' Keluarga Miskin Tak Mampu Mengobati Penyakit Leukemia Anaknya - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Keluarga Miskin Tak Mampu Mengobati Penyakit Leukemia Anaknya

Keluarga Miskin Tak Mampu Mengobati Penyakit Leukemia Anaknya

Written By dodi on Friday, June 15, 2012 | 5:21 PM

CIREBON - Malan nian nasib M Seno Aji, bocah berusia enam tahun ini bergelut dalam penderitaan panjang. Betapa tidak, penyakit kanker darah (leukemia) telah membuat  dirinya hanya bisa terbaring lemah di atas tempat tidur rumahnya di Perum Taman Tukmudal Indah, Blok D24 No 2 RT 009/10 Kelurahan Tukmudal Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon. Kanker tersebut diketahui sudah menggerogoti bocah yang baru menginjak usia 6 tahun ini sejak berumur 4 tahun.

Di usianya yang masih sangat muda, dia harus berjuang melawan kanker ganas dan harus menjalani kemoterapi di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, setiap minggu. Kanker pun menggerogoti tubuh bocah ini sehingga tampak kurus. Bobot badannya pun saat ini hanya sekitar 16 kilogram. Efek kemoterapi pun membuat rambut yang menempel di atas kepalanya nyaris habis.

Kanker juga telah membuat Seno tidak bisa mengecap asyiknya bermain seperti anak-anak seusianya. Ia pun tak dapat mengikuti pendidikan di bangku sekolah seperti teman sebayanya. Ibunda Seno, Ine (27) mengatakan, untuk kemoterapi, dirinya setidaknya harus mengeluarkan biaya Rp2 juta untuk satu kali kemoterapi di RSCM. "Itu belum termasuk biaya perjalanan dan keperluan lain," ujar Ine.

Suaminya, Ajid (45), hanya bekerja sebagai sekuriti sebuah perusahaan jelly di Banyumas dan tidak cukup untuk membiayai pengobatan anaknya tersebut. "Gaji suami saya sekitar Rp1 juta, itu pun dipotong hutang kepada perusahaan sekitar Rp250 ribu setiap bulannya," tambahnya.

Kondisi keuangan keluarganya yang sudah tidak lagi mencukupi untuk membiayai kemoterapi Seno, membuatnya berharap kepada bantuan Pemkab Cirebon melalui dana jaminan kesehatan daerah (Jamkesda). Namun, saat mengajukan bantuan tersebut pada Mei lalu, dia harus menerima penolakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon. Alasannya, dana Jamkesda sudah habis.

"Karena tidak ada lagi biaya, saya terpaksa harus menunda pengobatan Seno," ujar Ine sambil mengusap air mata.
Sejak tidak lagi menjalani kemoterapi, Seno terus mengeluh kesakitan. Bobot tubuhnya pun terus menyusut, dan terancam mengalami pengeroposan tulang jika tak segera ditangani. "Saya hanya bisa memberi Seno obat seadanya seperti paracetamol dan obat pereda sakit lainnya," ungkapnya.

Ine berharap sumbangan dari para dermawan agar Seno bisa memperoleh pengobatan mengingat penyakit Seno beresiko tinggi. Ine mengaku sangat bersyukur karena sampai hari ini Seno masih diberi kekuatan untuk melawan penyakitnya. "Saya hanya bisa berharap Seno bisa terus mendapat pengobatan," ujarnya lirih. WAS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger