' Kabupaten Bogor Barat Tuntutan Masyarakat Bogor - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Kabupaten Bogor Barat Tuntutan Masyarakat Bogor

Kabupaten Bogor Barat Tuntutan Masyarakat Bogor

Written By dodi on Tuesday, June 12, 2012 | 4:59 PM

KAB.BOGOR -  Keinginan untuk mewujudkan Kabupaten Bogor Barat (KBB), daerah pemekaran Kabupaten Bogor, kembali bergelora. Kalangan masyarakat dan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bogor dari daerah pemilihan (dapil) di wilayah Bogor Barat pun turut menggemakan aspirasi pemekaran daerah yang nantinya akan meliputi 14 kecamatan itu dengan mendatangi gedung DPR RI di Senayan-Jakarta, pada Kamis (7/6) lalu, untuk menyampaikan tuntutan pemekaran tersebut ke Komisi II DPR RI melalui Ketua Komisinya, Agun Gunandjar Sudarsa.

Menurut Ketua DPD Partai Golkar yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi Jaro, Komisi II DPR harus segera mengesahkan pembentukan KBB. Oleh karena, keinginan berpisah dari Kabupaten Bogor telah didambakan oleh mayoritas warga Bogor Barat sejak dicetuskan pemisahan pada 2006 lalu. "Pemisahan Kabupaten Bogor ini sudah final, karena memang tahapan, mekanisme dan syarat-syarat pemekaran daerah sudah terpenuhi," kata Jaro Ade, sapaan akrab politisi muda Partai Golkar itu, kepada LINGKAR JABAR di gedung DPRD, Cibinong, kemarin.

Jaro pun meminta Bupati Bogor Rachmat Yasin untuk bersikap legowo menerima sekaligus melaksanakan proses pemekaran KBB. Apalagi, lanjut Jaro, Komisi II DPR telah merespons tuntutan masyarakat itu dengan menggelar rapat dengar pendapat (hearing) dengan pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bogor. "Jadi tak ada kata lain, Bupati Rachmat Yasin harus ikut pro aktif mendorong pemekaran ini. Sebab proses pemekaran Bogor Barat sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) 78 Tahun 2007 tentang Pemekaran dan Penghapusan Otonomi Baru," katanya.

Menurut Jaro lagi, saat ini mayoritas warga yang ada di Bogor Barat pekerjaannya bertani dan hidup dalam kondisi serba sulit. Padahal potensi alam yang dimilikinya sangat berlimpah, seperti keberadaan tambang emas yang dikelola PT Antam, tambang gas bumi yang dikelola Chevron, dan sumber alam lainnya seperti perkebunan. "Dengan pemekaran, diharapkan akan terwujud pengelolaan sumber daya alam yang optimal untuk kesejahteraan masyarakat Bogor Barat. Sebab selama ini, Pemerintah Kabupaten Bogor tak pernah berpihak pada warganya terkait dengan pengelolaan sumber daya alam itu," jelas Jaro.

Selain itu, tambah bakal calon Bupati Bogor pada Pemilukada 2013 ini, dengan adanya pusat pemerintahan di Bogor Barat, warga juga akan dipermudah ketika hendak mengurus keperluan seperti masalah administrasi. Sebab selama ini, warga Bogor Barat harus menempuh jarak puluhan kilometer menuju kantor Pemerintah Kabupaten Bogor yang berada di wilayah Cibinong. "Dengan pemekaran, pusat pemerintahan sudah ditentukan di Kecamatan Cigudeg, jadi warga lebih dekat dan mudah mengurus keperluannya," imbuhnya.

Secara terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Wasto Sumarno, mengatakan kehendak pemekaran Bogor Barat sebenarnya sudah digulirkan sejak tahun 1990, dan hal itu tertuang dalam SK Gubernur Jawa Barat (saat itu dijabat alm.Yogi S Memet). "Dalam SK Gubernur saat itu tertuang rencana membentuk Kabupaten Jasinga atau sekarang Bogor Barat. Jadi pemekaran Bogor Barat ini ada nilai sejarah, konstitusional, prosedural, empiris dan tidak mengada-ada, semestinya kita pahami itu," kata Wasto.

Dikatakannya lagi, bukti konstitusionalnya adalah panitia pemekaran dibentuk secara resmi melalui SK Bupati Bogor. Demikian pula dokumen persetujuannya mulai dari Kepala Desa, BPD, Camat, Bupati, Gubernur dan DPRD Jabar. "Artinya, semua kelembagaan resmi pemerintahan mengakui dan menyatakan lanjut. Dan aspirasi masyarakat untuk pemekaran tidak bermasalah. Secara prosuderal, masyarakat pun dalam menyalurkan aspirasinya tidak anarkis atau inkonstitusional. Karenanya, keinginan masyarakat yang baik ini jangan sampai tersumbat, dan harus dikawal sampai tuntas," tegasnya.

Secara empiris normatif, tambah Wasto lagi, bahwa dari hasil kajian tim independen yang secara resmi ditunjuk Pemerintah Daerah, dengan mengacu pada persyaratan sebagaimana PP 78 Tahun 2007, hasilnya menunjukan skor atau nilai tertinggi sangat mampu dengan angka 446 untuk Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) KBB maupun untuk CDI (Calon Daerah Induk) Kabupaten Bogor. "Dengan demikian, KBB sangat faktual dan memenuhi kriteria serta persyaratan. Mudah-mudahan Pemkab Bogor terus mendorong rencana pemekaran ini untuk disahkan pemerintah pusat," pungkasnya.

Sekedar informasi, berkas pembentukan KBB ini sempat hilang di DPR. Hal tersebut diduga karena banyak elit politik di Kabupaten Bogor yang tak mau KBB berdiri demi kepentingan golongan dan kekuasaan. Salah satu alasan pemekaran Kabupaten Bogor diantaranya jumlah penduduk Kab Bogor sudah mencapai 5 juta jiwa, dengan jumlah desa 427 dan 40 kecamatan serta luas wilayah 299.019.06 hektar.

Rencananya Kabupaten Bogor Barat yang merupakan pemekaran Kabupaten Bogor meliputi 14 kecamatan, yakni nanggung, Leuwiliang, Leuwisadeng, Pamijahan, Cibungbulang, Ciampea, Tenjolaya, Tenjo, Rumpin, Jasinga, Parungpanjang, Sukajaya, Cigudeg, dan Dramaga.

Berdasarkan data, jumlah tenaga kerja atau angkatan kerja di Wilayah Bogor Barat pada tahun 1999 mencapai 250.948 jiwa. Apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk usia kerja, mereka yang bekerja hanya sebanyak 43.72 persen. Sebagian penduduk bekerja di sektor pertanian (60.95 persen), perdagangan (15.16 persen, jasa (7.17 persen), industri (4.16 persen), angkutan (2.84 persen), pertambangan (1.31 persen), kontruksi (10.78 persen), keuangan (0.04 persen), perusahaan listrik dan air (0.02 persen), serta sektor lain (7.26 persen). Sedangkan jumlah pengangguran mencapai angka sebesar 56.28 persen.

Sementara, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kab. Bogor tiap tahun mengalami kenaikan. Tahun 2006 tingkat LPE 5, 91. Kenaikan LPE tersebut tidak terlepas dari berkembangnya sektor industri dan perdagangan yang menjadi penyumbang terbesar PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Kab. Bogor. BSR/ZIZ
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger