' Harga Kopi Gelondongan Anjlok - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » » Harga Kopi Gelondongan Anjlok

Harga Kopi Gelondongan Anjlok

Written By dodi on Tuesday, June 26, 2012 | 1:35 PM


NASIB petani kopi lagi tidak baik. Soalnya harga Kopi gelondongan sejak awal bulan Juni 2012, mengalami penurunan drastis. Padahal sebelumnya harga kopi di Kabupaten Bandung sangat menggembirakan. 

Anjloknya harga kopi ini juga membuat para petani kopi mengeluh, lantaran panen raya tahun 2012 ini kurang menggembirakan. Seperti yang dialami salah satu petani kopi asal Desa Sukapura, Kecamatan Kertasari, Jajang Ajidin (46), bahwa dirinya mengalami kerugian dalam  panen raya tahun ini.

"Harga kopi gelondongan jenis Arabica di wilayah kami, dari awal bulan Juni sangat merosot," kata Jajang. Lalu menyebutkan juga harga sebelumnya sebesar Rp 7000 perkilogramnya, turun menjadi Rp 3000 perkilogramnya. Harga itu menurutnya, tidak sebanding dengan pengeluaran. 

Posisi harga ini jelas menyedihkan. Terlebih jika dihitung perkilogramnya untuk upah memetik biji kopi mencapai Rp 1000, ditambah dengan ongkos angkut dari kebun ke lokasi penampungan sebesar Rp 500 rupiah perkilogramnya. Belum lagi ongkos pemeliharaan. "Kondisi ini sangat mencekik petani kopi. Jika harga kopi tarus anjlok dikhawatirkan kami dan petani kopi lainnya enggan menanam  kopi lagi. Soalnya merugi terus," imbuh Jajang menambahkan.

Danpak ke depan, pendapatan petani bahkan hilangnya pekerjaan masyarakat akan mengancam. Di samping itu, jika tanaman kopi musnah akan berdanpak pula pada Konservasi Alam. Maka para petani meminta pada pemerintah pusat maupun daerah agar segera melakukan pembinaan. Terpenting permodalan kepada petani kopi di kabupaten setempat.

Menanggapi hal ini, Kepala Seksi Sarana Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kabupaten Bandung, H Asep menjelaskan, dengan anjloknya harga kopi gelondongan disinyalir akibat ulah para Bayer. Para Bayer dikabarkan, dengan alasan pasokan mereka sudah menumpuk kopi. 

“Padahal beberapa daerah di Indonesia bulan Juni ini sedang panen raya, seperti di wilyayah Aceh, Sumatra, Sulawesi, Jawa Tengah, Jawa Barat. Termasuk di kabupaten Bandung seperti di  kecamatan Pangalengan, Ciwidey, Paseh, Pacet, Kertasari serta kecamatan lainnya. Semuanya bulan ini sedang panen raya,” jelas Asep.
  
Menurutnya harga tinggi sebelumnya Rp 7000 adalah kamuflase saja karena sulitnya pasokan. Yakni ulah Bayer menyemangati petani. Soalnya harga tersebut waktu itu lebih tinggi dari harga luar negeri. Namun setelah stok barang banyak karena bangkitnya pola tanam Kopi oleh petani, terlebih saat panen raya, harga kembali diturunkan. 

Diminta komentarnya tentang upaya pemerintah untuk menanggulangi hal itu, dirinya tidak bisa berkomentar. "Saya tidak bisa mengatakan mengenai hal itu, tanyakan saja sama Pak Kadis. Kecuali ada perintah untuk memberikan keterangan pada saya. Tapi meski begitu kami tetap memantau setiap perkembangan di lapangan,” jelasnya.UDN    
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger