' Ketua DPD RI : Nilai Pancasila Mulai Tergerus - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Ketua DPD RI : Nilai Pancasila Mulai Tergerus

Ketua DPD RI : Nilai Pancasila Mulai Tergerus

Written By dodi on Monday, June 18, 2012 | 5:37 PM

KAB.PURWAKARTA (LJ) - Ketua DPD Republik Indonesia, Irman Gusman menyatakan, akhir-akhir ini terutama setelah reformasi 1998, nlai-nilai Pancasila sudah mulai tergerus dari kehidupan pribadi manusia Indonesia. Praktek bernegara, kebijakan politik pemerintah bahkan dalam level interaksi kehidupan masyarakat serta praktek politik para elite, menempatkan Pancasila pada posisi yang tidak dihiraukan.

“Pancasila sudah tidak dihiraukan lagi sebagai basis budaya dan sistem nilai sosial. Bahkan juga sudah jauh menjadi ideology dasar bernegara maupun sebagai paham way of life,” kata Irman Gusman pada pembukaan Sawala Budaya Pancasila dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten ke 44 dan Hari Jadi Purwakarta ke 181 yang dipusatkan di pendopo kabupaten, Sabtu (16/6).

Dikatakannya, angin demokratisasi yang mengubah pola dan struktur kekuasaan tidak disertai oleh perubahan pada sikap dan mental baik masyarakat secara luas, maupun para elite politik penyelenggara Negara. Hal itu menurutnya, dibuktikan karena masih maraknya praktek korupsi, ketidakadilan hukum, kesenjangan ekonomi dan kesenjangan antar wilayah.

Bahkan, menurutnya, kekerasan atas nama agama dan kelompok juga masih marak. Begitu juga dalam konteks pengelolaan otonomi dan desentralisasi, masih diwarnai oleh praktek sentralisme dalam kebijakan ekonomi dan pembangunan. Pada masa lalu, katanya, memang banyak penyelewengan yang dilakukan atas nama Pansila.

Misalnya, saat itu Pancasila diajarkan dengan cara doktrinasi yang tujuannya untuk melanggengkan kekuasaan rezim otoriter. Namun demikian, itu bukan alasan untuk menolak dan membuang pancasila dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab menurutnya, sukar dibayangkan kehidupan bangsa Indonesia tanpa Pancasila, karena bagaimanapun Pancasila merupakan formulasi sikap budaya Indonesia.

"Pancasila merupakan saripati dari keragaman budaya yang kita miliki. Puncak dari kebudayaan nasional yang digali dari akar-akar budaya daerah serta kearifan lokal. Bahkan telah menjadi kekuatan perekat bagi seluruh elemen-elemen bangsa yang terdiri dari ratusan suku bangsa. Semua disatukan Pancasila, lebih dari 500 bahasa dan berbagai agama yang dipisahkan oleh ribuan pulau," katanya.

Sebutnya, bagsa bisa hidup bersatu seperti ini, berkat adanya kekuatan Pancasila disamping pilar-pilar bangsa yang lain. Yakni UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Hal itu tentu saja sangat berbeda dengan negara-negara transional yang lain. "Seperti kita lihat dalam konteks perubahan di Rab (Arab Spring) di mana negara-negara yang sedang mengalami tuntutan reformasi," sebutnya.

Seperti, papar Irman Gusman, negara Mesir, Tunisia, Aljazair, Maroko dan sebagainya sedang menghadapi kegalauan dalam mengelola hubungan Negara, agama dan masyarakat sipil. Beberapa waktu lalu, kata Irman, dirinya baru saja menghadiri US-Islamic World Foru di Doha yang diselenggarakan oleh Brookings Institute bekerjasama dengan Saban Center for Middle East Policy dan pemerintah Qatar.

Dirinya melihat bahwa Pancasila merupakan keberuntungan bangsa Indonesia, karena mampu membangun hubungan yang harmonis antar semua umat beragama serta relasi yang baik antara agama, Negara dan masyarakat sipil. "Namun tentu saja, sabagai paham yang terbuka, kebudayaan Pancasila juga terbuka pada kebudayaan bangsa lain sepanjang tidak bertentangan dengan sila-sila Pancasila," pungkasnya.YAS


Keterangan foto : Irman Gusman 
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger