' Dituntut 6,5 Tahun Penjara, Jaksa Penerima Suap Murka - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Dituntut 6,5 Tahun Penjara, Jaksa Penerima Suap Murka

Dituntut 6,5 Tahun Penjara, Jaksa Penerima Suap Murka

Written By Lingkar Jabar On-Line on Friday, June 1, 2012 | 8:34 AM


BANDUNG (LJ)  - Jaksa no-naktif  di Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong-Kabupaten Bogor yang menjadi terdak-wa dalam perkara dugaan suap Rp 100 juta, Sistoyo meradang alias gusar setelah mendengar tuntutan Jaksa Pe-nuntut Umum (JPU). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang meminta hakim menjatuhkan hukuman pi-dana penjara kepada dirinya selama 6,5 tahun. Sistoyo pun kian geram ketika dirinya disebut JPU telah mencoreng aparat negara dengan perbua-tannya itu.Rasanya kok berlebihan sekali, perka-ra saya ini dianggap sebanding dengan perkara Nazarudin dan Nunung.
 Apa yang disampaikan jaksa itu seperti sandiwara, karena fakta persidangan diabaikan,” ujar orang kepercayaan mantan Kepala Kejari Cibinong, Suripto Widodo, itu usai men-jalani sidang di ruang sidang I Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LRE Martadinata, Selasa (15/5). Ia mengatakan, dari 15 saksi yang memberikan kesaksian dalam sidang, hanya satu saja yang menerangkan adanya penyerahan uang Rp 100 juta, sementara yang lainnya tidak. Itu merupakan kesaksian dari An-ton Bambang yang merupakan terdakwa dalam perkara yang sama yang berperan sebagai penyuap atas suruhan Edward Benjamin. “Kesaksian yang lainnya tidak dijadikan pertimbangan. Ini pembunuhan karakter,” katanya.Sistoyo pun sepertinya tak terima den-gan pernyataan jaksa KPK yang menyata-kan bahwa dirinya tidak mendukung pem-berantasan korupsi. “Tidak mendukung gimana, saya ini di kejaksaan getol memberantas praktek korupsi. Asal tahu saja, tahun 2009 saya terpilih sebagai Kasi Intel terbaik se-In-donesia. Saya juga pernah menjadi jaksa terbaik, masa tidak eksis memberantas ko-rupsi,” ujarnya dengan nada emosional. 

Namun demikian, Sistoyo yang di mata para pejabat Muspida di Kabupaten Bogor sebagai figur yang kalem dan supel ini, mengatakan dirinya tetap akan mengikuti proses persidangan ini hingga akhir. Pada agenda sidang, Selasa (22/5) dia akan men-gajukan nota pembelaannya. Dalam persidangan, JPU menguraikan bahwa Sistoyo telah memenuhi seluruh un-sur dari dakwaan pertama yaitu pasal 12 huruf  a UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Ta-hun 1999 Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.“Kami menilai dakwaan pertama lebih tepat karena terdakwa merupakan jaksa yang termasuk penyelenggara negara telah 
menerima imbalan atau hadiah dari Anton Bambang atas suruhan Edward Bunjamin yang merupakan terdakwa dalam perkara yang sedang ditangani,” ujar JPU yang dip-impin oleh Hadiyanto.Sistoyo merupakan jaksa yang ber-wenang menuntut perkara dengan ter-dakwa Edward. JPU menjelaskan, terjadi 
negosiasi antara Sistoyo dengan Edward melalui Anton agar tuntutan yang diberi-kan bisa lebih ringan. Saat itu Sistoyo pun menyebutkan bahwa dalam Edward akan dituntut hukuman 1 tahun penjara. Namun jika ada Rp 100 juta, maka hukuman bisa berkurang menjadi 10 bulan. Hingga akhirnya terjadi tawar menawar yaitu Rp 150 juta untuk 8 bulan, namun uang yang diberikan Rp 100 juta, dan Rp 50 juta menyusul. Penyerahan uang dilakukan dengan cara Sistoyo menyerahkan kunci mobilnya pada Anton, yang kemudian menyimpan bungkusan uang berisi Rp 100 juta di ba-gian tengah mobil Sistoyo yang terparkir di halaman Kejari Cibinong. Setelah selesai, Anton kembali menyer-ahkan kunci pada Sistoyo dan mengatakan bahwa uang telah disimpan dan Sistoyo menyatakan ‘Ya’. 
 “Pemberian uang terse-but dilakukan dengan maksud memper-ingan tuntutan,” kata JPU dalam sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim GN Arthanaya itu. Sistoyo sebagai jaksa yang berwenang, cetus JPU, melakukan perbuatan yang bertentangan dengan atu-ran seperti melakukan pertemuan dengan pihak yang berperkara dan membocorkan rahasia yaitu tuntutan yang akan diberikan.“Berdasarkan fakta hukum yang diper-oleh di persidangan, kami JPU menuntut supaya majelis hakim yang berwenang mengadili perkara ini untuk memutuskan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi, dan menjatuhkan pidana dengan pidana penjara 6 tahun 6 bulan dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan penjara,” tutur JPU. Sebelumnya, dua penyuap Sistoyo yai-tu Edward Benjamin dan Anton Bambang telah mendapatkan vonis untuk perkara yang sama, masing-masing 2,5 tahun pen-jara. Sebelumnya mereka dituntut huku-man 3 tahun penjara. Q FEY/HER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger