' Kaula Muda Demam Karinding - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Kaula Muda Demam Karinding

Kaula Muda Demam Karinding

Written By dodi on Friday, June 15, 2012 | 5:44 PM

KAULA muda Jawa Barat saat ini kian menggemari seni buhun masyarakat Sunda. Di antaranya musik "Karinding". Menjadi satu musim di dunia musik yang terus menular dan menjadi demam di berbagai kabupaten/ kota di Jawa Barat. Salah satunya grup karinding "Karuhun". Di mana Karuhun sendiri merupakan singkatan dari "Karinding suhun".

Seperti halnya penampilan "Karuhun" saat menghibur peserta lomba nasyid yang digelar di kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Jalan Noenoeng, Tisna Saputra, Kota Tasikmalaya. Personelnya yang terdiri dari mahasiswa STAI ini, cukup memukau penonton. Arif dan Abdul Rahman (peniup karinding), Eka Yudiana (peniup karinding, vokal dan peniup suling) dan Asep Rizal yang memainkan celempung, memberikan hiburan unik dan langka bagi penonton. Mereka membawakan beberapa lagu, antara lain lagu "Gawir" yang dihaleuangkeun oleh Eka. Rumpakanya merupakan peringatan bagi manusia agar peduli terhadap lingkungan alam sekitar yang semakin rusak akibat ulah manusia.

Karinding, Seni Sunda ini begitu menggeliat. Mengenal alat musik sunda itu, terdiri dari suling, gamelan, calung, angklung dan kendang. Ternyata masih banyak khazanah kesenian dan alat-alat musik sunda yang beredar tetapi tidak terpublikasi dan tidak diajarkan sewaktu sekolah. Saat ini, ada suatu group musik underground dan lumayan keren yang menggunakan alat musik ini sebagai alat musik utama. yaitu ‘Karinding Attack”.

Karinding sendiri terbuat dari bambu tua dan kering atau dari pelepah aren, alat musik tradisional yang dikategorikan sebagai permainan rakyat ini konon sudah ada di tanah Sunda sejak 300 tahun lalu. Karinding hanya bisa dimainkan dalam satu kunci nada yang dibunyikannya dengan meniup dan menggerakan bagian ujung.

“Jika hanya kunci F maka F saja, jika kunci G ya G saja,” jelas Dedi (42) dari Komunitas Hong dalam workshop karinding. Dikatakannya, jika akan memainkan nada lainnya, lanjut Dedi, pemain karinding cukup mengatur pernafasan.

dalam perkembangannya, sekarang banyak kelompok Karinding semakin bertebaran. Namun, kebanyakan semua kelompok Karinding kurang mensosialisasikan alat musik yang cukup unik tersebut atau hanya dijadikan suatu hobi saja. Namun, di tengah hal tersebut “Karinding Attack” muncul sebagai grup musik yang mensosialisasikan alat musik karinding dan membawa warna baru pada musik tradisional ini.

Kerinding Attack menyatukan musik Karinding dengan musik Metal atau cadas. Sehingga timbul suatu musik yang unik yang enak didengar. Karinding Attack sendiri lebih memilih berkolaborasi dengan musik Metal karena background para personilnya yang berasal dari band-band metal yang cukup terkenal di Kota Bandung seperti “Man Jasad”. Berikut personil dari Karinding Attack, seperti Iman Zimbot (Toleat, Suling, Voice), Man Jasad (Karinding and voice), Mang Utun (Karinding), Kimung Core (Karinding and Celempung), Ameng GB (Karinding), Hendra (Karinding and Celempung), Okid Gugat (Karinding) dan Wisnu Jawis (Karinding). Senergitas penampilan musik ini sangat asyik dinikmati.KUH



Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger