' Bau Korupsi Proyek Taman Pemkab Bogor Kian Menyengat - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Bau Korupsi Proyek Taman Pemkab Bogor Kian Menyengat

Bau Korupsi Proyek Taman Pemkab Bogor Kian Menyengat

Written By dodi on Friday, June 15, 2012 | 6:01 PM

KAB.BOGOR – Bau korupsi dalam pengerjaan proyek revitalisasi Taman Kota di komplek perkantoran Pemkab Bogor, Kelurahan Tengah, Cibinong-Kabupaten Bogor kembali menjadi sorotan publik. Kondisi taman bernilai Rp 2,3 miliar tersebut kini terbelengkalai sejak Januari lalu, hal ini mengesankan uang rakyat miliaran Rupiah menjadi percuma. Masyarakat yang bermukim di sekitar perkantoran Pemkab Bogor kini tak dapat lagi beraktivitas di sekitar taman. Jadi bisa dikatakan pengerjaan proyek tersebut amburadul tak karuan.

Dari pantauan di lokasi proyek taman yang dikerjakan CV Artha Norma itu, Kamis (14/6), terdapat 3 bangunan yang belum selesai pengerjaannya, tertutup seng melingkari proyek seluas sekitar 2000 meter persegi. Selain itu saat ini kondisi sekitarnya sudah tidak ada pekerjaan proyek lagi sejak akhir Januari lalu, bahkan dibeberapa tempat terlihat kumuh, dengan adanya sisa alat pekerjaan dan coretan dinding. Dan di malam hari, lokasi taman sangat gelap, sehingga dimanfaatkan banyak kaum muda-mudi untuk berpacaran.

“Kalau benar nilai proyeknya Rp 2,3 miliar, jelas merupakan pemborosan. Pasalnya, kondisi taman tidak lebih indah dibanding dengan sebelumnya. Bahkan, tanaman yang sebelumnya ada, sekarang kondisinya berantakan. Ini kan berarti duit Rp 2,3 miliar cuma dibuang-buang saja. Masak uang sebanyak itu tak menghasilkan apapun untuk taman ini? Apakah benar proyek ini ada bau korupsinya?” kata Herman (42), warga Kelurahan Tengah-Cibinong, kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Sebelumnya, anggota Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bogor Khusnul Khotimah, mengaku marah dengan terbengkalainya pembangunan itu, sebab menelan anggaran yang tidak sedikit, namun hasilnya tidak maksimal. Sebab dari awal sudah tidak jelas konsep pembangunan yang terlihat dari penataan letak bangunan dan tujuannya. "Dari awal konsepnya ga jelas, tentang peruntukan bangunan, malah kaya pacuan kuda gitu," kata Husnul.

Sementara itu, Koordinator Investigasi dan Data LSM Komite Pemantau Pembangunan (KPP) Arif N Bachtiar, menyatakan Pemkab Bogor harus dapat menyelesaikan pembangunan proyek itu, sebab menyangkut nama baik institusi Kompleks Pemda Kabupaten Bogor. Menurutnya apabila alasannya karena kekurangan dana maka pihaknya akan mendukung untuk penyelesaiannya. "Sebaiknya Komisi C DPRD kembali memanggil dan mengklarifikasi Dinas Kebersihan dan Pertamanan sebagai Kuasa Pemegang Anggaran  sehingga nantinya ada kejelasan kelanjutan pembangunan," ujarnya.

Jauh sebelum proyek ini dikerjakan, dugaan rekayasa dan permainan dalam proyek Taman di lingkungan Pemkab Bogor pernah diungkap oleh sebuah LSM. Ketika itu, disebutkan bahwa proyek tersebut mengandung cacat prosedur berdasarkan bukti adanya pertemuan antara pengusaha dan pejabat di lingkungan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Bogor bertujuan untuk memenangkan salah satu pengusaha.

Tender proyek taman itu akhirnya dimenangkan oleh CV Artha Norma. LSM tersebut mencium gelagat ketidakberesan dalam pertemuan di Bellanova Sentul yang diikutinya. Salah satu pengurus LSM itu sengaja diajak serta ke pertemuan itu oleh seorang pengusaha dengan tujuan untuk mendengarkan secara langsung pembicaraan pengusaha dan pejabat terkait proyek taman. Dia menyaksikan jalannya pertemuan yang berisi pembahasan seputar nama-nama perusahaan yang ikut dalam tender. Muara dari pembicaraan mengerucut pada nama perusahaan yang akan dimenangkan dalam proses tender taman.

Sebelumnya kalangan LSM juga pernah melancarkan protes atas proyek taman tersebut karena dengan dana Rp 2,3 miliar, kegunaan dari pembangunan air mancur tersebut belum jelas. Dalam proses lelang yang dilaksanakan secara elektronik atau e-procurement terdapat 10 perusahaan yang mendaftar.  Dari hasil evaluasi terhadap harga penawaran, CV Artha Norma yang dimenangkan oleh panitia lelang menempati posisi ke-5 terendah  dengan nilai penawaran Rp 2,37 miliar.

Sebenarnya masih ada empat perusahaan yang mengajukan penawaran lebih rendah dibandingkan penawaran yang diajukan CV Artha Norma. Keempat perusahaan yang menawar proyek lebih rendah itu terdiri dari  CV Ramli Brother dengan penawaran Rp 2,29 miliar, PT Ardico Artha Multimoda Rp 2,24 miliar, CV Karya Anugerah Agung menawar Rp 2,24 miliar, dan  CV Maju Bersama  Rp 2,19 miliar.

"Proses lelangnya saja sudah ramai digunjingkan tidak normal. Tak heran hasil pengerjaan proyeknya pun tak jelas seperti sekarang ini. Oleh karena itu, kita berharap aparat penegak hukum segera turun tangan mengusut dugaan ketidakberesan dalam lelang tender dan pengerjaan proyek taman Pemkab Bogor ini. Sebab kalau tidak, akan menjadi preseden buruk bagi upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa serta upaya penegakan hukum itu sendiri," pungkas Arif. COK
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger