' Keamanan Mini Market jadi Sorotan Walikota - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Keamanan Mini Market jadi Sorotan Walikota

Keamanan Mini Market jadi Sorotan Walikota

Written By dodi on Friday, June 15, 2012 | 5:34 PM

BELAKANGAN ini keamanan mini market menjadi persoalan yang cukup serius di kota Bandung. Soalnya tak jarang usaha tersebut menjadi sasaran tindak kejahatan perampokan. Karenanya kepada pemilik toko dan mini market harus menambah sistem keamanan usahanya dengan maksimal.

Himbauan ini disampaikan Walikota Bandung Dada Rosada, belum lama ini. Hal itu katanya, untuk meminimalisir dan menghindari terjadinya aksi serupa yang dapat merugikan semua pihak, baik berupa materi maupun raga.

“Mari kita saling melindungi. Tentunya dengan berbagai alat pengamanan masing-masing, pengamanan uang, waktu buka dan lainnya. Semua harus mencermati kemungkinan terburuk,” ujarnya, sembari menyebutkan, meski pengamanan kepada warganya merupakan kewajiban pemerintah dan aparat kepolisian, tapi tanpa adanya keamanan yang dilakukan oleh masing-masing individu sulit rasanya berjalan dengan baik.

Ditambahkannya, atas kejadian ini dikhawatirkan dapat menimbulkan keresahan warga masyarakat jika berada di minimarket untuk berbelanja memenuhi kebutuhannya. Berdasarkan data Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian dan Perdagangan Kota Bandung, hingga saat ini ada sekitar 511 minimarket, supermarket, dan hypermarket di Kota Bandung. Dari jumlah tersebut 440 di antaranya merupakan minimarket.

Sebelumnya, Polsek Regol dan Polsek Lengkong telah berkolaborasi guna mengungkap pelaku perampokan berbekal pisau di dua swalayan Indomaret. Aksi rampok menggondol duit dan menyekap pegawai di masing-masing Indomaret itu diduga kuat pelakunya sama. Yakni terjadi di Indomaret di Jalan Burangrang masuk wilayah hukum Polsek Lengkong, sedangkan Indomaret di Jalan Moch. Toha masuk Polsek Regol. Diketahui, kurun waktu 1,5 jam pelaku menyatroni dua Indomaret yang lokasinya berjarak 2,5 kilometer, Rabu dini hari (13/6).

"Telah dibentuk tim khusus dari Lengkong dan Regol," ucap Kanitreskrim Polsek Lengkong AKP Widianto kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Kamis (14/6).

Ia mengatakan, bahwa aksi perampokan di Indomaret Burangrang tak terekam kamera CCTV. Sebab pelaku merusak kabelnya. Berbeda di Indomaret Moch Toha, pelaku terekam CCTV lantaran salah merusak kabel tersambung pada kamera pengintai. Di dua lokasi tersebut, jumlah pelaku enam orang dan menunggangi tiga unit sepeda motor.

Modus pelaku berpura-pura sebagai pembeli. Lalu di antara pelaku mengeluarkan pisau serta menodong pegawai toko. Kemiripan modus di dua minimarket itu ialah pelaku menyekap serta mengikat pegawai memakai tali tambang plastik.FEY

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger