' Ditengah Raihan Prestasi, Masih Ada Kasus Busung Lapar - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Ditengah Raihan Prestasi, Masih Ada Kasus Busung Lapar

Ditengah Raihan Prestasi, Masih Ada Kasus Busung Lapar

Written By dodi on Monday, June 25, 2012 | 8:00 AM

KAB. CIREBON, (LJ)-Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon boleh bangga sering mendapat penghargaan Adipura dari Presiden, Pendapatan Asli Daerahnya (PAD) cukup besar, dan Upah Minimum Regionalnya (UMR) juga cukup besar, bila dibanding dengan Kabupaten lain di Jawa Barat.
    Tapi sayang,ditengah berbagai prestasi dan prestise itu, ternyata masih ada anak penderita Gizi buruk atau busung lapar yang luput dari perhatian Pemerintah Daerah, seperti dialami keluarga pasangan Hendi (30) dan Dewi Farija Handayani (26). Warga Desa Prajawinangun Kulon Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon.
     Keluarga dengan penghasilan tidak menentu,menanggung beban hidup yang sangat ebrat,s elain tidak mempunyai pekerjaan dan penghasilan tetap harus ditambah beban putranya menderita penyakit busung lapar. Putranya, M. Tegar semenjak lahir mengalami berat badan 2,8 Kg dana berat badannya terus merosot setiap harinya.
    Meski sekarang usia Hendi sudah 2 tahun lebih, kondisinya masih tetap seperti dulu tidak berubah, bahkan berat badannya turun menjadi 2,3 kg. Sehari-harinya dia hanya bisa menangis itu juga sewaktu-waktu, makanan sehari-harinya hanya bubur, tidak pernah senyum sama sekali apalagi ketawa, padahal diusia itu lagi sangat lucu-lucunya, bola matanya tidak bisa lirik sana-lirik sini, tangannya tidak bisa lurus, jari-jari tangannya tidak bisa membuka dia selalu mengepal, dan sesekali  seperti anak yang lagi kejang-kejang.
    Menurut Hendi kepada LINGKAR JABAR dirumahnya, disaat usia M. Tegar menginjak 6 bulan, kedua orang tuanya pernah memeriksakannya ke dr. Sri (Almarhumah) sebagai dokter umum yang buka praktek sehari-harinya di Jalan Nyi Mas Gandasari Desa Jungjang Kecamatan Arjawinangun.
    Pada waktu itu Dr. Sri menyarankan agar anaknya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arjawinangun, tapi Hendi yang berpenghasilan pas-pasan tidak berani memasukkan anaknya ke Rumah Sakit, pasalnya tidak ada biaya, Jamkesmas, ataupun Jamkesda.
    Surat keterangan miskin dari Pemerintah, tidak bisa dia dapatkan, dengan alasan pada waktu itu tidak ada anggarannya. Terpaksa Hendi membawa pulang kembali M. Tegar kerumah.“Sampai saat ini kami belum pernah terima bantuan dari siapapun, dan belum meminta bantuan sama siapapun, kami orang susah ini, malu kalau ngomong-ngomong sama orang lain, apa lagi sama Pemerintah, kami tidak berani” katanya malu. LIL/PIP
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger