' Kinerja PDAM Kabupaten Bogor 2008-2012 Mendapat Nilai ‘Baik’ - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Kinerja PDAM Kabupaten Bogor 2008-2012 Mendapat Nilai ‘Baik’

Kinerja PDAM Kabupaten Bogor 2008-2012 Mendapat Nilai ‘Baik’

Written By dodi on Wednesday, June 20, 2012 | 1:55 PM


Perjalanan PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan H. Hadi Mulya Asmat SH, sejak 2008 s/d 2012 akan berakhir di pertengahan tahun ini. Keberhasilan manajemen PDAM dibawah komando Hadi yang ditopang Direktur Umum H.EE.Sulaeman dan Direktur Teknik H.Ir.Daryanta, M.Si, dalam mencapai target sesuai visi-misi perusahaan daerah ini tentu saja bakal menentukan kelanjutan kepemimpinan Hadi untuk mengelola dan mengendalikan perusahaan dalam empat tahun selanjutnya.

Lantas bagaimanakah kinerja PDAM Tirta Kahuripan Kab.Bogor selama periode kepemimpinan Hadi bersama Sulaeman dan Daryanta? Untuk mengetahuinya, baru-baru ini, M Basyir dari LINGKAR JABAR melakukan wawancara khusus dengan Direktur Utama PDAM Tirta Kahuripan H. Hadi Mulya Asmat, SH. Berikut petikan wawancaranya :

Kriteria apa yang digunakan atau menjadi ukuran dalam penilaian kinerja PDAM?
Tentunya dalam penilaian kinerja PDAM sudah ada pedomannya, yaitu Permendagri N. 47 tahun 1999, dimana dalam pedoman tersebut dinyatakan, bahwa untuk mengetahui keberhasilan Direksi dalam mengelola Perusahaan Daerah Air Minum dilakukan penilaian terhadap kinerja pada setiap akhir tahun. Nah, dalam penilaian tersebut terdapat tiga aspek yang dinilai yaitu aspek keuangan, aspek operasional dan aspek administrasi yang masing-masing terdapat 10 indikator penilaian.  Jadi secara keseluruhan ada 30 indikator yang digunakan untuk menilai kinerja PDAM”
Lantas bagaimana hasil penilaian yang telah dilakukan tim audit?
”Alhamdulillah.. dalam empat tahun terakhir ini kinerja PDAM Kabupaten Bogor berdasarkan hasil penilaian dari tim audit masuk dalam kategori ’BAIK’ dengan perhitungan hasil kinerja yang cenderung terus meningkat dari tahun ketahun”
 Apakah dengan hasil penilaian kinerja ”BAIK” ini sudah menjadi jaminan bahwa PDAM sudah melakukan semuanya dengan baik?
Seperti apa yang dikatakan dalam pepatah ’tak ada gading yang tak retak’ – demikian juga dengan kami, tentunya masih ada juga hal-hal yang belum memberikan hasil yang maksimal. Kami pun memperhatikan basic penilaian kinerja yang diarahkan Bapak Bupati yaitu penilaian kinerja riil dari masyarakat.  Kan seringkali Bapak Bupati menyatakan bahwa penilaian kinerja SKPD didasarkan atas penilaian masyarakat, apabila masyarakat menilai Baik, maka penilaian pun baik.  Begitu pula yang disampaikan oleh Bapak Bupati dalam rakor Rebo Keliling ‘jangan menambah permasalahan bagi masyarakat, kita harus mampu mengurangi apa yang menjadi permasalahan masyarakat. Tentu dengan kinerja PDAM yang baik sekarang ini dapat memenuhi apa yang menjadi arahan Bapak Bupati.”
 Apakah itu berarti pelayanan PDAM saat ini sudah baik kepada masyarakat?
Kalau pelayanan yang bersifat produk, yang menyangkut kualitas, kuantitas dan kontinuitas yang langsungmenyentuh kebutuhan masyarakat memang belum 100% terpenuhi, ada saja gangguan yang terjadi, tetapi semua itu bukan yang bersifat permanen dan bagaimana percepatan kita melayani keluhan masyarakat”.
 Tadi disebutkan bahwa pelayanan PDAM menyangkut kualitas, kuantitas dan kontinuitas air.  Mungkin dapat dijelaskan lebih rinci lagi?
”Jadi begini....dalam memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat, untuk kualitas air kami telah mengacu kepada Kepmenkes RI No.492/Menkes/IV/2010 sehingga air yang diproduksi  aman digunakan oleh pelanggan, selain itu saat ini kami telah memiliki satu percontohan di Mutiara Sentul, dimana pelanggan di wilayah ini dapat langsung meminum air yang keluar dari kran tanpa perlu dimasak terlebih dahulu.  Dan Insya Allah pelayanan seperti akan terus kita kembangkan di wilayah-wilayah lain yang ada di Kabupaten Bogor ini”
Lalu bagaimana dengan kuantitas air? 
”Adapun untuk kuantitas air, saat ini kami masih terus menerus meningkatkan kapaasitas produksi instalasi kami dalam upaya memenuhi permintaan air bersih masyarakat yang terus meningkat. Namun perlu juga dikatahui bahwa untuk dapat memenuhi kuantitas air yang dibutuhkan kami pun menghadapi beberapa kendala seperti ketersediaan sumber air baku itu sendiri, yang saat ini sudah cukup sulit, ditambah adanya beberapa sumber air baku yang sudah mulai menyusut debit-nya seiring dengan makin berkurangnya areal hijau (catchment area) disekitas sumber air”.
Yang dimaksud dengan kontinuitas seperti apa? 
”Yang dimaksud dengan kontinuitas disini adalah bagaimana kami dapat melayani air bersih kepada masyarakat selama 24 jam, dengan demikian kapanpun pelanggan membutuhkan air mereka hanya tinggal membuka kran dan air tersedia.  Namun saat ini secara rata-rata kontinuitas pelayanan yang telah dapat kami berikan kepada pelanggan baru 23 jam dan akan terus kami tingkatkan hingga pelanggan dapat menikmati pelayanan air bersih selama 24 jam”.
Lantas kenapa masih ada keluhan tentang kontinuitas pengaliran air yang masih belum merata, kenapa ini bisa terjadi?
“Begini, memang 2 persen dari total pelanggan PDAM masih belum dapat terlayani, dikarenakan lokasinya terdapat di wilayah yang tinggi dan jauh dari system perpompaan, seperti wilayah Ciomas, Kedunghalang dan Leuwiliang.

 Kemudian, program apa yang telah atau akan dilaksanakan untuk meningkatkan pengaliran 24 jam kepada pelanggan?
”Ya.., salah satu program yang akan kami laksanakan pada tahun 2012 ini adalah program pengembangan air bersih di wilayah timur Kabupaten Bogor yang direalisasikan melalui dana pinjaman bersubsidi dari pemerintah pusat, dimana air akan disuplai dari instalasi Gunung Putri dan di distribusikan sampai ke wilayah Cariu/Jonggol dengan panjang pipa transmisi/distribusi kurang lebih 40 KM.”
Kenapa Wilayah Timur yang menjadi target pengembangan pelayanan air bersih?
”Sebenarnya semua wilayah di Kabupaten Bogor adalah target pengembangan kami, namun mengingat keterbatasan dana investasi, maka perlu adanya skala prioritas berdasarkan urgensinya”.
Permasalahan mendasar yang ada di PDAM pada umumnya tidak lepas dengan kehilangan air, bagaimana dengan PDAM Kabupaten Bogor sendiri? Kiat-kiat apa yang telah dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan tersebut?
”Memang betul... bila kita melihat standar yang telah ditetapkan sebesar 20%, kondisi kehilangan air yang ada di PDAM Kabupaten Bogor masih diatas standar tersebut yaitu sebesar 30,84%. Namun bila kita melihat kehilangan air pada tahun 2007 sebesar 34,54%, maka dalam empat tahun terakhir PDAM Kabupaten Bogor telah berhasil menekan kehilangan air sebesar 3.70%. Dan keberhasilan PDAM Kabupaten Bogor dalam penekanan kehilangan air tidak lepas dari beberapa program yang telah dilaksanakan, diantaranya:
  1. Program Penertiban Pelanggan Air Minum (PPAM);
  2. Penggantian jaringan pipa distribusi yang sudah tua, khususnya pipa distribusi Ciburial;
  3. Zooning system;
  4. Pembentukan koordinator Penekanan kehilangan air.
Kemudian sudah berapa banyak masyarakat kabupaten Bogor yang sudah terlayani air bersih?
Sampai dengan tahun 2011 ini,  jumlah pelanggan PDAM Kabupaten Bogor sudah mencapai 140.775 SR dengan pertambahan sambungan baru sebanyak 28.950 SR dalam empat tahun terkahir.  Memang bila dibandingkan dengan target 80.000 SR sebagaimana ditetapkan oleh Bapak Bupati, masih cukup jauh, namun kami yakin dalam tiga tahun kedepan target tersebut dapat tercapai.”


Anda yakin target tersebut dapat tercapai?
“Karena untuk dapat mencapai target tersebut, kami juga telah melakukan kerjasama dengan pihak swasta untuk bersama-sama menyediakan pelayanan air bersih bagi masyarakat selain melalui program-program bantuan dari pemerinta, contohnya: program hibah MBR, pinjaman bersubsidi dll.”
 Lantas mengenai sambungan yang masih belum terlayani, bagaimana menurut anda?
 “Ya itu dikarenakan wilayah yang belum bisa terlayani sampai saat ini sangat jauh dari lokasi pipa existing dan ditambah lagi membutuhkan investasi yang tinggi. Sebagaimana kita ketahui, infrastruktur air minum itu sangat besar, capital existingnya mencapai Rp 12 juta persambungan. Disamping itu, peminat di wilayah yang belum terlayani itu tidak terlalu tinggi. Sehingga hal ini menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan.
Sebagai perusahaan daerah, tentu saja PDAM Kabupaten Bogor diharapkan dapat memberikan kontribusi PAD kepada Pemerintah daerah berupa laba hasil usaha, seberapa besar kontribusi PDAM dalam hal ini.
“Alhamdulillah….. selama ini PDAM Kabupaten Bogor dapat menghasilkan laba usaha, malah dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan.  Pada tahun anggaran  2011 kemarin, laba usaha bersih PDAM Kabupaten Bogor sebesar ±  Rp. 33,7 milyar rupiah, sehingga PDAM pada tahun tersebut dapat memberikan kontribusi untuk PAD berupa pembagian laba Pemda sebesar ± Rp. 18,54 milyar.”
 Apakah dana yang disetor kepada Pemerintah tersebut akan dikembalikan kembali ke PDAM?
”Perlu saya jelaskan disini, bahwa untuk pengembangan pelayanan air bersih PDAM memerlukan biaya investasi yang sangat besar, dan mengingat penyediaan air bersih kepada masyarakat juga menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah, maka pemerintah daerah akan mengembalikan pembagian laba tersebut kepada PDAM berupa penyertaan modal Pemda yang besarannya telah diatur dalam Peraturan Daerah. 

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger