' Kabupaten Bandung Adakan Simulasi Bencana - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Kabupaten Bandung Adakan Simulasi Bencana

Kabupaten Bandung Adakan Simulasi Bencana

Written By dodi on Friday, June 1, 2012 | 5:00 PM

KAB.BANDUNG (LJ)-Perbaikan tata ruang, menjadi salah satu solusi yang diambil Pemkab Bandung untuk mencegah terjadinya bencana longsor. Solusi lain, berupa penanaman pohon tumpang sari dan pohon abadi di areal lahan kritis. “Langkah ini harus kita lakukan terus menerus, mengingat bencana longsor di Kabupaten Bandung kerap terjadinya yang merugikan ekonomi masyarakat,” tutur Wakil Bupati Bandung H. Deden Rukman Rumaji, saat membuka Simulasi Kampung Siaga Bencana di Desa Panundaan Kecamatan Ciwidey,kemarin.
     Untuk melakukan pohon tumpang sari dan pohon abadi, pihaknya akan bekerjasama dengan Kementerian Kehutanan. "Kita juga akan melibatkan masyarakat disekitar lahan kritis. Dengan harapan masyarakat ikut memelihara kelestarian lingkungan.Dampak lainnya, mereka mempunyai penghasilan tambahan dari usaha tanam tumpang sarinya,"kata Deden.
     Dalam kesempatan tersebut,dia juga mempertegaskan tentang pengertian pohon abadi, yaitu pohon-pohonan yang sudah ditanam oleh pihak pemerintah, swasta maupun organisasi untuk tidak ditebangi, hingga berumur ratusan tahun. “Biarkan tanaman itu tumbuh, agar bisa berfungsi sebagai penangkar air di waktu hujan. Dengan cara ini kita harapkan bencana longsor bisa kita kendalikan,”tegasnya.
     Berdasarkan data di pemerintah Kabupaten Bandung, luas lahan kritis wilayah ini sampai tahun 2011 tercatat 59.038 Hektar. Lahan-lahan itu seluruhnya milik masyarakat. Sementara lahan kritis yang sudah dihijaukan selama tahun 2011 seluas 4.415 Ha. Untuk tahun 2012, lahan kritis yang akan dihijaukan sama dengan luas tahun 2011.
    Diperoleh data dari Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bandung, target penghijauan lahan kritis tahun 2011-2015 seluas 22.076 Ha dengan jumlah tanaman 8,8 juta pohon.
     Sedangkan catatan bencana longsor di Kabupaten Bandung selama tahun 2012 terjadi di 15 desa yang tersebar di 10 kecamatan. Pada tahun 2011 longsor terjadi di 6 desa yang tersebar di 6 kecamatan. “Bencana longsor ini, semuanya akibat tingginya curah hujan yang mengguyur beberapa areal lahan kritis,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Bandung, Marlan.
     Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung, Nina Setiana mengatakan, bencana tanah longsor bisa terjadi kapan saja. Untuk itu, pemkab Bandung dituntut kesiap siagaan dalam rangka mengurangi dampak negatif dan kerugian akibat terjadinya bencana.
    Saat ini, salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kesiagaan penanggulangan bencana yang melibatkan masyarakat. “Di daerah yang masuk rawan longsor, kita lakukan kegiatan Kampung Siaga Bencana,” ucapnya seusai menyaksikan jalannya simulasi penanggulangan bencana longsor.
     Dalam simulasi tersebut, masyarakat dilatih bagaimana membuat jalur evakuasi, pendataan jumlah korban, pembuatan dapur umum dan pembuatan lumbung sosial. “Karena berada di daerah rawan bencana, mereka harus faham terhadap langkah-langkah ini, minimal mereka tahu harus berbuat seperti apa jika bencana itu datang...” kata Nina Setiana. (GUS).
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger