' DPRD Bentuk Raperda Mini Market - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » DPRD Bentuk Raperda Mini Market

DPRD Bentuk Raperda Mini Market

Written By dodi on Wednesday, June 20, 2012 | 1:44 PM

KAB.PURWAKARTA (LJ) - Upaya menyelamatkan Pedagang Kaki Lima (PKL) disejumlah tradisional, yang terus digempur dengan keberadaan pasar modern (mini market-red), Anggota DPRD Komisi II Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, akat bicara dengan berupaya mengolah rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang pembatasan Mini Market yang kian marak. Upaya mengolah Raperda tersebut, terus dilakukan untuk dijadikan kekuatan payung hukum bagi para usaha pedangang kecil.

“Upaya yang dilakukan untuk melindungi para pedagang tradisional telah digencarkannya, yaitu dibentuk Perda. Jika usaha ini sudah dilakukan untuk menekan keberadaan mini market yang kian jamur,” kata Linda Nurdiana, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Purwakarta, kepada lingkar jabar Selasa (19/6) di kantornya.

Linda menjelaskan, para pedagang tradisional yang notabene adalah warga masyarakat setempat merasa khawatir dengan menjamurnya mini market. Bahkan, keberadaan mini market akan berdampak penutunan omzet para dagangan tradisional. Selain itu juga perekonomian warga masyarakat setempat, masih tertumpu pada hasil alam.

Oleh karenanya, lanjut dia, perlindungan bagi pedagang tradisional seyogyanya menjadi tumuan perekonomian kerakyatan yang memiliki hubungan simbiosis satu dengan lainnya baik dari para petani maupun masyarakat. Karenanya, Raperda tersebut secara marathon terus dibahas untuk secepatnya disetujui menjadi Perda.

Menyoal adanya persaingan usaha antara pelaku usaha tradisional dengan modern, Linda Nurdiana menyatakan bahwa harus dilakukan anstisipasi timbulnya persaingan yang tidak sehat sebelum ada selebaran bupati, yang memberikan peluang kepada investor di empat wilayah kecamatan tidak termasuk kecamatan kota.

Seperti yang penah dilengserkan LINGKAR JABAR senin (18/6) kemarin, usaha mini market diwilayah Kabupaten Purwakarta berkembang secara signifikan. Namun demikian, pertubuhan mini market tersebut menimbulkan keresahan dikalangan para pelaku usaha tradisonal. Pasalnya, mini market tersebut banyak berdiri diwilayah kecamatan.

Bahkan, jarak antara pasar tradisional dengan mini market sangat berdekatan, sehingga mengacam perekonomian rakyat kecil. Atas dasar tersebut, Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Satria Pangkal Perjungan Kabupaten Purwakarta mengatakan, bahwa menjamurnya mini market akan mematikan mata pencaharian pedagang kecil. 

Ditengah perekonomian yang semakin sulit ini, kata Uche Irwanto Ketua LPKSM Satria Pangkal Perjuangan, pengawasan menjdi lemah atas menjamurnya mini market di Purwakarta. Bahkan pemkab terkesan tutup mata dan hanya mementingka PAD saja. Sementara rakyat kecil dengan usaha tradisional, seakan-akan tidak mendapat perhatian.

Menanggapi maraknya mini market di Purwakarta, Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM Drs H Mulyana E Gunawan SH mengatakan, pasar swalayan atau mini market yang ada di Kabupaten Purwakarta memiliki pasar berbeda. Dan maraknya mini market tersebut, dampak dari perkembangan dan kemajuan Kabupaten Purwakarta.

Banyaknya mini market, papar Mulyana, merupakan konsekuensi dari perkembangan Purwakarta sebagai kota industri dimana banyak para pekerja yang memerlukan barang kebutuhannya diluar jam opersional pasar tradisional. Karenanya, baik pasar tradisional maupun  pasar swalayan memiliki pasar sendiri-sendiri.YAS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger