatakan, bahwa apa yang dilakukan penyidikan dalam menangani kasus ini tidak lebih adalah bertindak secara proporsional dan profesional. Sehingga dalam menetapkan tersangka kepada guru Aop, bukan karena kesewenang-wenangan.
    "Berdasarkan keterangan saksi-saksi, terutama saksi ahli perbuatan pemotongan rambut yang dilakukan Aop memenuhi unsur-unsur pelanggaran melanggar pasal 23 tahun Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pasal 80 dan pasal 77 huruf a.
Sebagai pelindung, pengayom setiap warga negara yang memiliki kedudukan hukum sama ya kita terima laporannya baik itu pa Aop, maupun pa Iwan yang sama melaporkan kasusnya, “ ujar Kapolres.ALM
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger