' KPK Jangan Gentar Ungkap Koruptor Hambalang - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » KPK Jangan Gentar Ungkap Koruptor Hambalang

KPK Jangan Gentar Ungkap Koruptor Hambalang

Written By dodi on Monday, June 25, 2012 | 8:00 AM

KAB.BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkesan gamang dan sangat lamban dalam membongkar praktek korupsi di proyek pembangunan pusat olahraga nasional, Hambalang-Citeureup, Kabupaten Bogor-Jabar. Tak sedikit tokoh dan aktivis anti korupsi yang merasa gemas menyaksikan kelambanan KPK dalam menyelidiki kasus proyek senilai Rp 2,5 triliun itu. Karenanya, banyak pihak memberikan support agar petinggi dan penyidik KPK tidak gentar, walau terdapat bukti permulaan cukup kuat yang melibatkan 'orang-orang' penting negara ini.

KPK pun diharapkan tak gentar, merekonstruksi kasus suap Wisma Atlet dan proyek Hambalang sebagai kejahatan terorganisasi terhadap keuangan negara, yang melibatkan tokoh parpol, anggota DPR dan menteri. "Kedua kasus ini diduga melibatkan sejumlah orang yang sama, dengan modus dugaan kejahatan yang kurang lebih sama, serta melibatkan perusahaan yang sama pula, yakni Grup Permai. Beberapa fakta kasus Hambalang didapatkan KPK, saat para petugas menggeledah kantor Grup Permai dalam penyelidikan kasus Wisma Atlet," ujar anggota Komisi III DPR Bidang Hukum, Bambang Soesatyo, kepada wartawan, Minggu (24/6).

Bambang mengatakan, dengan fakta di persidangan Muhammad Nazaruddin yang mengindikasikan Grup Permai terlibat dalam sejumlah kasus korupsi, serta mengelola dan menyalurkan dana hasil korupsi oleh sekelompok orang itu, Grup Permai sendiri bisa dijerat dengan pasal pencucian uang. "Masyarakat berharap KPK tidak ragu mengidentifikasi kedua kasus itu sebagai kejahatan terorganisasi terhadap keuangan negara, karena masyarakat bisa mempersepsikannya sendiri berdasarkan peran sentral Grup Permai dan orang-orang penting yang diduga terlibat dalam dua kejahatan itu," tambahnya.

Menurut Bambang, kesimpulan masyarakat amat sederhana. Segala sesuatu yang dituduhkan kepada Nazaruddin bukanlah kejahatan yang dilakukan oleh Nazaruddin sendiri, melainkan kejahatan terencana yang dilakukan sekelompok orang penting yang powerfull. "Jadi, saya meminta KPK jangan gentar dengan permainan sejumlah orang penting dalam kedua kasus tersebut. KPK harus berani menegakkan benang basah," kata politisi yang kaya raya ini.

Terkait dengan tuntutan publik yang menginginkan kerja cepat dalam penyelidikan kasus Hambalang itu, Ketua KPK Abraham Samad menegaskan bakal menetapkan tersangka dalam perkara ini secepat mungkin. "Tunggulah satu-dua minggu ini, kemungkinan besar kasus ini akan ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Kalau sudah ditingkatkan ke penyidikan, tentunya sudah ada tersangka," kata Abraham Samad belum lama ini.

Namun, Abraham belum bersedia mengungkap pihak mana yang bakal dijadikan tersangka. Menurut dia, kemungkinan pihak yang terjerat adalah penyelenggara negara. Abraham memastikan pihaknya tidak akan menutup-nutupi keterlibatan pihak tertentu dalam perkara itu. Bahkan, ia mengatakan, pihaknya tidak ragu menjerat orang yang paling hebat di negara ini jika memang cukup bukti.

Seperti diberitakan, KPK memulai penyelidikan Hambalang sejak Agustus 2011. Hingga kini, KPK telah lebih dari tiga kali melakukan gelar perkara. Yang menjadi konsentrasi pemeriksaan KPK adalah soal konstruksi (bangunan) dan pengadaan barang. KPK menduga ada pelanggaran dalam proses subkontrak proyek kepada sejumlah perusahaan, termasuk PT Dutasari Citralaras yang mendapat pekerjaan proyek senilai Rp 300 miliar.

Perusahaan tersebut diurus Mahfud Suroso, yang disebut sebagai orang dekat Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Hingga akhir 2008 , istri Anas, Athiyyah Laila, menjadi komisaris di PT Dutasari Citralaras. Dan hal inilah yang menjadi fokus publik, sekaligus menguatkan indikasi adanya keterlibatan Anas Urbaningrum dalam skandal megaproyek tersebut. COK
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger