' BPMPD Kab.Bandung Gelar Sosialisasi Perda No 18 Tahun 2010 - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » BPMPD Kab.Bandung Gelar Sosialisasi Perda No 18 Tahun 2010

BPMPD Kab.Bandung Gelar Sosialisasi Perda No 18 Tahun 2010

Written By dodi on Thursday, June 21, 2012 | 12:29 PM

KAB.BANDUNG.(LJ)-Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten Bandung menggelar sosialisasi Peraturan Daerah Kabupaten Bandung No 18 Tahun 2010 Tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Pasalnya, BUMDES yang berada di Kabupaten Bandung dapat berperan aktif memberdayakan potensi daerahnya. 
     “BUMdes dibentuk berdasarkan prakarsa pemerintahan desa, BPD atau masyarakat setempat melalui musyawarah desa dengan mempertimbangkan potensi desa, keberadaan ekonomi desanya, kekayaan desa serta sumber daya manusia yang mampu mengelola BUMDes sebagai aset penggerak perekonomian  masyarakat,” ujar Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat Badan Pemberdayaan Masyarakat Dan Pemerintah Desa (PUEM BPMPD) Kabupaten Bandung, Agus Ruhyana, kepada LINGKAR JABAR, kemarin, di Gedung Bersama, Soreang, Kabupaten Bandung.
    Menurut Agus, BUMDes merupakan lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa dalam rangka memperkuat ekonomi desa dengan tujuan untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan usaha ekonomi kerakyatan dan sumber pendapatan asli desa.
    “BUMDes dibentuk atas inisiatif dari masyarakat berdasarkan musyawarah warga desa, dengan memperhatikan potensi ekonomi masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. adapun jenis-jenis usaha yang dapat dikembangkan yakni, usaha jasa, penyaluran bahan sembilan pokok, perdagangan hasil pertanian, industri kecil," jelas Agus.
    Selanjutnya kata Agus,jenis usaha tersebut dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi desa masing-masing. "Namun yang perlu diperhatikan adalah tersedianya sumber daya alam, modal dan sumber daya manusianya yang bisa dimanfaatkan secara optimal, “ ungkapnya.
    Menurutnya, BUMDes akan lebih baik, bila desa telah memiliki unit-unit usaha masyarakat yang merupakan kegiatan ekonomi warga masyarakat yang dikelola secara optimal dan kurang terakomodasi. Secara ekonomi juga mampu digerakkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan asli desa. Kemudian dalam pengelolaannya adanya pemberdayaan, keseragaman partisipasi dan demokrasi.
    “Dalam pembentukan BUMDes tersebut, selayaknya dicermati secara mendalam agar pemanfaatan dan peluang mensejahterakan masyarakat desa dapat dilaksanakan secara maksimal,”ujarnya.
    Dikesempatan yang sama, Kasubbid Usaha Ekonomi Masyarakat Badan Pemberdayaan Masyarakat Dan Pemerintah Desa, Kabupaten Bandung, T Sutardi, mengatakan, dalam pelaksanaan kegiatannya, BUMdes harus berorientasi pada kebutuhan dan potensi, jadi tidak hanya pada satu produk unggulan saja.
    "Melainkan pada beberapa produk usaha yang di kembangkan dari potensi desa itu sendiri. Akan lebih baik lagi kalau kebutuhan tersebut memenuhi kebutuhan masyarakat desa setempat," papar Sutardi.
    T Sutardi menjelaskan, tentang prinsip umum, pemerintahan desa agar dapat mendirikan BUMDes sesuai dengan kebutuhan desa dengan ditetapkan peraturan desa dengan berpedoman padaPeraturan Daeah Kabupaten dan undang-undang yang berlaku. Laporan tahun ini ada sekitar 120 BUMDes yang aktif di wilayah Kabupaten Bandung."Untuk itu kami harapkan agar BUMDes yang belum aktif agar segera mengaktifkannya, dengan tujuan untuk memberdayakan potensi masyarakatnya. Seperti halnya Desa Cipinang yang mempunyai arung jeram yang dikelola oleh BUMDES Cipinang yang dapat berkembang dengan baik,” Ujarnya.(FEN)



Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger