' Bupati Purwakarta : Manusia Bebas Kembangkan Potensi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Bupati Purwakarta : Manusia Bebas Kembangkan Potensi

Bupati Purwakarta : Manusia Bebas Kembangkan Potensi

Written By dodi on Thursday, June 28, 2012 | 8:00 AM

KAB.PURWAKARTA (LJ) - Bupati Purwakarta H Dedi Mulyadi SH mengatakan, hak Asasi Manusia (HAM) pada dasarnya adalah kemampuan dan potensi yang dimiliki manusia yang harus terbebas dari keterkungkungan. Sehingga manusia bisa secara bebas mengembangkan potensi dan kemampuannya, dalam penghayatan diberbagai bidang.

“Ini menjadi role keberlangsungan kehidupan dan menjadikan semua itu tata nilai yang berlaku diantara mereka,” ujar Bupati Purwakarta H Dedi Mulyadi SH pada acara Wisuda bersama dan Sidang Terbuka Senat STAI-STT-STIE DR KHEZ  Muttaqien Purwakarta bertempat di aula Grha Vidya Jatiluhur,Rabu (27/6) siang.

Dikatakan Bupati Dedi, istilah lain dari tata nilai ini adalah keberadaan agama yang dimaknai secara universalitas. Namun yang menjadi kesalahan kita selama ini, adalah menempatkan agama hanya menjadi salah satu bidang keilmuan saja dalam tata nilai dan pengetahuan kita. Sehingga agama bukan lagi dimaknai secara universal.

Agama, sambung dia, sekolah-olah hanya sebagai satu bagian saja mata pelajaran yang diajarkan. Sehingga muncul anggapan, bahwa belajar Matematika bukan belajar Agama. Begitu pula belajar Bahasa Inggris atau Fisika, bukan belajar Agama. Padahal hakikatnya, agama merupakan satu kesatuan nilai dari berbagai ilmu tersebut.

Kerangka berpikir yang mendikotomi (memisah-misahkan-red) agama ini, lanutnya, dapat dirasakan dampaknya manakala  saat kita memasuki dunia kerja dan beraktivitas. Bagaimana kita memaknai agama, hanya sebatas pada kalimat syukur  yang diucapkan yakni kalimat alhamdulillah yang diajarkan dulu di pelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah.

Kalimat Alhamdulillah,  kita ucapkan saat mendapatkan hujan tatkala kemarau panjang melanda. Dari sisi keberagamaan yang kita pahami, memang seharusnya kita ucapkan kalimat itu saat mendapatkan berkah dari hujan yang turun dimusim kemarau panjang. Tetapi kita sebenarnya hanya berhenti pada rasa syukur.

Masalah utamanya adalah, jelas Dedi Mulyadi, kita sama sekali tidak masuk pada wilayah mempelajari gejala alam yang terjadi itu (musim kemarau panjang) yang sebenarnya kita sudah mempelajari itu melalui pelajaran geografi, bidang ilmu klimatologi dan geofisika di sekolah dulu. Dan yakinlah, bahwa semua itu adalah ilmu agama secara universal.

Atau saat kita merasakan sengatan panasnya terik matahari, kita hanya sebatas berucap Allahu Akbar (Maha Besar Allah) sebagai ungkapan besarnya kekuasaan Allah menciptakan Matahari dan panasnya. Sementara di negara lain, mereka tidak sebatas berujar, mereka sudah bisa menciptakan listrik tenaga matahari (tenaga surya-red) ketika terik matahari.

Dan ini, kata Dedi Mulyadi, sebagai bagian ilmu agama yang universal yang mereka ajarkan di sekolah dulu. Berkaitan dengan hal ini, Perguruan Tinggi-pun seharusnya membuka ruang dalam kebebasan potensi dan kemampuan yang dimiliki mahasiswanya. Termasuk mensinergikan program jurusan yang dibukanya, dengan kebutuhan publik dan regulasi pemerintah.

Artinya, agama yang universal memberikan ruang terbuka bagi ilmu pengetahuan dalam hal ini perguruan tinggi agar sinergis dengan kebutuhan masyarakat. Misalkan, di Purwakarta dulu  membutuhkan banyak bidan, namun sekarang malah kelebihan bidan. Hal itu, karena menjamurnya perguruan tinggi yang membuka jurusan kebidanan.

Kalau sudah banyak seperti ini, berarti banyak sarjana yang menganggur. Untuk itu, perguruan tinggi harus dinamis. Namun masalah utama yang kita hadapi dalam keilmuan, adalah birokrasi dan strukturisasi yang seolah-olah harus kita lewati  aturan mainnya. Padahal yang lebih penting adalah, inovasi dan kreatifitas kita dalam memahami aturan itu.YAS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger