' Usut Pengembalian Dana Mamin Cianjur - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Usut Pengembalian Dana Mamin Cianjur

Usut Pengembalian Dana Mamin Cianjur

Written By dodi on Friday, June 1, 2012 | 2:00 PM

CIANJUR (LJ) - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat didesak untuk mengusut asal muasal dana Rp 3,3 miliar yang digunakan sebagai uang pengganti kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi dana non-urusan pada pos kegiatan makan minum (mamin) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cianjur tahun 2007-2010. Elemen masyarakat merasa curiga darimana sumber uang pengganti itu diperoleh dua tersangka yang hanya mengandalkan pendapatan sebagai PNS. Desakan ini mengemuka dari Relawan Anti Korupsi Cianjur (RAKC) yang concern menyoroti kasus ini. Koordinator RAKC, Yusep Soemantri menilai bahwa dua tersangka, yakni Ed (Mantan Kepala Bagian Keuangan yang sekarang menjabat sebagai Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman) dan Her (mantan Sekpri Bupati sekarang menjabat Plh Kepala Bagian Umum) tidak akan memiliki uang sebesar itu jika melihat statusnya sebagai PNS.
  "Kejati harus berani menelusuri sumber uang pengembalian sebesar Rp 3,3 miliar tersebut, sebab dua tersangka yang saat ini ditahan di LP Kebon Waru Bandung adalah PNS yang notabene penghasilannya sama dengan pegawai negeri lainnya. Kami mensinyalir ada aktor intelektual yang berani membayar untuk mensupport kedua tersangka agar siapa dalang yang berperan aktif dibalik semua ini disembunyikan," tegas Yusep kepada wartawan, Kamis (31/5).
  Menurutnya, meskipun dua tersangka Mamin Gate ini mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp3,3 miliar, namun tidak sebanding dengan total kerugian sebesar hampir Rp10 miliar. Dalam kaitan itu, Yusep pun mendesak Kejati Jabar agar segera menetapkan Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh sebagai tersangka dalam kasus tersebut karena sudah memenuhi persyaratan untuk ditetapkan sebagai tersangka."Memang sangat kami sayangkan juga pihak kejati belum menetapkan Bupati Cianjur sebagai tersangka. Padahal sudah jelas adanya dugaan keterlibat aktif Bupati Tjejep dalam kasus itu, dan dibuktikan dengan telah memenuhinya persyaratan untuk ditetapkan sebagai tersangka," tegasnya.Yusep juga membandingkan pengembalian uang kerugian negara dalam kasus Mamin Gate APBD Kabupaten Cianjur tidak jauh berbeda dengan kasus dana bantuan sosial (bansos) Kota Bandung. Para tersangka berharap dengan pengembalian uang kerugian negara itu bisa lari dari jeratan hukum.
  "Dalam peraturan mengenai tindak pidana korupsi, pengembalian uang kerugian negara tidak serta merta menghapus perbuatan pidananya, karena sudah terjadi. Pengembalian uang kerugian negara yang dilakukan tersangka korupsi disinyalir merupakan modus baru untuk bisa lari dari jeratan hukum. Jika ini terjadi, tentunya merupakan preseden buruk bagi upaya pemberantasan korupsi," pungkasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, ED dan HR mengembalikan uang kerugian negara sebesar sekitar Rp3,3 miliar dari total kerugian negara sebesar Rp7,5 miliar menurut penghitungan Kejati Jawa Barat. Singap Panjaitan selaku pengacara kedua tersangka mengklaim sudah mengembalikan uang sesuai saran dari Badan Pemerksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia. Uang tersebut telah dikembalikan kepada kas negara.
  "Saran BPK RI hanya mengatakan uang yang dipakai tidak ada bukti-buktinya. Dari pada harus membuat lagi bukti-buktinya, ya lebih baik dikembalikan saja uangnya," kata Singap kepada wartawan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Senin (28/5) lalu.
Singap sepertinya tidak mau ambil pusing mengenai pengembalian tersebut. Meskipun hingga saat ini belum ada bukti jika uang tersebut dinikmati oleh para tersangka.  
  Singap juga telah berupaya meminta perlindungan hukum dari Kejaksaan Agung (Kejagung). Dia menilai dua tersangka yang ditanganinya itu merupakan korban. Selain itu SIngap juga beberapa kali meminta kepada Kejati untuk menangguhkan penahanan kedua tersangka. "Kita sudah tiga kali mengajukan permohonan penangguhan penahanan untuk klien saya. Namun hingga kini tidak ada jawaban dari Kejati. Saya tidak tahu ada apa," tutup Singap.
  ED dan HR saat ini ditahan di Rumah Tahanan Kebonwaru. Keduanya diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi Mamin Gate Kabupaten Cianjur senilai Rp7,5 miliar.
Beberapa waktu lalu Kejati merilis jika kerugian negara dugaan korupsi tersebut membengkak. Kerugian negara telah berubah menjadi Rp10 miliar. Selain dana Mamin Gate, tim penyidik Kejati menemukan beberapa dana dari kegiatan lain yang diduga juga diselewengkan. RUS/GUS/HER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger