' Industri Butuh Jutaan Tenaga Kerja Baru - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Industri Butuh Jutaan Tenaga Kerja Baru

Industri Butuh Jutaan Tenaga Kerja Baru

Written By Lingkar Jabar On-Line on Saturday, June 2, 2012 | 5:35 AM



BOGOR (LJ) - Masa depan para pencari kerja di dunia industri masih terbuka luas. Bahkan baru-baru ini Kamar Dagang dan In-dustri Indonesia mengeluarkan informasi, ada 13 asosiasi industri membutuhkan 1,98 juta tenaga kerja baru yang terlatih dalam 3 tahun mendatang atau periode 2012-2014.
Ditegaskan Ketua Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulistio, bahwa pertum-buhan angkatan kerja Indonesia mencapai 2,91 juta per tahun, namun, 80% dianta-ranya merupakan tenaga kerja tidak terlatih.
“Diperlukan sebuah kerja sama pemer-intah dan dunia usaha untuk meningkatkn kualitas tenaga kerja angkatan muda yang siap pakai oleh industri,” ujarnya pada Sar-asehan Tenaga Kerja Muda Indonesia yang 
dibuka Wapres Boediono di Istana Wapres, Selasa (15/5), sembari menyebutkan dalam tiga bulan terakhir Kadin bersama aso-siasi industri dan lembaga pengembangan masyarakat melakukan identifikasi kebutu-han tenaga kerja profesional.
Hasilnya, masing-masing industri menyo-dorkan data kebutuhan tenaga kerja dengan jumlah total 1,98 juta orang. Kebutuhan tena-ga kerja paling banyak diminta dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) 1,2 juta orang yang tersebar di 33 provinsi.Tenaga kerja yang dibutuhkan mencakup operator, teknisi, supervisior dan manager. Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) membutuhkan pasokan tenaga kerja baru se-banyak 628.000 orang hingga 2014. 
Dalam Sarasehan itu, Kadin Indonesia bersama 13 asosiasi industri tersebut sepa-kat meneken nota kesepahaman dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk menciptakan tenaga kerja muda yang 
terlatih.“Kadin bertanggungjawab sebagai Pembina pelatihan berbasis kompetensi, BNSP melakukan sertifikasi, dan asosiasi industri bertugas untuk menempatkan tenaga kerja yang sudah mendapatkan ser-tifikasi,” katanya. Pelatihan tenaga kerja muda itu akan dilakukan di Kadin Training Center yang sudah terbentuk di 33 provinsi. Pelatihan diberikan sesuai dengan kebutu-han industri masing-masing sehingga di-harapkan lebih siap pakai. Dalam data in-ternal Kadin 2012, kebutuhan tenaga kerja di 13 asosiasi industri 2012-2014, untuk Ika-tan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) ada kebutuhan 
6.300 orang. Asosiasi Industri Permebelan dan Kerjainan Indonesia (Asmindo) 2.000 orang. Asosiasi Perusahaan Jasaboga In-donesia (Apji) 2.000 orang. Perhimpunan Hotel dan restoran Indonesia (PHRI)  6.200 orang. Asosiasi Pertekstilan Indo-nesia (API) 40.000 orang. Plan Indonesia (lembaga pengembangan masyarakat)  13.000 orang. Gabungan Perusahaan (GP) Jamu 3.100 orang. 
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apin-do)   1.200.000 orang. Asosiasi Logis-tik dan Forwader Indonesia (Alfi) 28.000 orang. Asosiasi Perusahaan Alat dan Mesin Pertanian Indonesia (Alsintani)   444 orang. Asosiasi Pertambangan Indone-sia 14.069 orang. Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi)  628.000 orang. Sedangkan Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (Abadi) 20.400 orang.
Sementara pemerintah menyatakan tingkat pengangguran remaja di Indonesia relatif  tinggi. Namun jika dibandingkan dengan negara-negara di Eropa, tingkat re-maja pengangguran di Indonesia lebih ren-dah. Begitu Menteri PPN dan Kepala Bap-penas Armida Alisjahbana, menyampaikan kepada wartawan di Jakarta.
Dia mengatakan, tingkat pengangguran kaum muda di Indonesia mencapai 19,11% atau berjumlah 4,3 juta orang. Sementara jumlah pemuda yang bekerja paruh waktu 2,95 juta orang.  Q  STR
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger