' Danrem 061/ Suryakencana Bogor Beri Penghargaan Relawan Sukhoi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Danrem 061/ Suryakencana Bogor Beri Penghargaan Relawan Sukhoi

Danrem 061/ Suryakencana Bogor Beri Penghargaan Relawan Sukhoi

Written By dodi on Tuesday, June 5, 2012 | 4:55 PM

BOGOR (LJ) - Komandan Korem (Danrem) 061/Suryakencana Bogor Kolonel AM Putranto memberikan penghargaan kepada anggota TNI dan Polri serta masyarakat Cicurug yang telah berjasa saat ikut melakukan evakuasi korban dan kotak hitam pesawat Sukhoi Superjet-100.
    Penghargaan terhadap anggota TNI dan Polri dan masyarakat, adalah sebagai bentuk apresiasi kami terhadap orang yang ikut berjasa dalam menangani musibah yang merenggut banyak jiwa.
    Kinerja mereka harus kita hormati, karena dalam upaya evakuasi Sukhoi bukan hanya menjadi perhatian didalam negeri tapi mendapat perhatian besar dari masyarakat dunia. "Saya beberapa kali mendapat apresiasi dari masyarakat di luar negeri, bahwa evakuasi yang kita lakukan diapresiasi oleh banyak pihak," jelas Danrem.
    Menurut mereka lanjut Danrem, tim SAR kita hebat karena bisa melakukan evakuasi dalam waktu yang cepat dan tuntas. "Itu suara dari luar," kata Putranto usai memberikan penghargaan kepada 17 orang anggota TNI dan Polri dan sembilan warga Cicurug.
    Sejumlah orang yang mendapatkan penghargaan di antaranya Kapolres Sukabumi kota dan kabupaten, Kapolsek Cicurug (Sukabumi), Kapolres Kota dan Kabupaten Bogor, Dandim Bogor dan Sukabumi.
    Usaha keras ini juga tidak luput dari peran aktif warga sekitar lokasi Gunung Salak yang membantu menemukan lokasi kotak hitam yang akan menjadi jawaban penyebab kecelakaan pesawat tersebut. "Wajar jika kita memberi mereka apresiasi. Mereka adalah orang-orang yang masih bertahan untuk melakukan pencarian kotak hitam atau bagian kotak hitam pada detik-detik terakhir," kata Putranto.
    Dalam kesempatan itu, Putranto juga menegaskan jika Gunung Salak masih tertutup untuk umum guna kepentingan penyelidikan dan pengamanan lokasi jatuhnya pesawat. "Namun, karena di atas ada makam yang sering dikunjungi warga untuk ziarah, maka warga yang mau ziarah tetap diizinkan. Hanya saja, jika ada temuan apapun, mereka harus menyerahkannya kepada kita untuk kita teruskan pada KNKT," tutur Putranto.
    Menurut dia, puing-puing pesawat masih berada di atas puncak Salak. Tim Rusia, lanjut Putranto sudah kembali ke negaranya dan tidak membawa puing pesawat. Dia memastikan sudah tidak ada tim yang berada di puncak Salak. Untuk menjaga keutuhan puing pesawat guna penyelidikan inilah, pihaknya melarang ada pendakian ke puncak Salak.RAS
   
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger