' Dewan Panggil Manajemen RS Hasan Sadikin Terkait Pelayanan Buruk - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Dewan Panggil Manajemen RS Hasan Sadikin Terkait Pelayanan Buruk

Dewan Panggil Manajemen RS Hasan Sadikin Terkait Pelayanan Buruk

Written By dodi on Tuesday, June 26, 2012 | 1:15 PM


BANDUNG - Menyusul aksi sejumlah warga terkait pelayanan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung yang dianggap buruk, Komisi E DPRD langsung memanggil jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar dan perwakilan dari manajemen RSHS untuk melakukan rapat dengar pendapat di ruang rapat Komisi E, Senin (25/6). Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua Komisi E DPRD Jabar Didin Supriyadin dan sejumlah anggota Komisi E. Hadir juga Kepala Dinkes Jawa Barat Alma Lucyati.

Sementara itu, dari pihak RSHS diwakili oleh Direktur Medik dan Keperawatan RSHS Ruddy Kadarsyah didampingi Direktur Umum RSHS Edi Sampurno. Dalam pertemuan tersebut komisi E mempertanyakan banyaknya keluhan-keluhan di masyarakat yang selalu saja terulang, sampai saat ini pertemuan masih terus berlangsung.

Dalam kesempatan itu, manajemen RSHS membantah tudingan bahwa pihaknya menelantarkan pasien Ayoh (54) hingga mengakibatkan meninggal. RSHS menegaskan tidak ada unsur kelalaian pada pasien warga Kampung Sidodadi RT 33 RW 11, Kelurahan Pasirkareumbi, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang tersebut. "Tidak ada unsur kelalaian. Barangkali ini hanya masalah miskomunikasi," kata Direktur Umum dan Operasional RSHS Edi Sampurno.

Menurutnya, Ayoh perlu menempuh berbagai proses medis sebelum dilakukan operasi. Sehingga meski sudah 19 kali bolak-balik Subang-Bandung (RSHS - red), pihak RSHS belum memutuskan kapan Ayoh harus dioperasi. "Tidak bisa pasien itu ketika datang ke RSHS langsung dilakukan operasi. Harus kita periksa dari berbagai disiplin ilmu. Sehingga kadang-kadang memerlukan waktu untuk eksekusi apakah pasien dioperasi atau tidak. Ini yang terjadi pada Bu Ayoh ini," jelas Edi.

Ia mengatakan, RSHS sebenarnya sudah meminta Ayoh untuk datang kembali ke RSHS. Namun Ayoh tidak datang dan diketahui sudah meninggal. Namun Edi mengaku lupa kapan Ayoh diminta datang lagi ke RSH. "Ada datanya, nanti kami sampaikan. Yang jelas ada kronologinya di mana Bu Ayoh diminta lagi datang ke RSHS untuk berobat lebih lanjut," paparnya seraya menambahkan, RSHS menganut prinsip tidak membedak-bedakan pasien miskin atau kaya. Dan dengan adanya aksi dari LSM Peduli Rakyat Miskin itu tetap jadi bahan evaluasi bagi RSHS.

Sebelumnya, sekitar lima puluh orang yang tergabung dalam Ormas Peduli Rakyat Miskin mendatangi Gedung Sate Jalan Diponegoro Kota Bandung, kemarin. Aksi yang dilakukan adalah bentuk rasa kekecewaan mereka terhadap pelayanan RSHS yang dinilai buruk dan diskriminatif terhadap pengguna Jamkesmas. Dalam aksi tersebut, mereka juga beraksi sambil mengusung keranda mayat.

Koordinator aksi Asep Sumarna Toha mengambil contoh salah satu korban pelayanan buruk RSHS, atas nama Nyonya Ayoh yang merupakan pengidap tumor ganas Ovarium Rawat Jalan RSHS dan juga pengguna Jamkesmas yang meninggal dan diduga tak mendapat pelayanan layak oleh RSHS. "Nyonya Ayoh contohnya. Dia merupakan salah satu dari sekian banyak pasien miskin yang mengalami pelayanan buruk RSHS. Para rakyat miskin lelah karena selalu mendapat pelayanan buruk dari RSHS.," kata Asep saat ditemui wartawan di sela-sela aksi demo. FER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger