' Data Disdukcasip Tidak Semua Valid - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Data Disdukcasip Tidak Semua Valid

Data Disdukcasip Tidak Semua Valid

Written By dodi on Friday, June 1, 2012 | 2:00 PM

KAB.BANDUNG (LJ).- Jumlah pemohon Kartu Tanda Penduduk di Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung sesuai data  pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcasip) Kabupaten Bandung mencapai 98. 766 orang, yang berasal dari 11 desa. Namun, jumlah ini diketahui  tidak semuanya valid.
    Sebab pada saat data itu dibuat, sejumlah pemohon diketahui sudah tidak bertempat tinggal di wilayah ini, antaralain, karena berpindah rumah ke luar kota, meninggal dunia atau ikut suami keluar pulau. “Sementara bagi remaja putera/putri yang sebelumnya tak tercatat wajib ber KTP, sekarang ini sudah mulai  masuk wajib ber KTP,. Mereka ini, ternyata belum tercatat dalam data instansi Disdukcapil,”ungkap Kasi Pemerintahan Kec. Banjaran Kab. Bandung, Anang Suryana, saat ditemui LINGKAR JABAR ,kemarin.
Tidak  valid-nya data yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten (Disdukcasip) Bandung,lanjut Anang Suryana, telah dilakukan upaya alternatifnya, yaitu pihak kecamatan mulai melakukan pendataan ulang semua warganya  melalui Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) terutama yang sudah  mempunyai Kartu Keluarga.
    “Prioritas  utama pendataan adalah mereka yang sudah terdaftar, sementara lainnya tetap diupayakan juga, tapi terus  terang saya tidak tahu kapan pendataan ini dilakukan,” tegasnya.
    Sementara pada kesempatan yang sama Camat Banjaran, Drs. Eef Syarif Hidayat, mengatakan, valid atau tidaknya data tersebut  adalah merupakan tanggung jawab Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Sebab pihaknya hanya sebagai fasilitator untuk pelayanan kebutuhan masyarakat.
“Seperti yang diungkapkan Kasi Pemerintahan, memang  data yang kami terima tidak sepenuhnya valid. Dan itu bukan tanggung jawab kami dan kewenangan kami di dalam melakukan upaya pendataan,” kata Eef Syarif Hidayat.
    Lebih lanjut Eef Syarif Hidayat menambahkan, pihak kecamatan hanya bisa melakukan upaya dan harapan. Untuk selanjutnya bila ada kesalahan di dalam pendataan ,  adalah kewenangan dari Disdukcasip. “Meski begitu tak berarti kami berdiam diri. Kami akan terus melakukan upaya pelayanan publik kepada masyarakat dengan seoptimal mungkin. Bahkan pada hari Sabtu pun kami membuka pelayanan agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi,” tambahnya.
    Dari sebelas desa di kecamatan Banjaran, ada beberapa desa yang letaknya jauh dipelosok.” Dapat dibayangkan kalau kedatangan mereka sia-sia,  karena ketidakberdaannya kami. Untuk itu kami senantiasa memberikan informasi kepada masyarakat untuk bisa meluangkan waktu sebaik-baiknya,” tambah Eef Syarif Hidayat.
    Seraya menambahkan meski lelah, tapi kami merasa bangga dengan antusias pemohon KTP  apalagi  kalau bisa melihat masyarakat puas dengan pelayanan yang kami berikan," kata  Eef Syarif Hidayat. (DEN/GUS).
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger