' Arak Arakan Keris Pusaka - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Home » » Arak Arakan Keris Pusaka

Arak Arakan Keris Pusaka

Written By dodi on Thursday, June 28, 2012 | 8:00 AM

SETIAP daerah di nusantara punya benda pusaka yang diwariskan. Salah satunya adalah keris. Bahkan di Jawa Barat bermacam macam keris dan senjata perang, yang paling terkenal dan khas Kujang. 

Menghargai pusaka ini, di Denpasar, Bali, belasan keris pusaka yang dipercaya mempunyai kekuatan supra natural akan diarak keliling lapangan Puputan Badung, jantung Kota Denpasar pada serangkaian peringatan hari "Tumpek Landep", yang jatuh Sabtu (30/6) mendatang.

Pendiri sekaligus Pengelola Museum Neka Ubud, Gianyar, Pande Wayan Suteja Neka, Rabu (27/6) mengatakan, pihaknya mengikutsertakan dua keris pusaka dalam pameran, sekaligus kirab keris tersebut. Kedua keris itu terdiri atas benda pusaka yang diberi nama I Balung Singkal, keris warisan abad ke-14.

Neka menjelaskan, pameran dan kirab keris dalam memperingati hari Tumpek Landep itu dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar.

Neka Art Museum sendiri adalah museum swasta pertama di Indonesia berlokasi di perkampungan seniman Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali itu mempunyai koleksi keris sebanyak 212 pucuk, disamping 312 koleksi berbagai jenis lukisan dan patung.

Di Provinsi Sumatera Selatan, Raja se Nusantara kumpul di Sanggau melakukan perhelatan akbar ritual adat Melayu, Paradje’ Pasaka Negeri (pembersihan negeri) dirangkai dengan festival adat budaya Melayu digelar Keraton Surya Negara Sanggau.

Seremoni pembukaan dilakukan Bupati Sanggau Ir H Setiman H Sudin. Sebelumnya, dilaksanakan Paradje’ yang merupakan ritual pembacaan lantunan zikir dan doa yang dilakukan dengan mengelilingi negeri.

Hadir juga Wakil Bupati Sanggau Paolus Hadi SIp MSi, Sultan Palembang Darussalam, Sultan Iskandar Macmud Badarudin Syah, selaku Ketua Forum Silaturahmi Keraton se-Nusantara (FSKsN), dan raja-raja se-Nusantara serta para kepala SKPD Pemkab Sanggau.

Ketua Panitia Ade Safari SP, didampingi Sekretaris Budi Darmawan STP MSi, dan Bendahara Gusti Zulmainis SPd, memaparkan, dalam pelaksanaan Paradje’, ketika mengelilingi negeri (Kota Sanggau) di sepanjang perjalanan dilalui akan dikawal oleh laskar Keraton Sanggau. Kemudian ketika akan memasuki Keraton Surya Negara akan dilaksanakan beberapa ritual adat.

“Saat mengikuti Paradje ini, akan membacakan lafal doa serta zikir, di antaranya lafaz Sani, Latif Saman, Surah Yasin, Asmaulhusna, lafal Paradje’. Akan ada arak-arakan Paradje’. Laskar akan membawa barang pusaka seperti keris, tombak, dan barang pusaka lain,” terangnya.

Bukan itu saja, selain membawa barang pusaka, peserta Paradje’ juga membawa telur dan nasi adap yang dimasukkan dalam tandu berbentuk rumah kecil untuk media tolak ajong (lepas replika sampan).

Senada diungkapkan Budi Darmawan STP MSi dengan dilaksanakan festival budaya Paradje’ Pasaka Negeri tersebut. Salah satu tujuannya untuk mengangkat kembali nilai-nilai serta tradisi dan budaya Melayu yang kini hampir tenggelam. “Jadi bukan hanya ritual semata. Unsur untuk melestarikan adat istiadat pun ada. Jangan sampai adat dan budaya ini, musnah ditelan zaman,” tuturnya.

Berkaca pada pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, event ini sangat diminati masyarakat di wilayah Kabupaten Sanggau yang datang dari berbagai penjuru.

Tak kurang ribuan orang memadati ruas jalan depan Keraton Surya Negara Sanggau untuk menyaksikan berbagai perlombaan yang digelar. Terlebih lagi, kali ini akan ada perlombaan pawai atau arak-arakan mengelilingi kota Sanggau.RED
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger