' KPK Seret Anas - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » » KPK Seret Anas

KPK Seret Anas

Written By dodi on Wednesday, June 27, 2012 | 2:17 PM

KAB.BOGOR - Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, hari ini (Rabu, 27/6), diperiksa oleh penyidik KPK terkait dugaan korupsi dalam proyek pusat olahraga nasional di Hambalang-Sentul, Citeureup, Kabupaten Bogor. Menyusul informasi pemeriksaan Anas di KPK itu, sejak kemarin sore sampai malam hari, beredar rumour bahwa KPK akan segera menetapkan Anas menjadi tersangka dalam kasus yang menggegerkan publik tersebut.

Hal pemeriksaan Anas ini dibenarkan oleh Juru Bicara KPK Johan Budi S.P, melalui pesan singkatnya kepada wartawan, kemarin. "Anas dijadwalkan akan dimintai keterangan sebagai saksi Rabu (hari ini), terkait kasus Hambalang," kata Johan. Menurutnya lagi, jadwal pemeriksaan terhadap 'orang kuat' ini dalam penyelidikan proyek Hambalang sudah direncanakan sejak Maret lalu oleh pimpinan KPK.

Terkait rencana pemeriksaan itu, kubu Anas Urbaningrum menyatakan Anas akan memenuhi panggilan KPK. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustofa mengatakan, saat ini Anas masih berada di luar kota untuk menghadiri acara partai. Rencananya, kata dia, Anas akan kembali hari Kamis. "Tapi, karena ada permintaan keterangan, insya Allah hadir meskipun belum baca suratnya (pemanggilan). Anas baru tahu infonya (pemeriksaan) dari berita," kata Saan kepada wartawan, kemarin.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR Nurhayati Ali Assegaf mengatakan, pihaknya mendukung pemeriksaan itu. Pasalnya, kata dia, selama ini Anas terus disebut-sebut terlibat tanpa ada kepastian hukum. "Saya kira langkah KPK ini bagus. Mas Anas juga akan senang. Proses hukumnya dijalankan agar tidak menyandera Mas Anas dan Demokrat," kata Nurhayati.

Sebelumnya, dari gedung KPK muncul informasi bahwa dalam pekan ini bakal ada kejutan yang dilakukan KPK terkait penanganan kasus korupsi Hambalang. Kejutan yang datang tentunya bukan soal kasus ini akan naik ke tahap penyidikan. Sumber di KPK menyebutkan, siapa pun yang terlibat dalam kasus ini tak akan menduga KPK bakal bisa menyeret mereka ke pengadilan Tipikor dan kemudian dipenjarakan.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, mengakui tak ada masalah lagi dalam pendalaman penyelidikan kasus korupsi Hambalang. Ini sama artinya, jalan meningkatkan status penyidikan kasus ini lurus melempang. Dikatakannya, pada Jumat pekan lalu, KPK kembali menggelar ekspos kasus korupsi Hambalang. Dalam ekspos tersebut sudah tak ada lagi halangan bagi KPK untuk meningkatkan status kasus ini menjadi penyidikan dan menetapkan tersangka.

Kejutan akan muncul dari strategi dan penanganan kasus korupsi Hambalang saat masuk ke tahap penyidikan. Sejumlah nama penting dari Partai Demokrat terus dihubung-hubungkan dengan kasus ini sejak muncul di permukaan. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin yang kini menjadi terpidana kasus suap wisma atlet SEA Games mengungkapkan bahwa Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum ikut menikmati aliran dana haram dari proyek Hambalang.

Peran Anas dalam proyek Hambalang kali pertama diungkapkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, dalam sejumlah kesempatan. Nazaruddin mengatakan kalau Anas yang mengatur proyek tersebut. Mantan anggota DPR itu bahkan menyebut hasil korupsi proyek itu digunakan Anas untuk biaya pemenangannya dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung tahun 2010.

KPK memulai penyelidikan Hambalang sejak Agustus 2011. Pemeriksaan Hambalang yang menjadi konsentrasi KPK adalah soal konstruksi (bangunan) dan pengadaan barang. KPK menduga ada pelanggaran dalam proses subkontrak proyek kepada sejumlah perusahaan, termasuk PT Dutasari Citralaras yang mendapat proyek senilai Rp 300 miliar. Perusahaan tersebut diurus Mahfud Suroso, yang disebut sebagai orang dekat Anas. Hingga akhir 2008 , istri Anas, Athiyyah Laila, menjadi komisaris PT Dutasari Citralaras. KPK telah memeriksa 70 orang, salah satunya Athiyyah.

Di lain pihak, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Hendarman Supandji mengaku siap menyediakan data-data yang dibutuhkan KPK dalam menyelidiki proyek Hambalang. "Apabila KPK menghendaki alat-alat bukti, tentunya akan saya berikan. Kalau KPK minta 10, ya saya berikan 10," kata Hendarman saat jumpa pers di gedung KPK, Jakarta. Hadir dalam jumpa pers tersebut, Wakil Ketua KPK, Adnan Pandupraja, dan Ketua Ombudsman, Danang Girindrawardana. Kedatangan Hendarman untuk mendengarkan hasil penelitian KPK soal kinerja BPN sejak 2005. Meskipun demikian, Hendarman tidak ingin mencampuri penyelidikan KPK atas proyek Hambalang.

Terkait penyelidikan Hambalang, KPK pernah memeriksa kepala BPN sebelum Hendarman, yakni Joyo Winoto. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin menuding Joyo membantu penyelesaian sengketa lahan Hambalang atas permintaan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Proses sertifikasi lahan tersebut menjadi salah satu fokus KPK. COK
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger