' Cemarkan Nama Bung Karno, Ical Didemo GMNI - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Cemarkan Nama Bung Karno, Ical Didemo GMNI

Cemarkan Nama Bung Karno, Ical Didemo GMNI

Written By dodi on Monday, June 4, 2012 | 3:00 PM

INDRAMAYU (LJ) – Sedikitnya puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DPC Indramayu mendemo dan protes kepada Aburizal Bakire atau Ical. Mereka melakukan orasi di sekitar tugu Bunderan Kijang.

Dalam orasinya mereka menyatakan sikap soal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan harga mati. Lalu menegaskan agar mengembalikan Pancasila dan UUD 1945 tanpa amandemen. "Ical harus klarifikasi pernyataan yang di sampaikannya menjelek-jelekkan nama baik Bung Karno sebagai Presiden pertama RI," kata pendemo menyambut hari lahirnya pancasila, belum lama ini.

Mereka juga meneriakkan kalau kemerdekaan bangsa Indonesia saat ini masih menjadi milik para penguasa. Di mana kekuasaan sarat dengan kepentingan pribadi serta golongan. "Rakyat hanya di jadikan topeng untuk memuluskan setiap kebijakan yang mereka buat," jelas demonstran.

Sebelumnya, PDI Perjuangan dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) secara nasional sangat tak senang. Ketika Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Aburizal Bakrie menyindir Presiden pertama Ir Sukarno soal perempuan. Reaksi keras pun meluncur deras.

Kalangan GMNI menuntut Ical segera meminta maaf kepada publik atas pencemaran nama baik Proklamator Repubik Indonesia itu di muka umum. "Sebagai tokoh nasional, Pak Ical sebaiknya lebih menonjolkan sosok kenegarawanannya. Kami menganggap ucapan tersebut sangat tidak pantas disampaikan seorang negarawan seperti Pak Ical," tegas Ketua Korda GMNI Jawa Timur Rangga Bisma Aditya, belum lama ini.

Dalam pidatonya pada pelantikan Alex Noerdin sebagai anggota Dewan Kehormatan Ormas MKGR di Hotel Sultan Jakarta, Ical menyatakan tidak akan meniru jejak Sukarno jika terpilih sebagai presiden, yakni memberikan perhatian lebih kepada perempuan cantik. Terkait itu, PDI Perjuangan secara lantang mengaku tersinggung. Bahkan Wasekjen PDI Perjuangan, Eriko Sotarduga mengingatkan Jas Merah, jangan sekali-sekali melupakan sejarah sebagai proklamator dan pahlawan bangsa.

Begitu juga Politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari menilai tidak ada yang bisa menyamai mantan Presiden Sukarno, bahkan oleh Ketua Umum Partai Golongan Karya Aburizal Bakrie.(ACP/HER)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger