' Dinkes Jabar Bangun 111 Puskesmas PONED - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Dinkes Jabar Bangun 111 Puskesmas PONED

Dinkes Jabar Bangun 111 Puskesmas PONED

Written By dodi on Monday, June 18, 2012 | 5:29 PM

BANDUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jabar akan membangun 111 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pelayanan Obstetri dan Neonatal Esensial Dasar (PONED) pada tahun 2012 ini. Sebelumnya, sudah 86 Puskesmas PONED yang tersebar di Jabar. Program ini sendiri sudah mulai dicanangkan sejak 2009 lalu.

Seiring dengan dibangunnya Puskesmas PONED tersebut, maka Dinkes Jabar segera akan melantik 111 dokter umum dan bidan yang ditempatkan khusus untuk melayani rujukan terdekat dari desa sebagai pembina bidan dan mendekatkan akses pelayanan kegawatdaruratan pada ibu hamil.

“Tahun ini akan dibangun lagi 111 PONED jadi kita butuh tambahan 111 dokter umum dan bidan,” Kata Kepala Dinkes Jabar Alma Lucyati kepada wartawan, Minggu (17/6). Menurutnya, saat ini 111 dokter umum dan bidan tersebut telah terpilih dan tinggal menjalani pelatihan khusus. “Sudah ada, tinggal pelatihan saja dan sekarang sedang dilakukan pemberkasan,” tutup Alma.

Dalam kesempatan itu, Alma juga mengakui kalau tahun ini mereka sempat kekurangan tenaga medis. Kekurangan tersebut, tambah Alma, dikarenakan banyaknya dokter yang pensiun sehingga harus segera diganti. Selain itu, kata Alma, penyebab kekurangan tenaga medis juga karena adanya program Puskesmas Pelayanan Obstetri dan Neonatal Esensial Dasar (PONED) yang akan dilakukan di seluruh puskesmas di Jabar.

“Karena memang untuk mengganti dokter-dokter yang pensiun dan juga dikarenakan pelayanan yang terus berkembang seperti PONED-PONED yang akan dibangun kembali,” ujarnya. Namun dirinya mengatakan hal tersebut sudah dapat diatasi sedkit demi sedikit. Sampai saat ini, kebutuhan tersebut sudah terpenuhi, bahkan Dinkes Jabar akan kembali membangun 111 PONED. “sampai saat ini belum lagi ada kekurangan, “ tegasnya.

Sebelumnya diketahui, Dinkes Jabar telah menganggarkan Rp421,8 Miliar untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan. Sejumlah dasar atau pijakan Dinkes dalam penganggaran itu, di antaranya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jabar, Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2012, menyerap hasil Musrenbang, dan masukan wakil rakyat saat masa reses.

Pokok acuan dalam menggunakan anggaran di Jabar adalah kebijakan pusat, misalnya kebijakan peningkatan IPM dan MDGs. “Sebagaimana ter-cover dalam Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, penggunaan anggaran provinsi untuk bidang kesehatan harus mencapai 10% dari total APBD. Besaran 10% bidang kesehatan tidak sepenuhnya berada di Dinkes Jabar, tetapi menggandeng organisasi perangkat daerah lainnya,” kata Alma.

Alma menjelaskan anggaran APBD 2012 yang dikelola Dinkes mencapai Rp421,8 miliar dibagi menjadi dua bagian, yakni Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung. Untuk Belanja Langsung total anggaran yang tersedia mencapai Rp213 miliar. Penggunaannya untuk menunjang tugas pokok Dinkes Jabar, seperti evaluasi, pengadaan tenaga supervisi, program-program kesehatan, pelayanan kesehatan, upaya kesehatan, peningkatan sarana dan mutu kesehatan, pemberantasan penyakit menular sampai pada sertifikasi serta akselerasi kesehatan. “Nah sisanya sebesar Rp208,8 miliar akan disebar kepada dinas kesehatan yang ada di seluruh Jawa Barat berupa anggaran Belanja Tidak Langsung,” tuturnya. FER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger