' Biaya Pelayanan Klinik dr Nopen Mencekik Leher - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Biaya Pelayanan Klinik dr Nopen Mencekik Leher

Biaya Pelayanan Klinik dr Nopen Mencekik Leher

Written By dodi on Friday, June 1, 2012 | 4:30 PM

KAB. BEKASI (LJ) – Pelayanan Klinik Dr Nopen yang terletak di Jalan Raya Tegal Danas Desa Jaya Mukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi di soal sejumlah kalangan. Pasalnya, biaya perawatan yang ditetapkan pengelola klinik dalam memberikan pelayanan kepada warga dinilai mencekik leher.
     “Adik saya, Nurfarida (17) mengalami kecelakaan lalulintas yang terjadi tidak jauh dari klinik dr Nopen dan mendapatkan perawatan. Namun, biaya yang dibebankan kepada keluarga kami sangat tidak masuk akal,” ujar seorang warga sekitar yang mengaku bernama Deni kepada LINGKAR JABAR, Kamis (31/5).
     Dijelaskan Deni, akibat dari kecelakaan itu, adiknya mendapatkan enam jahitan di lutut. Namun betapa terkejutnya keluarga, ketika mengetahui biaya yang harus dibayar sebesar Rp790 ribu. Biaya sebesar itu dengan rincian, paket perawatan pasien sebesar Rp600 ribu dan sisanya untuk membayar obat.
     “Bisa jadi sistem paket yang ditawarkan oleh pihak klinik adalah pemerasan terselubung. Ini kan gak masuk akal, semua pasien yang mendapatkan pertolongan diwajibkan membayar paket pengobatan sebesar itu tanpa dihitung berapa banyak obat yang digunakan. Mau habis satu botol atau 5 botol, pasien tetap harus membayar sebesar paket yang telah ditentukan,” beber Deni.
     Kekecewaan keluarga, katanya, makin bertambah ketika pihak klinik tidak mengijinkan membawa pulang adiknya dengan alasan harus menunggu dr Nopen. Namun, ketika keluarga menunggu hingga keesokkan harinya, dr Nopen tidak kelihatan batang hidungnya.
     Salah satu perawat klinik dr Nopen membenarkan system paket yang wajib dibayar pasien ketika mendapatkan pelayanan dan perawatan. Menurut dia, sistem paket itu merupakan instruksi pemilik klinik.
     Dihubungi melalui telepon selularnya, dr Nopen membenarkan system paket yang ditawarkan kepada semua pasien yang datang mendapatkan pelayanan dan perawatan. “Paket itu merupakan inisiatif agar biaya yang dikeluarkan oleh pasien tidak besar. Perincian biaya paket sebesar Rp600 ribu itu, untuk biaya dokter Rp150 ribu, biaya kamar Rp150 ribu dan untuk obat Rp300 ribu,” kelitnya.
     Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Ari Muharmansyah berjanji akan melakukan pengecekan terhadap aturan dan pelayanan yang diberlakukan kepada pasien. Menurut Ari, penerapan biaya paket untuk membayar pelayanan dan perawatan itu tidak ada.
     “Intinya, tidak ada aturan seperti itu, kami akan melakukan pengecekan terhadap kilnik dr Nopen. Pelayanan terhadap kesehatan merupakan hal yang sangat fital dan harus cepat, tepat dan menjaga kode etik Ikatan Dokter Indonesia (IDI),” pungkasnya. WAR/KUS
 
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger