' Jaling Asal Jadi Pemborong Dituding Kelabui Warga - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Jaling Asal Jadi Pemborong Dituding Kelabui Warga

Jaling Asal Jadi Pemborong Dituding Kelabui Warga

Written By dodi on Tuesday, June 19, 2012 | 4:22 PM

KAB BEKASI (LJ) – Proyek peningkatan jalan lingkungan di Perumahan Bumi Lestari, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi disorot berbagai kalangan. Selain diduga dikerjakan asal jadi karena kondisi jalan yang baru selesai dikerjakan banyak yang retak, pelaksana pembangunan tidak memasang papan proyek dilokasi.
    Padahal papan proyek itu sangat penting untuk memberikan informasi kepada warga yang mempunyai hak membantu pengawasan proyek yang didanai oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi.
    Pantauan dilokasi, proyek peningkatan jalan lingkungan itu ada tiga titik yaitu di RT 01, RT 03 dan 09, serta RT 04 dan 06 yang kesemua titik jalan itu masuk dilingkungan RW 014. Anehnya, paket pekerjaan jalan lingkungan yang berada di RT 01, pihak pemborong memasang papan proyek di RT 09. Sehingga, warga RT 01 tidak mengetahui dan tidak dapat melakukan pengawasan.
    “Kami tidak mengetahui perusahaan apa saja yang mengerjakan tiga titik peningkatan jalan di perumahan kami. Yang kami tahu hanya seorang pegawai yang sering ke lokasi bernama Yosua. Jalan kami di cor pada pertengahan bulan Mei, namun sekarang kondisinya sudah banyak yang retak,” ujar seorang warga RT 09 yang meminta namanya tidak ditulis kepada LINGKAR JABAR, kemarin.
    Disisi lain, warga merasa senang mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bekasi dengan pembangunan dilingkungan mereka. Namun demikian, mereka berharap proyek tersebut jangan dijadikan ajang untuk mengambil keuntungan pribadi segelintir oknum. Mereka juga berharap, para kontraktor memperhatikan kualitas pekerjaan sebab proyek tersebut didanai oleh uang rakyat.
    Sejumlah warga juga menyesalkan sikap pengawas lapangan dari Dinas Binamarga Kabupaten Bekasi yang terkesan membiarkan pekerjaan pemborong yang diduga banyak melakukan penyimpangan. Contohnya, pihak kontraktor memasang papan proyek di RT 09. Padahal pada papan proyek tersebut jelas tertulis lokasi pembangunan peningkatan jalan di RT 01, dengan biaya pembangunan Rp 285.169.000 dan sebagai pelaksananya PT Maduma Jaya lestari.
    Terpisah, ditemui dikawasan Grand Wisata, pihak pemborong, Yosua membantah jika ketiga proyek yang dikerjakannya tidak dilengkapi papan proyek. Dia beralasan, saat ini pekerjaan peningkatan jalan lingkungan di Perumahan Bumi Lestari itu sudah selesai dikerjakan sehingga papan proyek dicabut. “Semua ada papan proyeknya, kami membeli satu papan proyek seharga Rp750 ribu kepada pegawai di Dinas Binamarga, walaupun di rencana anggaran biaya, papan proyek itu seharga Rp300 ribu.” Kelitnya.
    Terkait jalan yang sudah retak-retak padahal baru selesai dikerjakan, Yosua mengakui bahwa semua pekerjan tidak ada yang sempurna. Namun, pihaknya bertanggungjawab untuk memperbaiki keretakan jalan lingkungan di perumahan itu. “Keretakan itu masih menjadi tanggungjawab kami karena masih didalam waktu perawatan. Uang kami juga masih ditahan untuk jaminan perawatan,” ujarnya.
    Selain itu, pada pekerjaan jalan lingkungan di perumahan, Yosua mengaku tidak menggunakan besi sebagai penguat jalan. Dia beralasan, selain tidak tercantum di RAB, besi digunakan hanya untuk peningkatan jalan yang memiliki tinggi lebih dari 20 sentimeter. ARS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger