' Kue Serabi Rengasdengklok, Lezat dan Gurih! - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Kue Serabi Rengasdengklok, Lezat dan Gurih!

Kue Serabi Rengasdengklok, Lezat dan Gurih!

Written By dodi on Monday, June 25, 2012 | 8:00 AM

Kue Serabi bisa dikatakan merupakan salah satu penganan khas Jawa Barat. Namun serabi yang dibuat Mat Kasim ternyata berasal dari resep masyarakat Tionghoa yang dia kembangkan sehingga menghasilkan serabi hijau seperti sekarang. Kasim mengaku sudah memiliki resep pembuatan serabi hijau sejak berusia sembilan tahun.

Namun dia mulai serius membuka usaha menjadi penjual serabi pada 1995. Awalnya, dia mendapatkan resep tersebut dari tetangganya yang merupakan warga keturunan Tionghoa. “Orang China itu sering membuat serabi, tapi hanya untuk konsumsi sendiri, bukan untuk dijual. Karena sering melihat proses pembuatannya, saya mencobanya sendiri. Ternyata, hasilnya sangat memuaskan,” ujar Kasim ketika berbincang dengan sejumlah wartawan, belum lama ini.

Selain terkenal sebagai serabi hijau, penganan buatannya sering disebut juga sebagai serabi kuntilanak. Pasalnya, letak warung surabi hijau Kasim berada di areal tempat pemakaman umum (TPU). Namun saat ini lokasinya pindah ke rumah pribadinya, meski masih tak jauh dari lokasi semula.

Serabi hijau buatan Kasim memiliki dua rasa, yakni rasa gula aren dan gula durian. Soal rasa, Kasim sangat menjaganya. Bahkan, dia tak takut bersaing dengan pedagang lainnya. Sementara untuk menjaga agar rasanya tetap sama, dia tak segan untuk turun langsung ke dapur, membantu para karyawannya. “Saya masih turun untuk memilih bahan baku, seperti memilih tepung beras, aren, dan buah duriannya,” kata Kasim.

Soal tips membuat serabi yang berkualitas, Kasim pun tak pelit berbagi resep rahasia. Menurut dia, serabi yang bagus dapat terlihat dari bentuknya. Jika dibelah, akan terlihat pori-pori dengan diameter yang cukup besar. Jika banyak pori-porinya, maka serabi tersebut bagus alias tidak bantat. Untuk menghasilkan serabi seperti itu, lanjut dia, harus diperhatikan mengenai kualitas tepungnya, cara mengadoni, lamanya mengadoni dan pembakaran.

Jika menggunakan alat manual, dibutuhkan waktu minimal 30 menit untuk mengadoni bahan baku sehingga manghasilkan serabi yang diinginkan. “Sebaliknya, bila sudah menggunakan mesin, waktu untuk mengadoni hanya 10 sampai 15 menit. Setelah itu, adonan tadi dipanggang dengan menggunakan bara api. Dalam lima menit, adonan tersebut sudah menjadi serabi yang siap untuk dinikmati,” terang Kasim.

Kini, setelah 17 tahun menjadi pengusaha serabi, Kasim cukup percaya diri mengklaim penganan buatannya sebagai raja serabi hijau khas Rengasdengklok. Anda penasaran dengan rasa serabi ini? Silakan datang langsung ke Rengasdengklok, Karawang. Dijamin anda puas dengan rasanya. YAS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger