' Ekonomi Bangsa Lagi "Gelok" - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » » Ekonomi Bangsa Lagi "Gelok"

Ekonomi Bangsa Lagi "Gelok"

Written By dodi on Thursday, June 28, 2012 | 8:00 AM

MUNGKIN lagi gila atau gelok dalam bahasa sunda serta gendang gendengan dalam ungkapan oto kritik berbahasa Jawa yang disampaikan Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais. Bahkan muncul penilaian ekonomi Indonesia adalah ekonomi kapitalis, dan ekonomi komprador.

Hal itu disampaikan Amin belum lama ini saat memberi testimoni pada sarasehan yang digelar "Megawati Institute" dalam rangka kegiatan bulan Juni sebagai Bulan Bung Karno yang dibuka Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani, Rabu (27/6), di Jakarta

Dikatakan, saat ini Indonesia berada pada pilihan apakah menjadi bangsa merdeka dengan kapitalisme merajalela, atau kehidupan merdeka di mana semua rakyat sejahtera dan terpenuhi kebutuhan hidupnya. "Jangan kira kalau kita memiliki parlemen saja berarti kita sudah sejahtera. Bung Karno sudah lama mengingatkan negara Eropa dan AS (Amerika Serikat) itu mengusung demokrasi politik saja, maka tak adil juga," katanya.

Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PAN, itu menceritakan, salah satu pemikiran kritis atas revolusi Perancis yang menghasilkan kebebasan politik. Namun, belum tentu bisa bebas dalam hal ekonomi. Contohnya, seorang buruh pabrik bisa saja melempar seorang pejabat negara dengan suara politiknya. Namun keadaan itu belum tentu terjadi di ekonomi.

"Seorang pegawai pabrik bisa melempar pejabat menteri, tapi ketika masuk ke pabrik, dia bisa dilempar begitu saja, dan mati kelaparan di jalan. Itulah sekarang. Tapi kalau kita omongkan seperti berteriak di tengah padang pasir. Sekarang berpulang ke saudara-saudara, take over the job, saya hanya bisa berdoa untuk anda semua," ungkap Amien Rais.

Mantan Ketua MPR Amien Rais menilai kepemimpinan Soekarno telah memberikan warna yang positif di masa lalu, sekarang dan akan datang, walaupun ada juga berbagai kekurangannya karena tidak ada manusia sempurna.

Ia menyebutkan salah satu pokok pikiran Bung Karno yang signifikan ialah soal sosialisme. Sementara kontradiksi dengan visi itu, menurutnya, realita yang terjadi di Indonesia saat ini, yakni liberalisme, ekonomi pasar bebas sudah kebablasan.

"Ekonomi kerakyatan dan sosialisme yang pernah digagas Bung Karno itu telah lama dibuang ke tong sampah. Padahal, model seperti itulah yang harus diterapkan untuk kemajuan bangsa ini," urainya, sembari menyebutkan kalau Bung Karno selalu berpikir revolusi belum selesai dan pemikirannya juga revolusioner, seperti ganyang Malaysia, keluar dari PBB atau membangun poros Jakarta dan Tiongkok. Namun, Amien Rais menambahkan, kondisi kontekstual pada saat itu tidak bisa dihakimi dengan sudut pandang saat ini.RED
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger